Donald Trump
Amerika

Donald Trump Tidak Memenangkan Apa pun dan di Mana pun

Berita Internasional >> Donald Trump Tidak Memenangkan Apa pun dan di Mana pun

Donald Trump selalu mengklaim apapun perjanjian atau kesepakatan yang dibuat oleh Amerika Serikat sebelum masa jabatannya sebagai sesuatu yang buruk. Dia kemudian mengambil keputusan, entah keluar dari kesepakatan itu, atau membuat kesepakatan baru. Namun sayangnya, belum ada tindakannya yang menunjukkan keberhasilan atau kemenangan bagi Amerika.

Baca Juga: Suara dan Amarah Trump Tidak Berarti Apa-apa

Oleh: Jennifer Rubin (the Washington Post)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA/Joint Comprehensive Plan of Action), tetapi dia tidak memiliki pengganti yang jelas untuk menahan agresi Iran. Amerika kini terisolasi dari sekutu Eropa.

Trump mengatakan dia ingin keluar dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA/North American Free Trade Agreement), tetapi NAFTA 2.0 masih belum diratifikasi (juga tidak mungkin), dan dalam hal apa pun, kesepakatan itu tidak jauh berbeda dari aslinya.

Amerika keluar dari Kemitraan Trans-Pasifik tetapi tidak keluar dari perang dagang dengan China (meskipun tarif belum cukup banyak mengalami kenaikan).

Trump bertemu dengan diktator Korea Utara Kim Jong Un, menyatakan bahwa ancaman nuklir telah hilang dan ingin bertemu lagi. Namun, Korea Utara belum menunjukkan kesiapan untuk denuklirisasi.

Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan Paris. Para pemimpin dunia lainnya bertemu di Polandia untuk membahas langkah ke depan tanpa Amerika Serikat. Sementara itu, masalah perubahan iklim menjadi lebih mendesak setiap tahunnya, menurut laporan administrasi Trump sendiri.

Sekutu Amerika di Eropa dan Amerika Utara mencemooh dan tidak mempercayai Trump, mengritik penarikannya dari perjanjian internasional dan ancaman perdagangannya yang tidak menentu, dan dengan tepat menilainya tidak mampu memimpin Barat dalam pertempuran eksistensial melawan rezim non liberal.

Rusia tetap bertahan di Ukraina dan sekarang sedang bermain untuk menguasai Laut Azov. Iran dan Rusia mendominasi Suriah. Perang di Afghanistan berlarut-larut tanpa tujuan yang jelas.

Mari kita berterus terang: Satu-satunya “prestasi” kebijakan luar negeri yang signifikan yang dapat Trump klaim adalah menghancurkan reputasi Amerika sebagai sekutu yang dapat diandalkan yang membela hak asasi manusia dan memberi kesan pada para otokrat bahwa mereka dapat lolos dari pembunuhan (dan mutilasi dan masih banyak lagi) tanpa mendapatkan dampak yang signifikan.

Baca Juga: Trump Keluhkan Kesepakatan dengan Korea Utara Tidak Dapatkan Cukup Pujian

Pemerintahan Trump adalah administrasi yang tidak dapat mengklaim satupun pencapaian kebijakan luar negeri yang substansial. Amerika bisa dibilang kurang berpengaruh dan lebih terisolasi daripada ketika Trump pertama kali menjabat. (Ironisnya adalah bahwa Amerika saat ini berkabung atas kematian mantan Presiden AS George HW Bush, yang mendalangi transisi dari Perang Dingin, reunifikasi Jerman, pengusiran preman Panama Manuel Antonio Noriega, dan pembangunan koalisi luas yang mencapai kemenangan dalam Perang Timur Tengah tanpa terjerat dalam pendudukan jangka panjang.)

Laporan The Washington Post:

Performanya [di Buenos Aires], ditambah dengan kunjungan dua harinya yang tanpa semangat ke Paris setelah pemilu paruh waktu, di mana ia melewatkan kunjungan ke pemakaman Amerika dan tampak terisolasi dari para pemimpin dunia lainnya, telah menciptakan kesan bahwa seorang presiden mengecilkan ambisinya di panggung dunia di tengah meningkatnya krisis politik.

“Masalahnya saat ini adalah dia tidak memiliki agenda,” kata Thomas Wright, seorang pakar Eropa di Brookings Institution. “Dia mencoret daftar keinginannya dari semua yang yang ingin dia lakukan dan menyatakan kemenangan di semua lini. Apa yang dia lakukan sekarang? Mereka tidak benar-benar memikirkannya.”

Ini adalah apa yang berasal dari kenihilan nasionalisme, dari menyatakan ketidaksetujuan atas lembaga-lembaga dan hubungan-hubungan yang telah menjauhkan Amerika dari perang dunia dan menyebarkan kemakmuran sejak akhir Perang Dunia II. Ini adalah apa yang mengalir dari kebijakan luar negeri yang berjumlah serangkaian gerakan yang berbeda untuk menyenangkan pangkalannya (memindahkan kedutaan ke Yerusalem, keluar dari kesepakatan JCPOA dan kesepakatan iklim Paris), tetapi tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang mengikuti setiap gerakan ini: Apa langkah berikutnya?

Trump tidak tahu atau peduli. Visi kepemimpinan Amerika? Peta jalan untuk memerangi ancaman dari rezim yang tidak liberal? Tolonglah. Yang diinginkan Trump adalah karpet merah dan pujian. Bahkan Trump tampaknya kini tengah kekurangan pasokan pujian, kecuali dari Arab Saudi dan Israel.

Jennifer Rubin menulis opini untuk The Washington Post

Keterangan foto utama: Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto (kiri) Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, menandatangani kesepakatan perdagangan bebas di Buenos Aires, pada 30 November 2018. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Saul Loeb)

Donald Trump Tidak Memenangkan Apa pun dan di Mana pun

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top