Gubernur Bali Minta Maaf Soal Kekeliruan Pengungsi Gunung Agung
Berita Politik Indonesia

Gubernur Bali Minta Maaf Soal Kekeliruan Pengungsi Gunung Agung

Petani Bali dengan latar Gunung Agung. Wilayah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi adalah wilayah dengan lahan pertanian yang paling subur. (Foto: Reuters/Darren Whiteside)
Berita Internasional >> Gubernur Bali Minta Maaf Soal Kekeliruan Pengungsi Gunung Agung

Gubernur Bali Made Pastika telah memerintahkan puluhan ribu pengungsi yang tidak berasal dari zona bahaya untuk pulang ke rumah masing-masing, dan mengancam untuk memotong gaji PNS jika mereka tinggal di kamp pengungsian. Namun ternyata dia salah.

Oleh: Adam Harvey (ABC News)

Gubernur Bali Made Pastika

Gubernur Bali Made Pastika. (Foto: Metro Bali)

Seminggu setelah mendesak puluhan ribu pengungsi gunung berapi Agung untuk pulang, Gubernur Bali mengatakan bahwa dia salah perhitungan, dan kamp-kamp tersebut sebenarnya penuh dengan pengungsi sungguhan.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika pekan lalu mengatakan sekitar setengah dari 150.000 pengungsi dari gunung berapi Gunung Agung yang megah di Bali tidak perlu berada di tempat penampungan darurat karena desa mereka tidak berisiko terkena dampak letusan.

Sekarang Pak Pastika mengatakan bahwa informasi itu salah—dan jumlah pengungsi yang resmi dari 28 desa yang terancam jauh lebih tinggi daripada yang dipikirkannya sebelumnya.

“Saya minta maaf, saya mendapatkan informasi yang salah tentang jumlah orang yang tinggal di 28 desa,” katanya.

“Dari 28 desa, jumlah pengungsi seharusnya 185.865 orang, dari 54.788 keluarga.”

Pastika awalnya mengatakan bahwa banyak pengungsi tidak dalam bahaya dan mengungsi karena ketakutan—lalu tinggal di kamp—karena hoax tentang letusan gunung berapi tersebut.

Gubernur Made Pastika pada awalnya mengatakan bahwa banyak pengungsi tidak berada dalam bahaya nyata

Gubernur Made Pastika pada awalnya mengatakan bahwa banyak pengungsi tidak berada dalam bahaya nyata. (Foto: AP/Firdia Lisnawati)

Dia bahkan mengancam pegawai negeri yang tinggal di luar zona bahaya (di luar zona evakuasi 12 kilometer di sekitar Gunung Agung) akan dipotong gaji jika mereka ikut mengungsi, karena dianggap bolos kerja.

Sekitar 30.000 dari 185.000 pengungsi menumpang dengan teman dan keluarga untuk sementara, katanya, dan sisanya tinggal di kamp-kamp evakuasi yang tersebar di seluruh pulau.

Dia mengatakan bahwa pemerintah daerah akan mengeluarkan kartu identitas untuk membantu mengelola krisis dengan lebih baik, yang telah berlangsung selama tiga minggu—tanpa akhir yang bisa diperkirakan.

Gunung Agung masih menyemburkan uap dan diguncang hampir 1.000 gempa setiap hari, dan para ahli vulkanologi mengatakan bahwa gunung itu bisa meletus kapan saja.

Evakuasi daerah sekitar Gunung Agung sebagian didorong oleh pengalaman letusan gunung berapi tahun 1963, ketika lebih dari 1.100 orang terbunuh.

Petani Bali dengan latar Gunung Agung. Wilayah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi adalah wilayah dengan lahan pertanian yang paling subur

Petani Bali dengan latar Gunung Agung. Wilayah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi adalah wilayah dengan lahan pertanian yang paling subur. (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Gubernur Bali Minta Maaf Soal Kekeliruan Pengungsi Gunung Agung

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top