Gubernur Jawa Barat Larang Duel Mengerikan ‘Adu Bagong’
Berita Tentang Indonesia

Gubernur Jawa Barat Larang Duel Mengerikan ‘Adu Bagong’

Seekor anjing dan babi hutan bertarung dalam kontes, atau yang disebut dengan adu bagong, di desa Cikawao di Majalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 24 September 2017. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Home » Berita Tentang Indonesia » Gubernur Jawa Barat Larang Duel Mengerikan ‘Adu Bagong’

Pertunjukan tradisional di Majalaya, Jawa Barat ini mengadu anjing dengan babi hutan, alias adu bagong, mendapat kecaman dari aktivis pecinta satwa. Permainan ini melibatkan taruhan hingga puluhan juta rupiah.

Oleh: Agustinus Beo Da Costa (Reuters)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Indonesia, telah meminta dihentikannya adu bagong—yang mengadu anjing dengan babi hutan—setelah adanya liputan media mengenai pertunjukan teatrikal dan tekanan dari para aktivis peduli satwa, ujar juru bicara gubernur provinsi pada Selasa (7/11).

Seekor anjing dan babi hutan bertarung dalam kontes, atau yang disebut dengan adu bagong, di desa Cikawao di Majalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 24 September 2017.

Seekor anjing dan babi hutan bertarung dalam kontes, atau yang disebut dengan adu bagong, di desa Cikawao di Majalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 24 September 2017. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Pada bulan lalu, Reuters melaporkan bahwa hadiah tunai mencapai $2,000 (sekitar Rp27 juta) akan diberikan kepada anjing yang memenangkan pertarungan, yang disebut oleh penduduk desa sebagai ‘adu bagong’.

Pemilik binatang yang berpartisipasi mengatakan bahwa mereka melihat pertarungan tersebut sebagai cara untuk mengabadikan tradisi daerah, selain itu juga menguji kelincahan dan kemampuan berburu anjing.

“Tidak semua tradisi yang kita miliki baik,” ujar Ade Sukalsah, juru bicara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Jika sebuah tradisi memiliki pengaruh dan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat, maka tradisi tersebut harus dihapuskan atau dilupakan.”

Keputusan Heryawan untuk menghentikan pertarungan ini berdasarkan pada ketentuan hukum pidana Indonesia yang melarang penyiksaan terhadap binatang, ujarnya menambahkan.

Pertunjukan tersebut “memiliki dampak negatif terhadap masyarakat dengan menunjukkan kekejaman, penyiksaan, dan kekerasan terhadap binatang,” ujar Sukalsah.

Pertunjukkan itu juga dijadikan sebagai ajang judi, ujarnya, dan menambahkan bahwa Heryawan telah mengeluarkan surat edaran kepada para pejabat wilayah, dan mendesak polisi dan masyarakat setempat untuk membantu menegakkan hukum.

Sukalsah mengatakan bahwa keputusan tersebut dibuat sebagai tanggapan atas “laporan media dari Reuters, BBC, dan beberapa organisasi non-pemerintah pelindung satwa yang mengirimkan surat kepada kami.”

Praktik ini—yang dimulai pada tahun 1960-an ketika babi hutan diburu untuk melindungi hasil panen—membuat geram para kelompok pelindung satwa, yang membuat petisi online yang menuntut adanya penghentian praktik ini.

Laporan oleh Agustinus Beo Da Costa; Penulisan oleh Fergus Jensen; Penyuntingan oleh Clarence Fernandez

Gubernur Jawa Barat Larang Duel Mengerikan ‘Adu Bagong’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top