trump dan putin
Eropa

Gagal Bergabung Kembali di G7, Putin Sambut Pertemuan dengan Trump

Home » Featured » Eropa » Gagal Bergabung Kembali di G7, Putin Sambut Pertemuan dengan Trump

Setelah upaya Trump yang gagal untuk memasukkan kembali Rusia ke dalam G7, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ia menyambut pertemuan dengan Trump, kapan pun Amerika siap. “Presiden Amerika Serikat berulang kali mengatakan bahwa dia menganggap pertemuan ini akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya, “dan saya setuju.”

     Baca Juga: Putin: Pasukan Rusia Akan Menetap, Perang Suriah Tingkatkan Kemampuan Militer Kami

Oleh: Andrew Higgins (The New York Times)

Presiden Vladimir V. Putin dari Rusia mengatakan pada Minggu (10/6) selama kunjungannya ke China, bahwa ia akan bertemu Presiden Trump “segera setelah pihak Amerika siap”, tetapi bersikeras bahwa Rusia tidak terburu-buru untuk mendaftar kembali ke Kelompok 7 negara (G-7) karena negaranya sudah termasuk ke dalam kelompok yang dipimpin China yang dia katakan lebih penting.

Bersikap santai terhadap upaya yang gagal oleh Trump agar Rusia diterima kembali ke kelompok diplomatik paling eksklusif di dunia itu, Putin mengatakan bahwa G-7—yang pertemuannya berakhir dengan berantakan pada Sabtu (9/6) di Kanada—mewakili lebih sedikit orang dan memiliki lebih sedikit penghematan ekonomi daripada Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO).

Vladimir Putin berpidato pada akhir pertemuan tahunan para pemimpin kelompok Shanghai tersebut di kota pelabuhan Qingdao China. Organisasi Shanghai itu—yang diprakarsai oleh pemerintah China pada tahun 2001—merupakan alternatif bagi kelompok diplomatik yang didominasi Amerika, di mana kelompok ini meliputi China, Rusia, India, Pakistan, dan negara-negara Asia Tengah.

Negara-negara ini memiliki lebih banyak orang, lebih banyak wilayah, dan Putin mengatakan, lebih banyak negara dengan ekonomi besar ketika hasil dihitung dengan paritas daya beli, daripada G-7, yang merupakan kelompok sekutu Amerika, sebagian besar di Eropa. Negara-negara G-7 dulu mendominasi ekonomi dunia, tetapi kehilangan pengaruh mereka karena ekonomi China dan India melonjak, dan Eropa dan Jepang mengalami stagnasi.

G-7 masih mewakili hampir setengah dari total produk domestik bruto dunia, tetapi telah tergelincir di belakang negara-negara dari Organisasi Kerjasama Shanghai, atau SCO, ketika kekuatan ekonomi diukur dengan menggunakan formula yang menyesuaikan nilai mata uang relatif dan daya beli mereka.

“Benar, G-7 masih lebih kaya dalam pendapatan per kapita, seperti yang mereka katakan, tetapi ekonomi SCO lebih besar, dan populasi mereka juga jauh lebih besar—setengah populasi dunia,” kata Putin kepada para wartawan di Qingdao, menurut transkrip dari pernyataannya yang dikeluarkan oleh Kremlin.

Diusir dari kelompok negara-negara kaya tersebut pada tahun 2014 setelah merebut Krimea dari Ukraina, Rusia telah mencoba untuk mengubah dirinya sebagai kekuatan Asia daripada kekuatan Eropa, meninggalkan visi yang pernah dimiliki oleh Putin dalam ‘ruang ekonomi bersama’ yang membentang dari Lisbon ke Vladivostok.

pertemuan trump dan putin

Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan bilateral mereka di KTT G-20 di Hamburg, Jerman, pada tanggal 7 Juli 2017. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Sebagai bagian dari porosnya ke Timur, Rusia telah memperluas hubungan dengan China dan membangun blok ekonomi dan politik regionalnya sendiri, yang dikenal sebagai Uni Ekonomi Eurasia.

   Baca Juga: Rouhani dan Putin Diskusikan Keluarnya Amerika dari Kesepakatan Nuklir Iran

Pergeseran itu hanya menghasilkan keuntungan ekonomi sederhana, di mana perdagangan dua arah Rusia dengan China masih kurang dari setengah perdagangan dengan Eropa, tetapi itu telah memungkinkan Putin untuk mengurangi isolasi negaranya dari Barat.

Ditanya di Qingdao tentang pertemuan G-7 yang penuh gejolak pada Jumat (8/6) dan Sabtu (9/6) lalu di Kanada, Vladimir Putin berfokus pada keretakan antara Eropa dan Amerika Serikat tentang tarif, yang katanya “lebih signifikan daripada ledakan emosi.”

“Sejauh yang saya tahu, Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan mengatur pasokan tambahan peralatan otomotif di pasar AS,” katanya. “Ini masalah serius. Ini benar-benar dapat merugikan kepentingan ekonomi di banyak negara, terutama Eropa, tentu saja.”

Tapi, berbeda dengan sekutu Amerika, Presiden Rusia menyatakan pengertiannya atas keputusan Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menandatangani pernyataan akhir pertemuan G-7.

Mengingat bahwa Rusia dan anggota Uni Eropa Eurasia lainnya “juga memiliki perselisihan dan tidak sepakat untuk menandatangani semuanya pada saat yang bersamaan,” dia tidak menunjukkan kemarahannya atas diplomasi Trump yang tidak diplomatik: “Kita dapat melihat bahwa ada masalah internal di sana. Yah, memang begitu.”

Dia juga mengatakan bahwa dia setuju dengan Trump tentang perlunya pertemuan antara para pemimpin Rusia dan Amerika Serikat.

“Presiden Amerika Serikat berulang kali mengatakan bahwa dia menganggap pertemuan ini akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya, “dan saya setuju.”

Putin mengatakan bahwa selama percakapan telepon terakhirnya dengan Presiden Amerika, Trump “menyatakan kekhawatirannya tentang ancaman perlombaan senjata baru.”

Keterangan foto utama: Presiden Vladimir V. Putin dan Presiden Xi Jinping pada upacara penandatanganan di pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai di China pada Minggu (10/6). (Foto: EPA/Shutterstock/Wu Hong)

Gagal Bergabung Kembali di G7, Putin Sambut Pertemuan dengan Trump
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top