Donald Trump: Brexit Akan Hentikan Hubungan Dagang AS-Inggris
Global

Donald Trump: Brexit Akan Hentikan Hubungan Dagang AS-Inggris

Berita Internasional >> Donald Trump: Brexit Akan Hentikan Hubungan Dagang AS-Inggris

Donald Trump mengatakan, setelah Brexit ada kemungkinan Inggris tidak dapat melanjutkan perdagangan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kesepakatan perceraian itu terlalu menguntungkan Uni Eropa. Analis mengatakan, ada kemungkinan Trump berpihak pada penentang May.

Baca Juga: Donald Trump Dapatkan Tentara Eropa yang Dia Inginkan

Oleh: BBC

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menegaskan bahwa perjanjian Brexit Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat mengancam kesepakatan perdagangan AS-Inggris. Presiden AS mengatakan kepada wartawan bahwa perjanjian penarikan Inggris dari Uni Eropa tersebut “kedengarannya sangat menguntungkan UE” dan berarti Inggris mungkin tidak dapat melanjutkan perdagangan dengan AS.

Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street Nomor 10 bersikeras kesepakatan itu “sangat jelas” bahwa Inggris akan dapat menandatangani kesepakatan perdagangan dengan negara-negara di seluruh dunia. May akan mengatakan kesepakatannya “mengakomodasi kepentingan setiap sudut Inggris” dalam kunjungan ke Wales dan Irlandia Utara kelak.

Berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, Trump mengatakan: “Sekarang jika Anda melihat kesepakatan, [Inggris] mungkin tidak dapat berdagang dengan kami. Dan itu tidak akan menjadi hal yang baik. Saya tidak yakin mereka bersungguh-sungguh.”

Tampaknya Trump berpendapat bahwa perjanjian tersebut akan menyebabkan Inggris tidak dapat menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat.

Namun, menanggapi komentar Trump, seorang juru bicara Downing Street mengatakan perjanjian penarikan Brexit yang disetujui pada hari Minggu (25/11) akan memungkinkan Inggris untuk menandatangani kesepakatan bilateral dengan negara-negara termasuk AS.

“Kami telah meletakkan landasan untuk perjanjian ambisius dengan AS melalui kelompok kerja gabungan kami, yang telah bertemu lima kali sejauh ini,” tambah juru bicara itu.

Komentar itu muncul setelah May berjuang keras di tengah kritik keras atas kesepakatan Brexitnya dari anggota parlemen di semua sisi House of Commons pada hari Senin (26/11), bersikeras bahwa perjanjian tersebut “mengutamakan rakyat Inggris” dengan mendapatkan kembali kendali hukum, uang, dan perbatasan.

Para anggota Parlemen Inggris akan memilih apakah akan menerima kesepakatan tersebut pada tanggal 11 Desember 2018.

Dalam perkembangan lain:

  • Penelitian yang diterbitkan oleh London School of Economics, King’s College, dan Institute for Fiscal Studies menunjukkan kesepakatan Brexit May dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 5,5 persen dalam waktu 10 tahun daripada jika Inggris tetap bertahan di Uni Eropa.
  • Theresa May mengonfirmasi dalam sebuah artikel di surat kabar Sun bahwa dia “siap” untuk memperdebatkan kesepakatan Brexitnya dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn dalam sebuah debat di TV dua hari menjelang pemungutan suara Parlemen.
  • Para hakim di Pengadilan Eropa bersiap memeriksa apakah Inggris dapat membatalkan proses meninggalkan Uni Eropa tanpa izin dari negara-negara anggota, menyusul tuntutan oleh sekelompok politisi Skotlandia.
  • Sekretaris Perdagangan Internasional Liam Fox mengunjungi Israel untuk meningkatkan hubungan ekonomi menjelang Brexit.

Analisis oleh editor BBC Amerika Utara John Sopel

Theresa May melakukan kesalahan di House of Commons dan kemudian sekutu terdekatnya, dalam bentuk Donald Trump, mengenakan sepatu bot ukuran 12 hobnail dan bergabung.

Ketika Donald Trump melontarkan kritik atas kesepakatan Brexit Theresa May, tidak ada yang tidak disengaja atau tidak dipersiapkan dalam pernyataan itu.

Baca Juga: Theresa May: ‘Pilih Kesepakatan Brexit Saya atau No Deal’

Anggota senior pemerintahan Trump memelihara hubungan dekat dengan anggota Euroskeptik yang berpengaruh di Partai Konservatif.

Tetapi ketika Presiden Trump mengatakan perjanjian itu dapat membahayakan perdagangan dengan Inggris, sulit untuk melihat apa yang dia maksud. Selama masa transisi, urusan bisnis dengan AS akan terus berjalan dengan cara yang persis sama seperti sekarang.

Namun sepanjang Inggris dalam beberapa cara masih terikat dengan peraturan UE, maka ada batasan untuk apa yang dapat dinegosiasikan dalam hal kesepakatan perdagangan bebas, semua poin yang telah dibuat oleh mereka yang berkampanye untuk Brexit yang lebih menentukan.

Intervensi ini, datang pasca kesepakatan dan pra-pemungutan suara House of Commons, hanya dapat ditafsirkan dengan satu cara, yakni bahwa Presiden Trump berpihak pada para kritikus May.

Sebagai bagian dari tawaran dua minggu May untuk meyakinkan anggota parlemen dan masyarakat Inggris untuk mendukung kesepakatannya, May nantinya akan memberitahu politisi dan pengusaha di Wales bahwa mereka akan memiliki kekuatan lebih besar setelah Brexit, dengan lebih dari 150 bidang kebijakan yang diteruskan ke parlemen dan majelis yang mendapatkan devolusi. May juga akan menyoroti manfaat potensial bagi para petani yang meninggalkan Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa.

Kemudian di Irlandia Utara, May akan memberi tahu wakil-wakil dari lima partai politik utama bahwa kesepakatannya akan memungkinkan para pengusaha untuk “melakukan perdagangan bebas melintasi perbatasan dengan Irlandia dan memiliki akses tak terbatas ke seluruh pasar Inggris.”

Irlandia Utara telah banyak dibahas dalam diskusi tentang Brexit karena Inggris dan Uni Eropa ingin menghindari perbatasan fisik, dengan pos dan pemeriksaan penjaga, antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia. Perjanjian tersebut termasuk “backstop” yang berarti Irlandia Utara masih akan mengikuti beberapa aturan UE pada hal-hal seperti produk makanan jika kesepakatan perdagangan tidak disetujui.

Partai Unionis Demokratik Irlandia Utara (DUP/Democratic Unionist Party), yang mendukung pemerintahan May, menuduh sang perdana menteri telah melanggar janjinya bahwa Irlandia Utara tidak akan pernah diperlakukan berbeda dari bagian Inggris lainnya, tetapi May mengatakan bahwa backstop adalah “kebijakan ketentuan yang tidak ingin digunakan oleh siapapun.”

Partai Buruh, Liberal Demokrat, SNP, DUP, dan banyak anggota parlemen dari Partai Konservatif mengatakan mereka akan memilih menentang kesepakatan Brexit.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan bahwa “kesepakatan yang gagal” akan “membuat Inggris semakin terpuruk.”

Iain Blackford dari SNP mengatakan perjanjian itu “penuh dengan pengandaian dan pengecualian” yang akan menghasilkan nelayan Skotlandia yang “terjual habis,” sementara pemimpin Liberal Demokrat Sir Vince Cable dan anggota parlemen dari Partai Hijau Caroline Lucas menyerukan diadakannya referendum lain.

Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret 2019.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. (Foto: Getty Images)

Donald Trump: Brexit Akan Hentikan Hubungan Dagang AS-Inggris

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top