Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat pertemuan Partai AK yang berkuasa di Parlemen di Ankara, Turki 10 April 2018. (Foto: Istana Kepresidenan/Handout via Reuters/Murat Cetinmuhurdar)
Timur Tengah

Erdogan: Serangan Aliansi Amerika atas Rezim Suriah Memang Perlu Dilakukan

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat pertemuan Partai AK yang berkuasa di Parlemen di Ankara, Turki 10 April 2018. (Foto: Istana Kepresidenan/Handout via Reuters/Murat Cetinmuhurdar)
Home » Featured » Timur Tengah » Erdogan: Serangan Aliansi Amerika atas Rezim Suriah Memang Perlu Dilakukan

Menurut Turki, serangan aliansi Amerika atas rezim Suriah adalah “langkah yang tepat,” untuk menghukum Suriah atas dugaan serangan menggunakan senjata kimia, menyebabkan meninggalnya puluhan orang. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan dukungannya terhadap operasi gabungan yang dilancarkan ke Suriah.

    Baca juga: Kirim Pesan Membingungkan di Suriah, Trump dan Amerika Dikecam Turki

Oleh: Hurriyet Daily News

Pada 14 April 2018 lalu, Turki menyambut baik serangan aliansi Amerika yang mencoba menyerang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, karena mereka menganggap bahwa upaya tersebut merupakan “langkah yang tepat” untuk menghukum Suriah atas tindakan mereka, yang diduga telah melakukan serangan menggunakan senjata kimia, menyebabkan meninggalnya puluhan orang.

“Kami menyambut baik operasi ini yang mana telah menenangkan hati nurani manusia dalam menghadapi serangan di Douma, yang sebagian besar diduga telah dilakukan oleh rezim, ” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis melancarkan serangkaian serangan aliansi Amerika kepada rezim Assad pada 14 April, seminggu setelah serangan gas mematikan yang diduga telah dilancarkan ke daerah Douma di pinggiran Damaskus yang dikuasai oleh pemberontak.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa serangan aliansi Amerika tersebut menggunakan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia, yang tanpa pilih juga menyerang penduduk sipil, “merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan” dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman.

“Rezim pemerintah Suriah, yang telah menjadi tirani bagi rakyat mereka sendiri selama lebih dari tujuh tahun, dengan senjata konvensional dan senjata kimia mereka, memiliki catatan sejarah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang,” kata Menteri Turki tersebut.

“Tidak diragukan lagi bahwa komunitas internasional akan merasa lega dengan hal ini,” tambahnya.

Berbicara kepada massa yang berada di Wilayah Fatih di Istanbul, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan dukungannya terhadap operasi gabungan yang dilancarkan ke Suriah.

“Kami memandang operasi ini perlu dilakukan,” kata Erdogan, menyambut baik serangan udara yang dilakukan.

“Dengan adanya operasi gabungan oleh AS, Inggris, dan Prancis pada hari Sabtu (14/4), rezim di Suriah akan menerima pesan bahwa pembantaian yang mereka lakukan tidak akan dibiarkan,” kata Erdogan kepada pendukung Partai AK dalam pertemuan di Istanbul.

    Baca juga: Perang Suriah: Trump Tantang Aliansi Rusia-Turki-Iran

“Penduduk Suriah yang tidak bersalah seharusnya mendapatkan bantuan semenjak lama,” tambahnya.

Berbicara pada kongres reguler keenam yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Istanbul, Perdana Menteri Binali Yıldırım juga menyatakan pandangannya, mengatakan “ini adalah langkah positif,” mengacu pada serangan gabungan di Suriah.

‘Tak terbayangkan jika tak ada reaksi atas rezim Suriah’

“Penggunaan senjata kimia merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Ibrahim Kalin, yang merupakan juru bicara kepresidenan, dalam sebuah pernyataan pada 14 April.

“Tidak dapat dibayangkan bagaimana jadinya bagi komunitas internasional bila tidak ada bentuk hukuman yang dilakukan kepada rezim Suriah, yang nampaknya telah melakukan serangan menggunakan senjata kimia di Douma pada 7 April. Para pelaku serangan keji itu harus bertanggung jawab atas tindakan mereka. Kami mendesak komunitas internasional untuk bersatu dan mencegah serangan menggunakan senjata kimia di masa depan.”

Turki merupakan pihak yang kritis terhadap rezim Assad di Damaskus dan mendukung para pemberontak di Suriah atas upaya kudeta yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, negara itu telah bekerja erat dengan Rusia untuk mewujudkan solusi politik di Suriah meskipun Pemerintah Rusia tetap merupakan sekutu utama rezim itu.

Turki mendapat informasi sebelum serangan dilancarkan

Sementara itu, Wakil dan Juru Bicara dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Mahir Ünal, mengatakan bahwa Turki mendapatkan pemberitahuan mengenai operasi sebelum serangan tersebut dilancarkan pada 14 April, kepada penyiar swasta CNN Türk.

“Ini adalah peringatan serius terhadap penggunaan senjata kimia,” kata Ünal.

Pangkalan militer Incirlik tidak digunakan

“Kepala Staf Turki dan AS telah berkomunikasi mengenai kemungkinan perintah yang dilayangkan (Recep Tayyip Erdoğan) dan Trump,” kata Bekir Bozdağ, Wakil Perdana Menteri Turki.

“Pangkalan Incirlik tidak digunakan (dalam penyerangan),” tambah Bozdağ, mengacu pada pangkalan udara militer AS yang ditempatkan di provinsi Adana di selatan Turki.

Erdoğan berbicara dengan May mengenai Suriah

Erdoğan berbicara dengan Perdana Menteri Inggris dalam sebuah sambungan telepon untuk mendiskusikan perkembangan terakhir Suriah pada 14 Parik, menurut laporan Agensi Berita Doğan.

“Erdoğan menyoroti pentingnya tidak meningkatkan ketegangan di Suriah lebih jauh (kepada Theresa May),” tulis laporan itu.

Keterangan foto utama: Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara saat pertemuan Partai AK yang berkuasa di Parlemen di Ankara, Turki 10 April 2018. (Foto: Istana Kepresidenan/Handout via Reuters/Murat Cetinmuhurdar)

Erdogan: Serangan Aliansi Amerika atas Rezim Suriah Memang Perlu Dilakukan
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top