berita palestina hari ini
Timur Tengah

Haley: Hamas Puas dengan Korban Tewas di Gaza; Perwakilan PBB Palestina: ‘Anda Rasis’

Nikki Haley, perwakilan Amerika di PBB. (Foto: AFP/Getty Images/Hector Retamal)
Home » Featured » Timur Tengah » Haley: Hamas Puas dengan Korban Tewas di Gaza; Perwakilan PBB Palestina: ‘Anda Rasis’

Ini adalah pertemuan yang menggarisbawahi meningkatnya permusuhan antara Amerika dan Otoritas Palestina. Perdebatan dewan, di mana sebagian besar anggota menentang penggunaan kekuatan Israel yang tidak proporsional di Gaza, berakhir tanpa suara atau kecaman resmi. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan penyelidikan independen terhadap aksi militer Israel di perbatasan.

    Baca juga: Kekejaman Gaza: Wakil Israel dan Palestina Adu Urat di Sidang PBB

Oleh: Tovah Lazaroff,  Daniel J. Roth (Jerusalem Post)

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley menuduh Hamas telah merencanakan kematian warga Palestina di Gaza, sementara rekannya dari Palestina Riyad Mansour menanggapi dengan menyebutnya rasis, selama pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (15/5).

Ini adalah pertemuan yang menggarisbawahi meningkatnya permusuhan antara Amerika dan Otoritas Palestina.

Haley, perwakilan Amerika Serikat untuk Dewan Keamanan, datang terlambat pada pertemuan tersebut, seperti halnya Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon.

Mereka berdua tiba setelah 14 anggota Dewan Keamanan lainnya mengheningkan cipta sejenak untuk lebih dari 60 warga Palestina yang diduga dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam upaya mereka untuk menumpas demonstrasi dengan kekerasan di sepanjang perbatasan selatannya dengan Gaza.

Wakil PBB Palestina Riyad Mansour. (Foto: AFP/Getty Images/Hector Retamal)

Wakil PBB Palestina Riyad Mansour. (Foto: AFP/Getty Images/Hector Retamal)

Ini adalah hari paling berdarah sejak Hamas mulai memimpin “Great March of Return” pada 30 Maret, yang bertujuan untuk menghancurkan penghalang perbatasan dan memasuki Israel.

Haley berpidato singkat, berpendapat bahwa tidak satu pun dari 15 anggota badan akan menahan diri sedemikian rupa seperti yang dilakukan oleh Israel jika perbatasan mereka terancam.

“Jangan salah: Hamas puas dengan hasil dari peristiwa kemarin,” katanya, saat dia menjelaskan bagaimana (kelompok yang disebut) “kelompok teror” itu telah membujuk para demonstran untuk menuju ke area yang berbahaya di pagar dengan mengatakan kepada mereka bahwa IDF telah melarikan diri.

Hamas menggunakan “pengeras suara yang mendesak demonstran untuk menerobos pagar, dengan tuduhan palsu bahwa tentara Israel telah melarikan diri, padahal sebenarnya, mereka tidak melarikan diri. Pengeras suara yang sama digunakan oleh Hamas untuk mendesak orang-orang untuk ‘Lebih dekat! Lebih dekat!’ ke pagar keamanan,” kata Haley.

“Saya bertanya kepada rekan-rekan saya di sini di Dewan Keamanan: Siapa di antara kita yang akan menerima kegiatan semacam ini di perbatasan Anda? Tidak ada yang mau. Tidak ada negara di ruangan ini yang akan bertindak dengan menahan diri seperti yang dilakukan oleh Israel. Bahkan, rekam jejak dari beberapa negara yang hadir di sini hari ini menunjukkan bahwa mereka akan jauh lebih tidak terkendali,” ia menuduh.

Haley kemudian meninggalkan ruangan, sesaat setelah Mansour, yang merupakan tamu undangan dalam pertemuan itu, berbicara kepada dewan.

Nikki Haley keluar ruang sidang. (Foto: Getty Images/Drew Angerer)

Aksi walk-out Nikki Haley keluar ruang sidang. (Foto: Getty Images/Drew Angerer)

Mansour menuduh bahwa kata-katanya “rasis” dan “provokatif.”

Dia membandingkan demonstrasi Gaza dengan demonstrasi di AS terhadap kekerasan senjata.

“Kami menolak wacana rasis yang mengubah kami menjadi korban kemanusiaan yang dikecualikan. Kami memiliki hak untuk berdemonstrasi sebagai keluarga yang menentang pendudukan dan keangkuhannya,” kata Mansour.

Hak untuk berdemonstrasi diterima di seluruh dunia, katanya.

“Mengapa kami dituduh dengan cara yang rasis dan menyesatkan hanya karena kami menggunakan hak yang sama seperti orang lain?” Tanya Mansour.

“Hentikan pembantaian yang dilakukan terhadap orang-orang kami. Dewan tidak bisa tinggal diam,” katanya.

Dia meminta dewan untuk menawarkan perlindungan internasional kepada Palestina.

Danon kemudian menjawab, menjelaskan kepada dewan bahwa “itu bukan demonstrasi, itu bukan protes—itu adalah kerusuhan besar. Mereka telah berulang kali mencoba untuk menyabotase dan membobol pagar dengan tujuan eksplisit membunuh orang Israel.”

    Baca juga: Perundingan Israel-Palestina: Tidak Ada yang Gratis di Dunia Ini

Danon menuduh Hamas menginginkan “kematian atas perdamaian,” dan mengecam organisasi teroris itu karena mengeksploitasi rakyatnya sendiri dan menggunakan mereka sebagai “perisai manusia” kolektif.

“Tujuannya adalah untuk membunuh dan menculik orang-orang Yahudi di sekitar kota-kota Israel,” kata Danon.

Ketika menyangkut keamanan orang-orang Israel, “dunia telah terlalu sering diam,” katanya.

Dia juga menuduh bahwa orang-orang Palestina telah menyebabkan orang-orang mereka sendiri mati dalam permainan hubungan masyarakat yang mematikan.

“Apa yang akan Anda lakukan jika ada massa yang menyerang perbatasan Anda dengan bahan peledak dan senjata?” Tanyanya.

Pada konferensi pers di luar ruang Dewan Keamanan, Danon menunjukkan foto satu-satunya penyeberangan komersial antara Israel dan Gaza, penyeberangan Kerem Shalom, di mana makanan dan pasokan masuk ke Jalur Gaza. Namun selama kerusuhan di Gaza, penyeberangan itu dibakar oleh para perusuh, katanya.

Perdebatan dewan, di mana sebagian besar anggota menentang penggunaan kekuatan Israel yang tidak proporsional, berakhir tanpa suara atau kecaman resmi.

Seorang demonstran Palestina memegang ketapel selama protes menandai peringatan 70 tahun Nakba, dekat pemukiman Yahudi Beit El, dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki 15 Mei 2018. (Foto: Reuters/Mohamad Torokman)

Seorang demonstran Palestina memegang ketapel selama protes menandai peringatan 70 tahun Nakba, dekat pemukiman Yahudi Beit El, dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki 15 Mei 2018. (Foto: Reuters/Mohamad Torokman)

Amerika Serikat, yang merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan dengan hak veto, telah memblokir setiap upaya untuk mengeluarkan pernyataan sehubungan dengan Gaza atau menuntut penyelidikan PBB atas kematian di peristiwa tersebut.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB berencana mengadakan sidang darurat mengenai kematian di Gaza pada hari Jumat, 18 Mei 2018. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan penyelidikan independen terhadap aksi IDF di perbatasan.

Keterangan foto utama: Nikki Haley, perwakilan Amerika di PBB. (Foto: AFP/Getty Images/Hector Retamal)

Haley: Hamas Puas dengan Korban Tewas di Gaza; Perwakilan PBB Palestina: ‘Anda Rasis’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top