Tersangka Kasus Salisbury
Eropa

Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury ‘Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge’

Sebuah tangkapan layar CCTV menunjukkan Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov di Salisbury, menurut Polisi Metropolitan London. (Foto: Polisi Metropolitan London)
Home » Featured » Eropa » Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury ‘Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge’

Dua orang pria Rusia yang menjadi tersangka kasus Salisbury mengatakan bahwa mereka hanyalah turis yang ingin mengunjungi gereja Katedral dan melihat Stonehenge. Keduanya tertangkap kamera CCTV saat sedang berada di Salisbury, di mana mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal tinggal.

Baca juga: Theresa May: Intelijen Rusia Serang Sergei Skripal, Mantan Mata-Mata, di Salisbury

Oleh: Nathan Hodge, Laura Smith-Spark (CNN)

Dua orang Rusia yang dituduh melakukan serangan agen saraf di Inggris telah mengakui bahwa mereka mengunjungi kota tempat serangan itu terjadi, tetapi mengatakan bahwa tujuan perjalanan singkat mereka adalah untuk mengunjungi katedral bersejarah, dan bukan untuk meracuni mantan agen ganda yang kebetulan tinggal di sana.

Ketika orang-orang tersebut yang diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov mengunjungi Salisbury pada bulan Maret, kota ini berada dalam cengkeraman salju akibat musim dingin paling parah yang menghantam Inggris selama bertahun-tahun.

Tetapi dua tersangka kasus Salisbury mengatakan kepada jaringan RT yang didukung Kremlin, bahwa tujuan perjalanan tiga hari mereka sjeauh 6.000 mil dari Moskow, adalah untuk mengunjungi “kota yang indah”, katedral yang bagus, dan situs bersejarah lainnya, seperti lingkaran batu kuno di Stonehenge dan situs pemukiman prasejarah Old Sarum. Teman-teman mereka telah menyarankan kepada mereka selama beberapa waktu untuk melakukan perjalanan itu, kata mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan, kedua pria itu menunjukkan pengetahuan rinci tentang Katedral Salisbury, menekankan menara dan jam setinggi 123 meter, “pertama dari jenisnya di mana pun di dunia.”

Mereka mengaku tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap Sergei Skripal dan putrinya Yulia, yang ditemukan terpuruk di sebuah bangku, ketika orang-orang Rusia tersebut berada di kereta kembali ke London. Mereka mungkin terlihat di jalan yang sama dengan rumah keluarga Skripal, kata mereka, tetapi mereka tidak tahu bekas mata-mata itu tinggal di sana.

Cerita mereka menunjukkan bahwa Rusia tidak berencana untuk menyangkal catatan waktu rekaman CCTV yang diproduksi oleh Inggris tersebut, yang menunjukkan keduanya berada di berbagai lokasi antara tanggal 2-4 Maret, tetapi untuk menegaskan bahwa rekaman tersebut disalahtafsirkan dan bahwa ada penjelasan bahwa mereka tidak bersalah.

Pemerintah Inggris menolak klaim kedua orang itu bahwa mereka hanya wisatawan sipil.

“Kebohongan dan cerita yang jelas dibuat-buat dalam wawancara ini yang diberikan kepada stasiun televisi yang disponsori pemerintah Rusia, merupakan penghinaan terhadap kecerdasan publik. Lebih penting lagi, mereka sangat menyinggung para korban dan orang-orang terkasih dalam serangan mengerikan ini,” kata juru bicara Perdana Menteri Theresa May kepada para wartawan.

“Sayangnya, itulah yang kami harapkan. Polisi telah menetapkan dengan sangat jelas bukti yang menentang kedua orang ini. Mereka adalah orang-orang yang dicari dan kami telah mengambil semua langkah untuk memastikan bahwa mereka ditangkap dan dibawa ke pengadilan di Inggris, jika mereka sekali lagi menginjakkan kaki ke luar Rusia.”

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengolok-olok klaim Rusia, mengatakan di Twitter: “Terakhir kali militer Rusia mengklaim akan berlibur adalah ketika mereka menginvasi Ukraina pada tahun 2014. Saatnya menghentikan acara TV palsu—dunia telah membongkar strategi Rusia ini.”

Inggris tidak meminta Rusia untuk mengekstradisi kedua orang itu, karena Rusia tidak mengekstradisi warga negaranya sendiri. Namun, jaksa telah memperoleh Surat Perintah Penangkapan Eropa dan polisi telah meminta Interpol untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan juga.

Para jaksa penuntut Inggris mengatakan pekan lalu, bahwa mereka memiliki “bukti yang cukup” untuk menuntut dua warga negara Rusia itu atas percobaan pembunuhan dan konspirasi pembunuhan, sehubungan dengan serangan pada tanggal 4 Maret 2018 tersebut.

Para jaksa mengatakan, Skripal dan putrinya bersentuhan dengan Novichok, jenis agen saraf kelas militer.

Rusia telah berulang kali membantah keterlibatan dalam serangan Salisbury.

Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury 'Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge'

Sebuah tangkapan layar CCTV menunjukkan Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov di stasiun kereta Salisbury, menurut Polisi Metropolitan London. (Foto: Polisi Metropolitan London)

‘Kami datang untuk melihat Stonehenge’

Polisi Metropolitan London pekan lalu memberikan penjelasan rinci tentang pergerakan kedua orang itu selama perjalanan mereka ke Inggris, disertai dengan rekaman CCTV yang akan sulit dibantah Rusia.

Namun alih-alih menjadi anggota ahli dari dinas mata-mata Rusia—seperti yang dituduhkan Inggris—mereka hanyalah sepasang turis asing yang melakukan perjalanan akhir pekan dari Moskow.

Ya, mereka adalah dua orang yang sama yang ditunjukkan CCTV di Bandara Gatwick London sekitar jam tiga sore pada Jumat (2/3), dari penerbangan Aeroflot dari Moskow. Namun alih-alih berada dalam misi untuk membunuh agen ganda tersebut, mereka bermaksud mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Stonehenge, yang berjarak sekitar 10 mil dari Salisbury.

(via CNN)

Mereka tidak memberi penjelasan mengapa, bukannya menuju barat dari London, kedua orang Rusia ini justru menuju ke arah yang berlawanan. Menghindari berbagai akomodasi wisata di Salisbury, mereka memilih hotel murah di ujung timur London.

Pada Sabtu (3/3), kata polisi, orang-orang itu naik kereta ke Salisbury, dan tiba sekitar pukul 02:25 siang. Mereka meninggalkan kota tersebut kurang dari dua jam kemudian untuk kembali ke London. Polisi yakin perjalanan itu adalah perjalanan pengintaian.

Petrov tidak membantah waktunya. “Kami datang ke sana pada tanggal 2 Maret (2018), lalu pergi ke stasiun kereta api untuk melihat jadwal,” kata Petrov, menurut terjemahan RT dari wawancara tersebut.

Kedua orang itu kembali keesokan harinya untuk menyelesaikan kunjungan mereka, kata mereka, tetapi tampaknya digagalkan oleh cuaca buruk. “Kami tiba di Salisbury pada tanggal 3 Maret dan mencoba berjalan melintasi kota, tetapi kami hanya bertahan selama setengah jam karena tertutup salju.”

“Tentu saja, kami pergi ke sana untuk melihat Stonehenge, Old Sarum, tapi kami tidak bisa melakukannya karena ada salju di mana-mana. Kota ini tertutup oleh salju yang mencair. Kami basah, mengambil kereta terdekat dan kembali (ke London).”

Sebuah tweet oleh Stonehenge pada tanggal 3 Maret menunjukkan bahwa situs bersejarah itu memang ditutup pada tanggal 3 Maret karena salju.

Keesokan harinya, mereka melakukan perjalanan lagi dengan kereta api ke Salisbury, tiba sekitar pukul 11:45 pagi. Tepat sebelum tengah hari, rekaman CCTV menunjukkan mereka di sekitar rumah Sergei Skripal, di mana mereka diyakini telah mengoleskan Novichok di pintu depan. Polisi mengatakan bahwa rekaman itu diambil “beberapa saat sebelum serangan.”

Kedua pria itu mengatakan bahwa mereka memang kembali ke Salisbury pada hari Minggu, tetapi itu untuk melihat Katedral dan Old Sarum karena cuaca telah membaik. Polisi mengatakan bahwa orang-orang itu menghabiskan waktu kurang dari dua jam di sana.

“Kami menghabiskan tidak lebih dari satu jam di Salisbury, terutama karena kelambatan di antara kereta api,” kata Boshirov kepada RT. “Mungkin kami memang (mendekati) rumah Skripal, tapi kami tidak tahu di mana lokasinya.”

Jam 1:05 siang mereka tertangkap CCTV berada di Fisherton Street di Salisbury, kembali ke stasiun kereta. Mereka naik kereta kembali ke London pada pukul 1:50 siang.

Keduanya melewati kontrol paspor di Bandara London Heathrow sekitar pukul 19:30, sebelum menaiki penerbangan kembali ke Moskow.

Cuacanya tidak jauh lebih baik di sana: Foto-foto dari Moskow pada tanggal 4 Maret menunjukkan salju tebal dan salju cair menumpuk di jalan-jalan kota.

Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury 'Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge'

Seorang wanita berjalan melalui hujan salju lebat di pinggiran Moskow pada tanggal 4 Maret 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Kirill Kudryavtsev)

Anggota Parlemen Salisbury, John Glen, menepis pernyataan yang dibuat oleh Petrov dan Boshirov, dan mengatakan bahwa pernyataan mereka “tidak kredibel dan tidak sesuai dengan data intelijen yang diterima secara luas yang kita miliki tentang orang-orang ini.”

Glen, seorang anggota parlemen Konservatif, juga berkicau di Twitter bahwa dia “senang bahwa Alexander Petrov dan Ruslan Borishov mampu melihat atraksi kelas dunia yang #Salisbury tawarkan. Tapi sangat aneh untuk datang jauh-jauh hanya selama dua hari sambil membawa Novichok di bagasi mereka.”

‘Kami tidak punya parfum’

Berbicara kepada RT, kedua pria itu menyangkal membawa Novichok atau racun apa pun bersama mereka.

Ditanyakan oleh Simonyan apakah mereka memiliki botol parfum yang telah ditunjukkan sebagai bukti oleh otoritas Inggris, Boshirov mengatakan: “Bukankah konyol bagi para pemuda normal untuk memiliki parfum wanita? Petugas bea memeriksa semuanya, mereka akan mengajukan pertanyaan mengapa pria memiliki wanita parfum di bagasi mereka. Kami tidak memilikinya.”

Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury 'Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge'

Polisi anti-terorisme merilis gambar botol parfum palsu dan kotak yang terhubung dengan serangan Salisbury. (Foto: Polisi Metropolitan London)

Para penyelidik Inggris secara resmi mengaitkan serangan terhadap Skripal dengan keracunan pada tanggal 30 Juni 2018 terhadap Dawn Sturgess dan Charlie Rowley—pasangan yang tinggal di Amesbury, dekat Salisbury. Sturgess meninggal pada tanggal 8 Juli 2018, setelah mengoleskan substansi pada pergelangan tangannya dari botol parfum yang ditemukan oleh Rowley.

Polisi mengatakan bahwa itu adalah botol palsu dengan pipa semprot yang telah diadaptasi khusus. Mereka percaya bahwa Sturgess dan Rowley—yang sakit tetapi selamat—”menjadi korban akibat kecerobohan di mana agen saraf beracun itu dibuang” oleh para tersangka dalam keracunan Skripal.

Menurut RT, kedua pria itu “terdengar tertekan” karena disebut oleh Inggris sebagai agen intelijen Rusia yang diduga terlibat dalam keracunan.

“Kami takut pergi keluar, kami khawatir akan diri kami sendiri, nyawa kami, dan nyawa orang-orang yang kami cintai,” kata Boshirov.

Wawancara RT diterbitkan sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah mengidentifikasi kedua orang itu dan tidak menemukan bukti aktivitas kriminal.

“Kami, tentu saja, melihat orang macam apa mereka, dan kami tahu siapa mereka, kami menemukan mereka,” Putin mengatakan kepada hadirin di Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Rusia timur. “Tidak ada yang tidak biasa atau kriminal di sana, saya jamin.”

Baca juga: Kasus Racun Novichok: Agen Saraf Ditemukan dalam Botol Parfum

Putin tampaknya menyarankan mereka untuk menceritakan kisah mereka secara terbuka. “Biarkan mereka jujur di suatu tempat, kepada Anda di media,” katanya, menggambarkan orang-orang itu sebagai “warga sipil.”

Perdana Menteri May mengatakan kepada Parlemen Inggris pekan lalu, bahwa Inggris percaya dua tersangka tersebut adalah petugas GRU (badan intelijen Rusia).

Rusia telah dituduh oleh Inggris melakukan kampanye disinformasi atas serangan terhadap Skripal. Pejabat dari Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa mereka telah menghitung 37 narasi Rusia yang berbeda mengenai keracunan di Salisbury.

Wartawan CNN Nathan Hodge melaporkan dari Moskow dan Laura Smith-Spark menulis dari London. Wartawan CNN Emma Burrows, Nada Bashir, Sam Tapfumaneyi, dan Sebastian Shukla berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Sebuah tangkapan layar CCTV menunjukkan Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov di Salisbury, menurut Polisi Metropolitan London. (Foto: Polisi Metropolitan London)

Dua Pria Rusia Tersangka Kasus Salisbury ‘Hanya Turis yang Ingin Lihat Stonehenge’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top