Jokowi-Ma'ruf Amin : Ada untuk Perkecil Peluang Politik Identitas
Berita Tentang Indonesia

Gandeng Ulama, Jokowi Perkecil Peluang Politik Identitas

Presiden Indonesia Joko Widodo (tengah) tiba untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin partai koalisi di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 9 Agustus 2018. (Foto: Antara Foto/Reuters/Galih Pradipta)
Home » Berita Tentang Indonesia » Gandeng Ulama, Jokowi Perkecil Peluang Politik Identitas

Setelah memilih Ketua MUI Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya, Jokowi disebut-sebut berupaya memperkecil peluang adanya politik identitas. “Dengan memilih seorang tokoh agama, Jokowi ingin meminimalkan masalah ras, etnis, dan agama apa pun,” kata Arya Fernandes, seorang analis di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta. “Jokowi memiliki kekhawatiran atas isu-isu yang berkaitan dengan identitas.” Oleh karenanya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini ada.

Oleh: Rieka Rahadiana, Fathiya Dahrul, dan Viriya Singgih (Bloomberg)

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Dituduh Setor Rp 500 M ke PAN dan PKS

Presiden Indonesia Joko Widodo memilih Ma’ruf Amin—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)—sebagai pasangannya untuk pemilu tahun depan, yang mengatur kembali pertempuran tahun 2014 bersama mantan jenderal Prabowo Subianto.

Amin dipilih karena pengalamannya yang luas dalam urusan agama dan politik, dan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin itu telah mendaftarkan pencalonan diri mereka pada Jumat (10/8). Pasangan ini akan melawan Prabowo Subianto, yang memimpin partai oposisi utama Indonesia, Gerindra, dan berpasangan dengan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno.

Ulama berusia 75 tahun yang dipilih Jokowi dan berasal dari organisasi Muslim paling berpengaruh di Indonesia tersebut, akan meningkatkan prospek pemilihan kembali Jokowi dan dapat menggagalkan potensi upaya oleh oposisi untuk mempengaruhi para pemilih dengan alasan agama.

Jokowi terus memimpin dalam jajak pendapat, dan berpasangan dengan Amin dapat membantunya membangun margin di antara pemilih Muslim yang lebih konservatif di negara itu.

“Dengan memilih seorang tokoh agama, Jokowi ingin meminimalkan masalah ras, etnis, dan agama apa pun,” kata Arya Fernandes, seorang analis di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta. “Jokowi memiliki kekhawatiran atas isu-isu yang berkaitan dengan identitas.”

Pemilu Gubernur Jakarta pada tahun lalu dirusak oleh ketegangan sektarian dan protes massa yang turun ke jalan, di mana Anies Baswedan dan Sandiaga Uno—yang didukung oleh Prabowo—memenangkan pemilu tersebut. Basuki Tjahaja Purnama—yang dikenal sebagai Ahok, sekutu Jokowi—kemudian dipenjara setelah dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama.

‘Saya Merasa Jijik’: Di Balik Pabrik Akun Twitter Palsu Indonesia

Warga Muslim mendemo Ahok saat demonstrasi pada tahun 2016. (Foto: EPA/Mast Irham)

Organisasi Islam

Amin adalah seorang ulama Islam dan mengepalai Majelis Ulama Indonesia. Dia juga ketua dewan penasihat Nahdlatul Ulama—organisasi Islam terbesar di negara itu dengan sekitar 140 juta anggota.

Jokowi telah memperoleh dukungan dari setidaknya enam partai besar, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan mantan partai yang berkuasa, Golkar. Pria berusia 57 tahun ini telah bekerja keras untuk mempertahankan citranya sebagai “presiden rakyat”, yang membantu mendorongnya ke posisi teratas. Aliansinya juga mengendalikan lebih dari 60 persen di parlemen.

Walau pendaftaran kandidat ditutup pada Jumat (10/8), namun kampanye resmi akan dimulai pada bulan September, dan pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 17 April mendatang.

Fokus Ekonomi

Perekonomian Indonesia telah meningkat sekitar 5 persen di bawah kepemimpinan Jokowi, dengan tingkat pengangguran jatuh hingga titik terendah selama dua dekade. Presiden tersebut juga telah dipuji karena program infrastruktur besar-besaran dan agenda reformasinya yang membantu mengamankan peningkatan peringkat pemerintah dan investasi yang sangat dibutuhkan.

Jokowi mengatakan bahwa dia akan fokus mengembangkan Indonesia dengan cara yang “adil dan setara” jika terpilih lagi. Menyebut Amin sebagai seorang pemimpin agama yang bijaksana, Jokowi mengatakan bahwa pengalaman sebagai legislator dan sebagai penasihat presiden akan melengkapi kekuatannya.

Baca Juga: Nama Cawapres Diumumkan, Koalisi Oposisi Dilanda Keributan

Indonesia—negara terpadat keempat dengan 262 juta penduduk—juga merupakan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia. Tetapi negara itu memiliki lebih dari 25 juta orang yang hidup dalam kemiskinan, menurut Bank Dunia.

Pasangan Prabowo-Sandiaga berjanji untuk mengupayakan distribusi kekayaan yang lebih merata, penciptaan lapangan kerja, dan memastikan harga makanan yang terjangkau sambil mempercepat pembangunan negara.

Pertempuran Jokowi untuk Kursi Kepresidenan Dimulai dari Pilkada

Presiden Joko Widodo. (Foto: Getty Images/Hagen Hopkins)

Orang luar

Jokowi—presiden pertama yang datang dari luar elit politik atau militer—sering menghadapi pertanyaan tentang kredensial Islamnya. Beberapa hari sebelum pemilu tahun 2014, Jokowi pergi ke kota suci Mekkah, setelah dia menangkis tuduhan atas agama dan etnisnya selama kampanye. Itu sesuatu yang dia pertimbangkan saat memilih Amin.

“Kelemahan terbesar Jokowi adalah persepsi tentang dia bahwa dia anti-Islam,” kata Achmad Sukarsono, seorang analis Control Risks yang berbasis di Singapura. “Dengan memilih Amin, Jokowi menunjukkan bahwa dia adalah seorang Muslim dan berjuang untuk kepentingan Muslim. Dengan melakukan itu, dia berharap akan mendapatkan suara masyarakat Muslim.”

Jokowi yang memilih seorang ulama juga mungkin dipuji oleh para investor, karena mereka tidak perlu khawatir tentang isu-isu agama dan etnis, yang sering menjadi pengalih perhatian bagi presiden saat mengejar reformasi ekonomi, menurut Lana Soelistianingsih, kepala ekonom di Samuel Sekuritas.

“Landasan ekonomi Jokowi tidak akan berubah banyak,” kata Soelistianingsih. “Para investor mungkin akan menghargai Ma’ruf jika dia mampu mengatasi masalah agama dan etnis yang telah mengkhawatirkan mereka selama ini. Ini akan menciptakan stabilitas, sesuatu yang para investor rindukan.”

Keterangan foto utama: Presiden Indonesia Joko Widodo (tengah) tiba untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin partai koalisi di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 9 Agustus 2018. (Foto: Antara Foto/Reuters/Galih Pradipta)

Gandeng Ulama, Jokowi Perkecil Peluang Politik Identitas
1 Comment

1 Comment

  1. Anggi Oktaviani

    August 11, 2018 at 5:18 pm

    #2019GantiPresiden

Beri Tanggapan!

To Top