Rupiah
Asia

Goldman: Rupiah Akan Kalahkan Rupee dalam Pertempuran Investasi Bunga-Tinggi

Berita Internasional >> Goldman: Rupiah Akan Kalahkan Rupee dalam Pertempuran Investasi Bunga-Tinggi

Performa rupiah Indonesia akan lebih baik dibanding rupee India di awal 2019 ini. Rupiah telah mengawali tahun baru yang melampaui semua negara-negara Asia dengan hampir 2 persen menguat terhadap dolar ke level terkuat dalam 6 bulan. Mata uang India adalah salah satu dengan kinerja terburuk di kawasan ini, turun hampir setengah persen, perputaran tajam dari kuartal keempat setelah India berada di posisi teratas.

Oleh: Patricia Lui (Bloomberg)

Rupiah Indonesia diperkirakan akan mengungguli rupee India, berkat dampak yang berbeda dari harga minyak, aliran portofolio dan sensitivitas kebijakan moneter terhadap bank sentral AS, Federal Reserve, menurut Goldman Sachs Group Inc.

“Meskipun India dan Indonesia biasanya terpukul bersama di bawah mata uang Asia yang berbunga tinggi (high-yield), ada beberapa perbedaan utama dalam struktur kedua ekonomi yang dapat membedakan kinerja pasar mereka dan menciptakan peluang investasi,” menurut para ekonom termasuk Nupur Gupta dan Jonathan Sequeira.

Indonesia adalah eksportir komoditas netto karena ekspor batu bara, dan harga komoditas yang lebih tinggi akan membantu keseimbangan fiskal dan merugikan India.

Alur portofolio Indonesia lebih didominasi oleh obligasi daripada ekuitas, dan catatannya harus unggul mengingat berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS, harga Bank Indonesia yang relatif lebih agresif, dan dinamika penawaran/permintaan yang lebih baik karena defisit fiskal yang lebih rendah.

Bank Indonesia (BI) lebih sensitif terhadap Federal Reserve daripada Reserve Bank of India (RBI), setelah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 175 basis poin pada tahun 2018 setelah empat kenaikan suku bunga AS. RBI meningkat hanya dengan 50 basis poin.

Rupiah telah mengawali tahun baru yang melampaui semua negara-negara Asia dengan hampir 2 persen menguat terhadap dolar ke level terkuat dalam 6 bulan. Mata uang India adalah salah satu dengan kinerja terburuk di kawasan ini, turun hampir setengah persen, perputaran tajam dari kuartal keempat setelah India berada di posisi teratas.

“Performa terkini dari rupee dan pasar obligasi India didorong oleh penurunan tajam harga minyak pada 4Q 2018,” tulis para ekonom. “Dengan harga minyak yang cenderung naik atau stabil dalam waktu dekat, kami pikir kinerja rupee baru-baru ini atas rupiah telah berlebihan dan rupiah siap untuk mengungguli rupee.”

Selain itu, India menghadapi hasil yang kurang dapat diprediksi pada pemilihan umum tahun ini dibandingkan dengan Indonesia di mana Presiden Joko Widodo diperkirakan akan memenangkan periode kedua, menurut Goldman. Ini akan berdampak pada aliran modal negara dan kinerja mata uang, katanya.

Keterangan foto utama: Rupiah Indonesia. (Foto: AFP)

Goldman: Rupiah Akan Kalahkan Rupee dalam Pertempuran Investasi Bunga-Tinggi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top