Direktur CIA
Amerika

Direktur CIA Gina Haspel Berikan Pengarahan tentang Kematian Khashoggi

Berita Internasional >> Direktur CIA Gina Haspel Berikan Pengarahan tentang Kematian Khashoggi

Anggota parlemen Amerika Serikat menyayangkan absensi Direktur CIA Gina Haspel dalam pengarahan mengenai pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi pekan lalu. Beberapa senator menyuarakan kemarahan bahwa Haspel tidak menghadiri sesi dengan Pompeo dan Mattis. Senator Lindsey Graham mengancam akan menahan tindakan terhadap undang-undang hingga dia menerima pengarahan CIA.

Baca Juga: Penyadapan CIA Tegaskan Bukti Putra Mahkota Saudi Targetkan Jamal Khashoggi

Oleh: Warren P. Strobel dan Nancy A. Youssef (Wall Street Journal)

Direktur Central Intelligence Agency Gina Haspel akan memberikan pengarahan kepada para pemimpin Senat hari Selasa (4/12) pagi tentang apa yang diketahui oleh organisasi rahasia tersebut mengenai kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di tangan para agen Saudi, tutur orang-orang yang akrab dengan masalah itu.

Pengarahan yang direncanakan Haspel dilakukan setelah kritik yang diterima administrasi Presiden AS Donald Trump dari beberapa anggota parlemen minggu lalu setelah dia gagal bergabung dengan pengarahan sebelumnya tentang kebijakan Arab Saudi yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis.

Menurut penilaian CIA yang sangat rahasia, putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengirimkan sedikitnya 11 pesan kepada penasehat terdekatnya, yang mengawasi tim yang membunuh Khashoggi, pada jam sebelum dan sesudah kematian jurnalis tersebut tanggal 2 Oktober 2018, demikian The Wall Street Jurnal melaporkan hari Sabtu (1/12). Pemerintah Saudi telah membantah bahwa pangeran Mohammed memiliki peran apapun dalam pembunuhan itu.

Haspel diperkirakan akan memberikan pengarahan singkat kepada kepemimpinan Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Layanan Angkatan Bersenjata Senat, menurut salah satu orang yang akrab dengan masalah tersebut.

Penentangan bipartisan terhadap kebijakan Presiden Trump atas urusan Saudi meningkat di antara anggota parlemen AS, yang marah atas jatuhnya korban sipil di Yaman yang disebabkan oleh serangan udara yang dipimpin Saudi dan oleh kematian Khashoggi, warga AS dan kolumnis Washington Post. Militer AS diketahui memberikan bantuan kepada Arab Saudi berupa intelijen dan dukungan lain dalam perang yang sedang berlangsung di Yaman.

Senat hari Rabu (28/11) lalu memilih untuk melanjutkan langkah untuk menarik dukungan AS untuk pasukan yang dipimpin Saudi di Yaman, menentang Pompeo dan Mattis yang hanya beberapa jam sebelumnya telah mendesak para anggota parlemen untuk melakukan sebaliknya. Beberapa senator menyuarakan kemarahan bahwa Haspel tidak menghadiri sesi dengan Pompeo dan Mattis. Senator Lindsey Graham mengancam akan menahan tindakan terhadap undang-undang hingga dia menerima pengarahan CIA.

“Saya tidak akan melewatkannya,” kata Graham, seorang politisi Republikan dari Carolina Selatan. “Apapun yang Anda perlukan dari saya, saya tidak akan melakukannya hingga kami mendengar dari CIA.”

Baca Juga: Calon Direktur CIA Baru: Mampukah Anda Selesaikan Masalah seperti Gina Haspel?

Haspel adalah satu-satunya pejabat administrasi Trump yang diyakini telah mendengar rekaman audio dari dalam konsulat Saudi di Istanbul, yang mendokumentasikan kematian Khashoggi. Direktur CIA tersebut melakukan perjalanan ke Turki, di mana dia mendengarkan rekaman dan memberi pengarahan kepada Trump begitu dia kembali.

Penilaian CIA mengatakan lembaga itu memiliki “kepercayaan tingkat menengah hingga tinggi” bahwa pangeran Mohammed menargetkan Khashoggi dan “mungkin memerintahkan kematiannya.” Penilaian tersebut merujuk pada fokus pribadi MBS pada Khashoggi, tingkat kontrolnya yang tinggi atas agen Saudi yang melakukan pembunuhan, dan fakta bahwa ia memberi wewenang kepada agen yang sama untuk menyerang sasaran lawan lainnya dengan kekerasan.

Namun, penilaian tersebut memperingatkan bahwa “kami tidak memiliki pelaporan langsung dari putra mahkota yang mengeluarkan perintah pembunuhan.”

Tak lama setelah tampil di Capitol Hill pekan lalu, Mattis mengatakan kepada wartawan: “Kami tidak memiliki bukti kuat bahwa putra mahkota terlibat. Tidak juga komunitas intelijen atau siapapun.”

Sejak ditunjuk sebagai direktur CIA pada bulan Mei 2018, Haspel telah tersembunyi dari penilaian publik dan telah berbicara secara terbuka hanya satu kali sepanjang waktu itu, yakni kepada almamaternya di Universitas Louisville di Kentucky. Namun demikian, Haspel diketahui familiar dengan urusan Timur Tengah. Menurut biografi yang disediakan oleh CIA, Haspel, seorang petugas perekrutan, dapat berbicara bahasa Turki.

Keterangan foto utama: CIA, yang dipimpin oleh Gina Haspel, menyimpulkan pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dilakukan di bawah perintah putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, menurut pejabat AS yang akrab dengan masalah tersebut. (Foto: Associated Press/Evan Vucci)

Direktur CIA Gina Haspel Berikan Pengarahan tentang Kematian Khashoggi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top