Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf
Titik Balik

Dukungan Ahok Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, dapat memperoleh keuntungan dari pergantian generasi di antara pemberi suara dalam pemilu Indonesia, jika ia memutuskan untuk kembali terjun di dunia politik. (Foto: Reuters)
Berita Internasional >> Dukungan Ahok Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Hari Kamis, 24 Januari 2019, mantan gubernur DKI Jakarta yang dipenjara karena kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bebas. Menjelang bebasnya Ahok, pertanyaan dan polemik kembali muncul seputar perannya dalam Pilpres 2019. Akankah Ahok merapat ke kubu Jokowi, dan jika iya, akankah Ahok mampu menaikan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada pemilihan bulan April mendatang?

Baca juga: Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Oleh: Mata Mata Politik

Menurut pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok punya empat pilihan jika ingin kembali ke dunia politik: mendukung Jokowi-Ma’ruf, mendukung Prabowo-Sandi, netral atau abstain. Menurutnya, Ahok masih punya potensi netral, karena dahulu dia pernah menolah didukung parpol sewaktu maju di Pilkada DKI Jakarta. Namun akhirnya, Ahok pun memanfaatkan dukungan partai.

Namun kemungkinan Ahok berlabuh di kubu Prabowo Subianto amat kecil, karena kubu tersebut dipenuhi lawan politiknya yang masih menunjukan sikap anti terhadap penista agama. Karena itulah, kemungkinan Ahok mendekat ke kubu petahana lebih besar. Hal ini ditegaskan Ruhut Sitompul pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Tapi pertanyaannya, apakah bebasnya Ahok mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi? Beberapa pengamat mengatakan tidak.

Said mengatakan dalam tulisannya di Rmol.co, dukungan Ahok kemungkinan besar tak akan memberi pengaruh signifikan terhadap elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. Sebabnya adalah, para pendukung Ahok sejak awal memang sudah condong kepada petahana, walaupun sebagian ‘Ahokers’ dibuat galau dengan pemilihan Ma’ruf Amin sebagai cawapres pasangan Jokowi.

Menurut Said, tanpa dukungan dari Ahok sekalipun, para pendukung Ahok tetap akan merapat kepada paslon nomor 01, seperti yang sudah terlihat dalam hasil survei. Malahan, menurut dia, dukungan Ahok bisa berubah jadi kerugian jika terdakwa kasus penistaan agama tersebut kembali “berulah.”

Said khawatir, jika Ahok—yang merupakan politikus kontroversial—kembali menyinggung isu-isu sensitif, swing voters akan mengalihkan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Baca juga: Kasus Penistaan Agama, Akankah Grace Natalie Jadi Ahok Berikutnya?

Selain Said, peneliti Adi Prayitno dari The Political Literacy, menilai dukungan Ahok yang terus difabrikasi politikus PDI Perjuangan akan kontraproduktif bagi perolehan suara Jokowi. Dukungan Ahok, menurut dia, berpotensi menimbulkan kekecewaan dari pendukung Ma’ruf saat aksi unjuk rasa 411 dan 212 di Monas pada 2016 lalu.

“Tak semua pendukung Kiai Ma’ruf itu (anggota) NU (Nahdlatul Ulama). Banyak Muslim yang mendukung Kiai Ma’ruf itu anti-Ahok,” kata Adi kepada Tirto.id tahun lalu.

Menurut Adi, jika dukungan Ahok tak dikelola dengan baik, itu bisa jadi bumerang yang menyeret kembali mencitrakan Jokowi sebagai pembela penista agama seperti 2017 lalu. Karenanya, strategi Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin untuk mendulang suara Muslim bisa jadi tidak akan berdampak signifikan; malah bisa memberkuat dukungan kaum Muslim 212 untuk paslon Prabowo-Sandi.

Lalu apakah bebasnya Ahok—dan dukungan darinya—benar-benar akan menurunkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf? Tentu hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Keterangan foto utama: Mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok. (Foto: Reuters)

Dukungan Ahok Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top