Dukung Wanita Saudi yang Melarikan Diri, Wanita Australia Protes Telanjang Dada
Australia

Dukung Wanita Saudi yang Melarikan Diri, Wanita Australia Protes Telanjang Dada

Berita Internasional >> Dukung Wanita Saudi yang Melarikan Diri, Wanita Australia Protes Telanjang Dada

Wanita-wanita Australia menunjukkan dukungan mereka pada wanita Arab Saudi yang melarikan diri dari keluarganya dan sedang berusaha mencari suaka ke Australia. Mereka melakukan protes sambil bertelanjang dada di pusat kota Sydney pada hari Kamis (10/1) pagi. Rahaf Mohammed Alqunun, seorang wanita Saudi berusia 18 tahun melarikan diri dari keluarganya yang diduga melakukan penganiayaan dan mencoba melakukan pernikahan paksa.

Oleh: Trevor Marshallsea (Associated Press)

Baca Juga: Ulama: ‘Wanita Saudi Tidak Perlu Mengenakan Abaya’

Empat wanita mengadakan protes bertelanjang dada di Sydney pada Kamis (10/1) untuk mendukung wanita Saudi yang melarikan diri, Rahaf Mohammed Alqunun, seiring Australia mulai mempertimbangkan upaya Alqunun untuk menetap di negara itu sebagai pengungsi.

Alqunun pada Rabu (9/1) dianggap sebagai pengungsi oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), setelah ditahan di Bangkok dalam perjalanan ke Australia. Wanita berusia 18 tahun itu mempublikasikan kasusnya melalui media sosial, setelah melindungi dirinya di kamar hotel Bangkok, mengatakan bahwa dia khawatir akan keselamatannya jika dikirim kembali ke keluarganya di Arab Saudi.

Di pusat kota Sydney pada Kamis (10/1) pagi, empat wanita—hanya mengenakan celana jins dan menyebut diri mereka Secret Sisterhood—memprotes di luar gedung perumahan Konsulat Saudi, menyerukan Australia untuk memberikan status tinggal kepada Alqunun.

Dengan “Secret Sisterhood” tertulis di punggung mereka, para wanita ini memegang papan dengan pesan termasuk “Biarkan dia masuk,” ″Pahlawan Sisterhood Rahaf” dan “Semua wanita bebas+aman.”

Pendiri Secret Sisterhood Jacquie Love, mengatakan bahwa protes itu diadakan untuk mendesak pemerintah Australia untuk mengakui penderitaan Alqunun, dan penderitaan perempuan di mana pun mereka berada.

“Kami di sini untuk mendorong mereka agar mengizinkannya masuk,” kata Love. “Dia telah diakui oleh PBB sebagai pengungsi sehingga kami percaya pemerintah Australia perlu meningkatkan, mengakui penderitaannya, dan mengakui apa yang telah ia lalui, dan ia bisa menjadi ikon bagi seluruh dunia bahwa perempuan tidak seharusnya ditekan, dan mereka harus melarikan diri dari negara-negara tempat mereka tertindas.”

“Kami memutuskan untuk telanjang dada karena kami percaya bahwa semua wanita harus dapat mengekspresikan diri mereka secara bebas dan aman, dan kami ingin mengirim pesan kepada Rahaf bahwa kami benar-benar dapat melakukan itu di Australia, bahwa wanita sebenarnya bisa bebas dan aman,” kata Love.

Secret Sisterhood juga telah membuat akun GoFundMe, yang telah mengumpulkan $2.290 dolar untuk Alqunun pada Kamis (10/1) pagi.

Kasus Alqunun telah menyoroti hak-hak perempuan di Arab Saudi. Beberapa perempuan Saudi yang melarikan diri dari pelecehan oleh keluarga mereka telah tertangkap ketika berusaha mencari suaka di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, dan kembali ke rumah. Para aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa banyak kasus serupa tidak dilaporkan.

Setelah membuat kampanye untuk bantuan di Twitter dari hotel bandara Bangkok-nya, Alqunun diizinkan untuk sementara waktu tinggal di Thailand di bawah perlindungan badan pengungsi PBB, yang memutuskan bahwa klaimnya atas suaka valid, dan merujuk kasusnya ke Australia. Setelah keputusan itu, Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan akan “mempertimbangkan rujukan ini dengan cara yang biasa, seperti halnya dengan semua rujukan UNHCR.”

Ayah Alqunun tiba di Bangkok pada Selasa (8/1), tetapi putrinya menolak untuk bertemu dengannya.

Kepala Polisi Imigrasi Thailand Letnan Jenderal Surpate Hakparn mengatakan bahwa ayah itu—yang namanya belum dirilis—membantah secara fisik menyalahgunakan Alqunun atau mencoba memaksanya menikah dalam perjodohan, yang merupakan salah satu alasan Alqunun melarikan diri.

Surachate mengatakan bahwa ayah Alqunun menginginkan putrinya kembali, tetapi menghormati keputusannya. Surachate menggambarkan ayahnya sebagai seorang gubernur di Arab Saudi.

“Dia punya 10 anak. Dia mengatakan bahwa anak perempuan itu kadang-kadang merasa diabaikan,” kata Surachate. “Tapi dia tidak memberikan rinciannya.”

Sebelum keputusan badan PBB tersebut untuk merujuk kasusnya ke Australia, Menteri Dalam Negeri negara itu Peter Dutton mengatakan bahwa tidak akan ada “perlakuan khusus” untuknya.

Namun, Menteri Kesehatan Greg Hunt—yang juga berbicara sebelum keputusan PBB tersebut—mengatakan: “Jika dia diketahui sebagai pengungsi, maka kami akan memberikan pertimbangan yang sangat, sangat, sangat serius untuk visa kemanusiaan.”

Baca Juga: Wanita Arab Saudi Kini Terima Konfirmasi Cerai Lewat SMS

Keterangan foto utama: Dalam gambar yang diambil dari video ini, para pengunjuk rasa wanita berbaris dengan membawa tanda, di luar gedung perumahan Konsulat Saudi di Sydney, Kamis, 10 Januari 2019. Empat wanita mengadakan protes topless di Sydney pada hari Kamis untuk mendukung wanita Saudi yang melarikan diri Rahaf Mohammed Alqunun, seiring Australia mulai mempertimbangkan upaya Alqunun untuk menetap di negara itu sebagai pengungsi. (Foto: Australia Broadcast Corporation via AP)

Dukung Wanita Saudi yang Melarikan Diri, Wanita Australia Protes Telanjang Dada

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top