Gubernur New York Pelaku Teror Teradikalisasi di Dalam Negeri
Amerika

Gubernur New York: ‘Pelaku Teror Teradikalisasi di dalam Negeri’

Home » Featured » Amerika » Gubernur New York: ‘Pelaku Teror Teradikalisasi di dalam Negeri’

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa pelaku teror di New York teradikalisasi di dalam negeri, dimana pelaku baru mulai mendapatkan informasi mengenai ISIS dan taktik Islam radikal setelah tiba di AS. Pelaku telah diidentifikasi sebagai Sayfullo Habibullaevic Saipov, warga negara Uzbekistan yang datang ke Amerika Serikat secara legal pada tahun 2010. Ia menabrakkan sebuah truk sewaan ke arah para pejalan kaki dan pengendara sepeda di New York pada Selasa (31/10) siang, dan menewaskan delapan orang serta menyebabkan 12 orang luka-luka.

Oleh:  Nicole Chavez dan Holly Yan (CNN)

Gubernur New York Pelaku Teror Teradikalisasi di Dalam Negeri

Para penyelidik bekerja di sekitar truk Home Depot yang rusak, satu hari setelah truk tersebut digunakan untuk melakukan serangan teror di New York, pada tanggal 1 November 2017. (Foto: AFP/Jewel Samad)

(CNN) Hanya butuh seorang pria dan sebuah truk, untuk mengakibatkan serangan teror paling mematikan di New York City sejak 9/11.

Seorang pria berusia 29 tahun menabrak para pengendara sepeda dan para pejalan kaki, hanya beberapa blok dari World Trade Centre pada Selasa (31/10) siang. Sepeda-sepeda yang hancur berserakan di jalan, sementara para petugas medis segera menolong para korban.

Enam korban tewas seketika. Dua lainnya tewas kemudian. Dan lebih dari 12 orang orang lainnya terluka, karena negara tersebut kembali berhadapan dengan serangan teror.

“Ini adalah aksi terorisme, dan aksi teror yang sangat pengecut, yang menyerang para penduduk sipil yang tidak berdosa, masyarakat yang menjalani hidup mereka dan tidak tahu apa-apa mengenai apa yang akan menabrak mereka,” ujar Wali Kota New York Bill de Blasio.

Pelaku telah diidentifikasi sebagai Sayfullo Habibullaevic Saipov, menurut dua sumber penegak hukum. Warga negara Uzbekistan tersebut—yang datang ke Amerika Serikat (AS) secara legal pada tahun 2010—diduga mengendarai sebuah truk sewaan ke arah jalur sepeda yang ramai, menabrakan truk tersebut ke arah bus sekolah, dan keluar dari kendaraannya sambil mengacungkan senjata api imitasi.

Seorang petugas polisi menembak Saipov di perut, namun pelaku tersebut selamat dan menjalani operasi pada Selasa (31/10) malam.

Saipov “teradikalisasi di dalam negeri” di AS, ujar Gubernur Andrew Cuomo pada Rabu (1/11) pagi.

“Bukti yang ada menunjukkan hal tersebut—dan lagi, ini baru beberapa jam, dan penyelidikan masih berjalan—namun setelah ia tiba di Amerika Serikat, ia baru mulai mendapatkan informasi mengenai ISIS dan taktik Islam radikal,” ujar Cuomo.

“Kami belum memiliki bukti adanya perkumpulan, atau rencana lanjutan, atau rencana perkumpulan, dan satu-satunya bukti hingga saat ini adalah bahwa ini adalah insiden yang dilakukan seorang diri.”

Gubernur New York Pelaku Teror Teradikalisasi di Dalam Negeri

Polisi New York di Manhattan setelah sebuah truk sewaan masuk ke jalur sepeda dan menabrak beberapa orang pada Selasa (31/10). Setidaknya delapan orang tewas dan hampir 12 orang terluka dalam insiden ini, yang diselidiki sebagai terorisme, menurut beberapa sumber penegak hukum. Pelaku saat ini ditahan.

Saipov terhubung dengan akun-akun media sosial yang mengandung materi yang berkaitan dengan ISIS, ujar seorang penegak hukum pada Rabu (1/11) pagi. Walau begitu, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa Saipov bersikap kooperatif dengan FBI dan para penyelidik polisi New York yang menginterogasinya di rumah sakit.

Berikut adalah perkembangan terbaru dalam serangan tersebut:

  • Istri Saipov telah berbicara dengan para penyelidik, ujar para pejabat penegak hukum. Saipov, istrinya, dan tiga anaknya tinggal di Paterson, New Jersey.
  • Pihak berwenang melakukan penggeledehan di rumah Saipov.
  • Saipov menjadi pengemudi Uber di New Jersey selama lebih dari enam bulan, ujar perusahaan tersebut kepada CNN. Uber ikut bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan ini.
  • Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, mengatakan dalam sebuah surat terbuka yang dikeluarkan pada Rabu (1/11), bahwa negaranya akan menggunakan segala “cara yang dibutuhkan” untuk membantu penyelidikan tersebut. Pelaku tiba di AS dari negara di Asia Tengah tersebut pada tahun 2010.
  • Pemerintah menemukan sebuah catatan di truk yang digunakan dalam penyerangan tersebut, yang mengklaim bahwa aksi tersebut dilakukan atas nama ISIS, ujar seorang pejabat penegak hukum senior.

Pelaku

Para petugas dapat berbicara dengan Saipov sebelum ia dioperasi, namun masih belum jelas jika Saipov mengatakan apapun kepada mereka, ujar seorang penegak hukum kepada CNN.

Baru enam bulan yang lalu, Saipov mulai menjadi pengemudi Uber di New Jersey, ujar perusahaan tersebut kepada CNN. Ia lolos pemeriksaan latar belakang dan tidak memiliki keluhan dari penumpang mengenai keamanannya sebagai pengemudi, menurut keterangan Uber.

Ia sempat terdaftar sebagai seorang pengemudi truk, seperti yang ditunjukkan dalam surat pernikahannya.

Saipov pernah mengalami beberapa perselisihan dengan penegak hukum di beberapa negara bagian, seperti yang ditunjukkan oleh catatan online. Ia mendapatkan beberapa surat keterangan pelanggaran lalu lintas di Missouri dan Pennsylvania, dan ditangkap oleh Patroli Jalan Raya Missouri pada bulan Oktober 2016, setelah gagal hadir di pengadilan karena melakukan pelanggaran ringan.

Ia membayar uang tebusan sebesar $200, yang ia bayarkan ketika ia tidak hadir dalam sidang pengadilan berikutnya pada bulan November. Permohonan bersalah diajukan atas namanya.

Para Korban

Di antara delapan orang yang tewas, lima orang adalah sekelompok teman dari Argentina yang merayakan reuni SMA di New York City, ujar Kementerian Luar Negeri Argentina.

“Pemerintah Argentina menyampaikan belasungkawa yang tulus atas kematian warga negara Argentina Hernán Diego Mendoza, Diego Enrique Angelini, Alejandro Damián Pagnucco, Ariel Erlij dan Hernán Ferruchi, yang terjadi akibat serangan teroris yang dramatis di New York pada siang ini,” ujar kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Mereka pergi ke New York dari Rosario—sebuah kota yang terletak hampir sejauh 200 mil arah barat laut Buenos Aires—untuk memperingati 30 tahun kelulusan mereka dari Sekolah Politeknik—sebuah sekolah menengah atas teknik di Rosario.

Seorang warga negara Argentina keenam yang juga anggota kelompok tersebut, terluka akibat serangan itu. Ia tidak dalam keadaan berbahaya, ujar kementerian tersebut, namun pada Selasa (31/11) malam, ia masih dalam pemulihan di Rumah Sakit Presbyterian, Manhattan.

“Saya sangat sedih atas kematian tragis di New York siang ini,” ujar Presiden Argentina Mauricio Macri dalam Twitternya. “Kami menempatkan diri pada posisi keluarga dari para korban Argentina.”

Didier Reynders, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belgia, mengatakan bahwa seorang warga negara Belgia juga menjadi salah satu korban tewas.

Tanggapan Presiden

Presiden Donald Trump menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban, dan memuji mereka yang cepat tanggap menuju lokasi kejadian.

“Kami menyampaikan terima kasih kami kepada para petugas yang cepat tanggap untuk menghentikan pelaku, dan memberikan bantuan segera kepada para korban dari serangan pengecut ini,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan. “Para pria dan wanita pemberani ini mewujudkan semangat keberanian dan ketahanan Amerika yang sebenarnya.”

Trump juga menulis di Twitternya bahwa ia memerintahkan Departemen Keamanan Dalam Negeri “untuk meningkatkan Program Pemeriksaan Ekstrem”, dan juga menuduh Senator Chuck Schumer tidak cukup tegas dalam hal imigrasi.

Namun Wali Kota de Blasio mengatakan bahwa “hal terakhir yang harus kita lakukan adalah menyebarkan perpecahan terhadap seluruh ras atau seluruh agama atau seluruh warga negara. Hal ini hanya memperburuk situasi.”

De Blasio juga memperingatkan agar tidak adanya stereotip bahwa seluruh Muslim adalah esktremis.

“Siapapun yang ingin datang ke negara ini harus secara menyeluruh diperiksa per-orangan,” ujarnya. “Namun ketika kita mulai mengeneralisasi, terutama terhadap seluruh agama, maka sayangnya kita mengirimkan pesan negatif yang ingin ditegaskan oleh para musuh kita atau para teroris—bahwa negara ini adalah anti-Muslim. Kita justru harus melakukan sebaliknya. Kita harus menunjukkan bahwa kita menghormati seluruh masyarakat di Amerika. Hal ini tentang mewujudkan nilai-nilai Amerika yang ada.”

Kendaraan sebagai Senjata

Taktik untuk menjadikan kendaraan sebagai senjata mematikan telah semakin marak terjadi.

Pada tahun 2014, seorang juru bicara ISIS memerintahkan para penyerang yang bekerja sendiri untuk menggunakan senjata buatan. “Jika anda tidak mampu menemukan bom buatan atau peluru, maka musnahkan para kafir Amerika, Perancis, atau sekutu-sekutu mereka. Hancurkan kepala mereka dengan batu atau sembelih mereka dengan pisau, atau tabrak mereka dengan mobil, atau lempar mereka dari tempat tinggi atau cekik mereka atau racuni mereka.”

Sejak tahun 2014, telah terdapat 15 serangan menggunakan kendaraan di negara-negara Barat oleh para teroris jihad, yang menewaskan 142 orang, menurut perhitungan oleh New Amerika, sebuah intitusi penelitian non-partisan. Jumlah tersebut termasuk serangan di Manhattan pada Selasa (31/10).

Selama beberapa tahun terakhir, kepolisian New York (NYPD) telah menjangkau bisnis-bisnis penyewaan kendaraan untuk memperingatkan mereka mengenai kemungkinan ancaman teror.

“Kami telah memperluas jangkauan ke bisnis penyewaan truk. Kami mengunjungi lebih dari 148 lokasi penyewaan truk di area ini,” ujar John Miller, Wakil Komisioner Intelijen dan Anti-Terorisme NYPD. “Industri ini telah mendapatkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam masalah ini dari NYPD.”

Miller mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan curiga terhadap seorang calon penyewa, mereka biasanya menunda atau menolak penyewaan tersebut untuk diselidiki oleh polisi.

Dalam insiden yang terjadi pada Selasa (31/10), pelaku mengendarai truk sewaan dari Home Depot yang ia kendarai dari New Jersey, ujar Miller.

Juru bicara Home Depot mengkonfirmasi bahwa salah satu truk sewaan dari perusahaan tersebut memang terlibat dalam insiden di Manhattan, dan mengatakan bahwa perusahaan itu “bekerja sama dengan pihak berwenang” dalam melakukan penyelidikan.

 

Koreksi: Tulisan ini telah diperbarui untuk menggambarkan adanya catatan yang mengklaim bahwa serangan ini dilakukan atas nama ISIS, yang ditemukan di dekat truk tersebut.

Shimon Prokupecz, Paul Murphy, Brynn Gingras, Topher Gauk-Roger, Curt Devine dan Patricia DiCarlo berkontribusi untuk laporan ini.

 

Gubernur New York: ‘Pelaku Teror Teradikalisasi di dalam Negeri’

BERLANGGANAN

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Bagi Masyarakat Uzbekistan, Radikalisasi Sering Dimulai di Luar Negeri - Mata Mata Politik

Beri Tanggapan!

To Top