Facebook Hadapi Penyelidikan oleh Polri atas Pelanggaran Data
Berita Tentang Indonesia

Facebook Hadapi Penyelidikan oleh Polri atas Pelanggaran Data

Home » Berita Tentang Indonesia » Facebook Hadapi Penyelidikan oleh Polri atas Pelanggaran Data

Facebook hadapi penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian Indonesia (Polri), atas pelanggaran undang-undang privasi dan apakah Facebook juga melakukan pelanggaran data pengguna Indonesia dibagi secara ilegal. Menteri Komunikasi Rudiantara sebelumnya mengancam akan menutup Facebook karena masalah ini. Ia juga mengatakan bahwa dia telah mengeluarkan surat peringatan kepada Facebook, dan meminta perusahaan tersebut untuk membagikan hasil audit terkait akses pihak ketiga terhadap informasi pada wadahnya.

    Baca juga: Lupakan Cambridge Analytica. Hukuman Menanti Facebook atas Perannya dalam Genosida dan Perang Etnis

Oleh: Bloomberg/The Straits Times

JAKARTA (BLOOMBERG)—Facebook hadapi penyelidikan polisi mulai menyelidiki apakah perusahaan media sosial tersebut melanggar undang-undang privasi dan memungkinkan pelanggaran data pengguna Indonesia dibagi secara ilegal, hal tersebut berkemungkinan raksasa media sosial tersebut akan dikenai sanksi pidana di Indonesia.

Menteri Komunikasi Indonesia Rudiantara telah meminta Kapolri Tito Karnavian untuk menyelidiki masalah ini, setelah Facebook mengungkapkan pada Kamis (5/4) bahwa informasi pribadi lebih dari satu juta pengguna Facebook Indonesia dapat diperoleh oleh konsultan politik Cambridge Analytica. Menteri itu sebelumnya mengancam akan menutup Facebook karena masalah ini.

Karyawan Facebook di Indonesia juga bisa menghadapi hukuman penjara hingga 12 tahun dan denda sebesar Rp12 miliar jika ditemukan telah melanggar aturan privasi Indonesia.

“Saya menganggap masalah ini serius dan telah mengambil langkah yang diperlukan untuk berkoordinasi dengan penegak hukum, yaitu Kepala Polri,” Menteri Rudiantara—yang seperti kebanyakan orang Indonesia hanya mempunyai satu nama—mengatakan selama wawancara melalui telepon pada Kamis (5/4) malam.

Menteri tersebut, yang mengundang perwakilan Facebook dalam sebuah pertemuan pada Kamis (5/4), mengatakan bahwa dia telah mengeluarkan surat peringatan kepada perusahaan tersebut. Dia juga meminta Facebook untuk membagikan hasil audit terkait akses pihak ketiga atas informasi di platformnya.

“Masalah ini dapat menyebabkan kami untuk memblokir aplikasi tersebut apabila tidak ada hasil atau kemajuan yang memuaskan,” katanya.

Facebook mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk membuat alat privasi lebih mudah ditemukan dan membatasi akses data pada wadahnya.

“Kami akan terus bekerja dengan komisaris privasi dan informasi di seluruh dunia, termasuk Kominfo,” kata juru bicara Facebook, merujuk pada Kementerian Komunikasi Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, pejabat tinggi pengoperasian Sheryl Sandberg mengatakan bahwa beberapa pengiklan telah membatasi pengeluaran dan mengakui timnya akan berusaha untuk meyakinkan para penggunanya yang cemas.

    Baca juga: Krisis Facebook: Tekanan Meningkat Seiring Pemeriksaan Data dan Privasi

“Kami telah melihat beberapa pengiklan berhenti mengiklankan di wadah kami, dan mereka mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan orang lain,” kata Sandberg. “Mereka ingin memastikan apakah mereka dapat menggunakan data dengan aman.”

Dampak dari masalah yang sedang berlangsung atas pelanggaran data besar-besaran ini terjadi setelah perusahaan itu juga mengatakan bahwa data dari 87 juta orang di seluruh dunia mungkin telah dibagikan secara ilegal kepada perusahaan riset yang membantu kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu adalah konfirmasi resmi pertama Facebook dari kemungkinan ruang lingkup kebocoran data, yang sebelumnya diperkirakan di angka sekitar 50 juta.

Sebagai negara berpenduduk 260 juta jiwa dan merupakan negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pengguna media sosial yang produktif dan memiliki lebih dari 115 juta pengguna Facebook. Pemerintah telah menindak keras penggunaan media sosial untuk menyebar berita palsu dan ujaran kebencian.

Keterangan foto utama: Menteri Komunikasi Indonesia Rudiantara mengatakan bahwa dia telah mengeluarkan surat peringatan kepada Facebook, dan meminta perusahaan tersebut untuk membagikan hasil audit terkait akses pihak ketiga terhadap informasi pada wadahnya. (Foto: REUTERS)

Facebook Hadapi Penyelidikan oleh Polri atas Pelanggaran Data
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top