Kurdi
Timur Tengah

Erdogan: John Bolton Salah Mengenai Pejuang Kurdi Suriah

Berita Internasional >> Erdogan: John Bolton Salah Mengenai Pejuang Kurdi Suriah

John Bolton tidak berhasil bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Turki. Dikabarkan terdapat perselisihan antara keduanya sehubungan tentang penanganan kelompok pejuang Kurdi. Erdogan mengatakan bahwa AS tidak mengenal Kurdi dan memberikan perlindungan bagi mereka adalah “kesalahan besar”.

Oleh: Umut Uras (Al Jazeera)

Baca Juga: AS Pergi, Pasukan Suriah Bergerak Lindungi Kurdi dari Serangan Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (8/1) mengecam komentar oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS), yang mendesak perlindungan bagi sekutu Kurdi, sebagai “kesalahan besar”.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengadakan perundingan di Ankara dengan juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin dan pejabat lainnya tentang penanganan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah utara dan penarikan pasukan AS di sana.

Jumpa pers bersama yang telah direncanakan sebelumnya tiba-tiba dibatalkan dan Bolton dijadwalkan akan meninggalkan Turki  tanpa bertemu Erdogan diduga karena perselisihan tentang para pejuang Kurdi.

Selama kunjungannya ke Israel pada hari Minggu (6/1), Bolton menetapkan syarat untuk penarikan AS dari Suriah yang mencakup Turki menjamin keamanan milisi Kurdi yang mempelopori perang melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS).

“Kami tidak dapat menerima syarat yang diajukan Bolton, kami tidak akan tertipu olehnya,” kata Erdogan dalam pidatonya di hadapan para deputi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party).

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah bulan lalu dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak politisi di pemerintahan AS serta sekutu Barat dan pejuang Kurdi yang bertempur bersama AS di negara yang dilanda perang.

Kritik Turki

Turki telah lama mengecam AS karena hubungan militernya dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah.

Turki menganggap para YPG dan sayap politiknya, Kurdi Demokrat Uni Partai (PYD), sebagai “kelompok teroris” yang memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), partai terlarang di Turki. Namun, YPG telah menjadi sekutu utama AS dalam perang melawan ISIL di Suriah selama beberapa tahun.

“AS tampaknya tidak mengenal mereka,” kata Erdogan. “Organisasi-organisasi teror ini tidak mewakili saudara-saudara Kurdi saya. Jika AS melihat kelompok-kelompok ini sebagai (perwakilan) saudara-saudara Kurdi saya, mereka salah besar.”

Erdogan menegaskan bahwa dia dan Trump telah mencapai kesepakatan yang jelas pada Desember lalu atas penarikan pasukan AS dari Suriah, sebagai imbalan bagi Turki yang harus mengurus sisa ancaman ISIL di negara yang dilanda perang itu.

“Saya berjanji kepadanya untuk mengambil semua elemen inisiatif yang diperlukan atas masalah ini. Namun, orang-orang di berbagai tingkat di pemerintahan AS mulai mengatakan hal-hal yang berbeda setelah itu.”

Pemimpin Turki itu juga mengatakan negaranya telah menyelesaikan persiapan untuk operasi militer baru di Suriah.

Sinan Ulgen, ketua Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri yang berbasis di Istanbul,  mengatakan pernyataan Erdogan mencerminkan kekecewaan di Ankara atas komentar Bolton tentang rencana penarikan AS dan masa depan YPG.

“Sejak pembicaraan antara Erdogan dan Trump, AS telah mengubah jadwal penarikan dan persyaratan penarikan, termasuk yang menyangkut YPG, yang paling penting bagi Turki,” katanya kepada Al Jazeera.

“Trump tampaknya telah diyakinkan oleh orang-orang di sekitarnya dan menyetujui posisi baru ini untuk saat ini.  Karena itu, ketegangan lebih lanjut mungkin akan muncul dalam waktu dekat antara kedua belah pihak.”

Kemudian pada hari Selasa (8/1), Kalin, mengulang pernyataan Erdogan, mengatakan Turki jengkel setelah pernyataan AS yang mengaitkan Kurdi Suriah dengan PYD, YPG dan PKK.

Juru bicara kepresidenan juga mengatakan Turki tidak akan meminta izin AS untuk melakukan operasi militer di dalam wilayah Suriah dan tidak akan mengizinkan penarikan pasukan AS untuk menciptakan peluang baru bagi kelompok-kelompok “teroris”.

“Kami senang dengan keputusan Trump untuk menarik diri (dari Suriah). Namun, harus diperjelas struktur seperti apa yang akan ditinggalkan, dan apa yang akan terjadi pada pangkalan militer AS dan senjata yang diberikan (kepada YPG),” dia berkata.

Baca Juga: Tinggalkan Kurdi di Suriah, AS Kirim Pesan Buruk untuk Sekutu Asia Timur

‘Diskusi produktif’

Terlepas dari komentar negatif Erdogan, Garrett  Marquis—juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS—mengatakan pada hari Selasa (8/1) bahwa Bolton dan Kalin melakukan diskusi yang produktif mengenai keputusan AS untuk menarik diri dari Suriah dan telah mengidentifikasi masalah lebih lanjut untuk dialog selanjutnya.

Dalam sebuah artikel op-ed di The New York Times, Senin (7/1), Erdogan memuji keputusan Trump untuk menarik diri dari Suriah. Namun, ia menambahkan bahwa proses tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan “mitra yang tepat” untuk melindungi kepentingan AS, masyarakat internasional dan rakyat Suriah.

Pada awalnya, keputusan Trump untuk menarik pasukan akan dilakukan dengan segera, tetapi jadwal menjadi tidak jelas dalam minggu-minggu setelah pengumumannya.

Prancis, Inggris, dan kelompok-kelompok bersenjata setempat memperingatkan bahwa ISIL belum sepenuhnya dikalahkan. Keputusan itu juga mendorong  pengunduran diri kepala pertahanan Amerika, James Mattis.

Selanjutnya, para pejabat AS menjelaskan penarikan itu tidak akan terjadi dengan cepat dan akan berlangsung dengan tertib, karena Gedung Putih menghadapi reaksi keras dari anggota Kongres.

Menurut Ulgen, Turki masih memegang kartu as dalam negosiasi atas proses penarikan AS.

“Jika AS ingin Turki memiliki peran yang lebih besar dalam perang melawan ISIL setelah penarikan, lingkungan di Suriah utara harus menjamin keselamatan militer Turki. Dan ini hanya dapat dibangun dengan memberikan konsesi kepada Turki atas YPG,” dia berkata.

“AS tidak dapat memblokir Turki karena masalah YPG dan meminta Turki untuk menangani lebih banyak beban dalam perang melawan ISIL.”

Keterangan foto utama: Para pejuang Suriah yang didukung Turki berkumpul di daerah di luar kota Manbij di Suriah utara, pada 28 Desember. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Bakr Alkasem)

Erdogan: John Bolton Salah Mengenai Pejuang Kurdi Suriah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top