Prabowo Sandi
Berita Tentang Indonesia

Ditunjuk Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Dituduh Setor Rp 500 M ke PAN dan PKS

(Kiri ke kanan) Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Instagram/@Prabowo)
Home » Berita Tentang Indonesia » Ditunjuk Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Dituduh Setor Rp 500 M ke PAN dan PKS

Sandiaga Uno telah resmi ditunjuk sebagai calon Wakil Presiden Prabowo Subianto. Namun ia masih harus menghadapi tuduhan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang menyebut bahwa Sandiaga Uno telah memberikan “mahar” politik sebesar Rp 500 miliar kepada PAN dan PKS untuk memuluskan jalannya menjadi calon wakil presiden.

Baca juga: Gerindra: Mundur Jadi Wagub DKI, Sandiaga Uno Maju Jadi Cawapres Prabowo

Oleh: Coconuts

Jumat (10/8) adalah batas waktu bagi para kandidat untuk secara resmi mendaftar untuk Pemilihan Presiden 2019 di Indonesia. Tetapi sepertinya Ketua Gerindra, Prabowo Subianto—yang kemungkinan menjadi penantang satu-satunya Presiden Joko Widodo—menghadapi krisis politik menyusul tuduhan bahwa Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno membayar “mahar” politik yang sangat besar kepada dua partai yang dekat dengan Gerindra, untuk mengamankan posisi sebagai Wakil Presiden Prabowo.

Memang dalam beberapa hari terakhir, nama Sandiaga sudah sering muncul dalam diskusi tentang kemungkinan pasangan yang akan maju bersama Prabowo, yang tampaknya tiba-tiba. Tapi, menurut tuduhan Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, terdapat alasan yang sangat spesifik mengapa Sandiaga tiba-tiba menjadi pilihan Prabowo, dan pasangan Prabowo Sandi dideklarasikan pada Kamis (9/8) kemarin.

“Sandiaga Uno membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar (US$ 35 juta) untuk menjadi pilihan wakil presiden mereka,” kata Andi kepada para wartawan seperti dikutip oleh Detik.

Tuduhan itu meledak di berbagai tingkat. Partai Demokrat, yang dipimpin oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah secara tidak resmi setuju untuk membentuk koalisi dengan Gerindra untuk mendukung pencalonan Prabowo pada pekan lalu, di mana banyak yang mengharapkan bahwa ini akan mengarah pada Prabowo memilih putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai pasangannya.

Kemarahan dalam tuduhan Andi tampaknya berasal dari Partai Demokrat yang merasa dikhianati, di mana saat ini pasangan Prabowo Sandi telah secara resmi dideklarasikan, dan bukannya memilih AHY sebagai pasangan karena masalah uang (Partai Gerindra dikabarkan memiliki masalah pendanaan serius, setelah saudara kaya Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menolak untuk membiayai kampanyenya lagi, dengan kesempatan berhasil yang kecil).

“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,” bunyi tweet Andi Arief.

Baca juga: Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Prabowo memang dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan SBY sebelumnya, tetapi rupanya dibatalkan. Namun kemudian kedua pemimpin senior ini bertemu kembali, seolah-olah mencoba dan mencari cara untuk memadamkan kekacauan dalam koalisi mereka. Perlu dicatat bahwa Sandiaga terlihat pergi ke kediaman Prabowo di Jakarta dua kali sebelumnya.

Tuduhan bahwa Sandiaga telah membayar “mahar” yang sangat besar (cara yang cukup umum untuk mengamankan dukungan politik di Indonesia, meskipun secara teknis ilegal) kepada PAN dan PKS, dibantah keras oleh anggota senior kedua partai tersebut. Para pejabat dari kedua partai tersebut—yang keduanya telah lama menjadi pendukung Gerindra—sebelumnya juga menyiratkan bahwa mereka akan meninggalkan koalisi tersebut jika AHY dijadikan pasangan Prabowo.

Namun Andi tetap dengan pernyataannya, dan mengatakan bahwa ia memiliki rekam jejak selalu mengatakan kebenaran sepanjang karir politiknya. Namun, dia mengatakan bahwa dia akan menunggu hasil pertemuan antara dua kepala partai tersebut sebelum mengatakan lebih banyak.

Keterangan foto utama: (Kiri ke kanan) Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Instagram/@Prabowo)

Ditunjuk Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Dituduh Setor Rp 500 M ke PAN dan PKS
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top