Ekonomi Korea Utara
Asia

Harapan dan Kekhawatiran di Tengah Pergeseran Ekonomi Korea Utara

Berita Internasional >> Harapan dan Kekhawatiran di Tengah Pergeseran Ekonomi Korea Utara

Merasa telah menyempurnaan persenjataan nuklir, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kini menjadikan ekonomi sebagai fokusnya. Menggantikan ayahnya tujuh tahun yang lalu, Kim telah memungkinkan berkembangnya pasar dan kewirausahaan di Korut. Pergerakan Kim ini menciptakan harapan sekaligus menimbulkan kekhawatiran di tengah pergeseran ekonomi Korea Utara bagi masyarakat yang memujanya.

Baca juga: Donald Trump Tuduh China Hambat Kemajuan Mengenai Korea Utara

Oleh: Eric Talmadge (Associated Press)

Mengenakan baju renang dengan kulit terbakar matahari, So Myong Il berjalan ke tempat pemanggangan dan melemparkan beberapa butir remis. Dia jelas sekali menyukai pantai tempatnya berada saat ini, sekaligus pemandangan pegunungan Chilbo berwarna hijau zamrud yang menjulang tiba-tiba di belakangnya.

Dia sangat mencintai panorama alam yang disaksikannya hingga dia lupa bahwa dia adalah pejabat senior Korea Utara yang dikirim untuk menyenandungkan nyanyian ideologis yang dengan nyaring menyampaikan pujian mereka, membiarkan alam di sekitarnya menyampaikan keindahannya sendiri.

Kamerad So menyaksikan banyak hal-hal hebat di destinasi wisata Korea Utara seperti ini. Hotel besar dan kecil. Turis dari seluruh penjuru negeri atau bahkan dunia. “Selama kita berada di bawah kepemimpinan Marsekal terhormat kita,” katanya, merujuk pada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, “masa depan kita akan senantiasa cerah.”

So tidak akan pernah berpikir untuk mempertanyakan sang pemimpin negaranya, tetapi terdapat sedikit nada kekhawatiran dalam suaranya. So bukan satu-satunya yang merasa khawatir.

Korea Utara saat ini sedang mengupayakan kemajuan yang memerlukan strategi baru pembangunan ekonomi dan diplomasi yang intensif dengan China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Namun, harapan untuk masa depan yang lebih baik bercampur dengan kekhawatiran akan potensi kerugian dari volatilitas politik atau sosial, dan sesuatu yang lebih sulit untuk diartikulasikan: ketakutan akan hal-hal asing, meski terlihat menjanjikan daripada jalan yang sulit yang telah ditempuh Korea Utara selama beberapa dekade.

___

Bahkan sebelum mengumumkan pada bulan Januari 2018 bahwa ia telah cukup menyempurnakan persenjataan nuklirnya dan dapat mulai fokus pada hal-hal lain, Kim telah menjadikan pembangunan ekonomi Korea Utara sebagai perhatian utamanya untuk jangka panjang.

Kim telah memungkinkan berkembangnya pasar dan kewirausahaan sejak menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Korea Utara tujuh tahun lalu, yang telah secara dramatis mengubah cakrawala ibukota Korut, Pyongyang, serta beberapa distrik tingkat tinggi. Transformasi di kota pantai timur Wonsan, tempat vila musim panas Kim, juga tak kalah spektakuler.

Ketika Kim mempersiapkan ulang tahun ke-70 pendirian Korea Utara pada tanggal 9 September 2018, rencana pembangunan ambisiusnya masih sedang dilaksanakan, mulai dari renovasi ruang kota secara kecil-kecilan hingga mobilisasi “tentara sekaligus pekerja konstruksi” yang hampir berskala biblikal dan bekerja sepanjang waktu untuk mengubah kota utara Samjiyon yang terpencil menjadi pertunjukan lain akan sosialisme gaya Pyongyang.

Pembangunan ekonomi, serta bagaimana modal dan pengetahuan Amerika Serikat dapat mempercepatnya, merupakan umpan besar persuasif yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan dengan Kim di Singapura tiga bulan lalu untuk mencoba menegosiasikan kesepakatan denuklirisasi.

Namun, tawaran diplomatik Kim tidak dimaksudkan untuk membuka pintu bagi kapitalis Amerika, sebuah skenario yang akan membuat semua kader partai bergidik. Tawaran diplomatik Kim bertujuan untuk memecah dukungan untuk sanksi dan membuat AS tak lagi menghalangi masa depan Korea Utara. Permainan Kim adalah memainkan China dan Amerika Serikat satu sama lain, mengambil konsesi apapun yang ia dapatkan di sepanjang jalan dan menyesuaikan posisinya seiring dengan perkembangan situasi.

Sementara itu, agar tak menimbulkan salah paham, perlu diketahui bahwa Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara telah mulai mengumandangkan nyanyian kemenangan terhadap sosialisme di surat kabar hariannya bersama dengan jargon anti-kapitalisme dan anti-imperialisme yang menggarisbawahi oposisi resmi Korut terhadap, pada dasarnya, apapun yang mungkin dianggap sebagai cara hidup orang Amerika. Atau, seperti yang dikenal dalam jargon mesin propaganda Korut, “racun ideologis dan budaya kaum imperialis.”

___

Beberapa bulan terakhir Pyongyang dipenuhi suasana tegang. Batasan terhadap beberapa gerakan diplomat asing telah diperketat, misalnya, dan bahkan permintaan oleh The Associated Press untuk mewawancarai pejabat pemerintah atau berbicara dengan warga biasa sebagian besar ditolak.

Karena merasa tidak yakin bagaimana semuanya akan berakhir, media yang dikelola negara hanya menyediakan cakupan terbatas pertemuan Kim dengan Trump pada bulan Juni 2018 dan beberapa pertemuan puncaknya dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Laporan-laporan tersebut telah menggambarkan Kim sebagai negarawan yang sempurna, yang dengan tegas bertanggung jawab atas strategi yang dipertimbangkan secara hati-hati untuk menjadikan Korea Utara lebih aman dan lebih sejahtera.

Kim dengan gigih merayu investasi Korea Selatan untuk membantunya membangun hal-hal yang Trump tawarkan: infrastruktur, terutama jalan dan kereta api, serta pembangunan beberapa zona pariwisata. Setelah hubungan yang relatif dingin pada tahun 2017, Kim juga secara aktif mengincar pemerintah China, yang terus menjadi sumber penting bahan bakar, serta pasar utama bagi batubara Korea Utara dan sumber daya alam lainnya, hingga pemeriksaan yang cukup dapat diandalkan terhadap kekuatan AS di kawasan tersebut.

Penjelasan pemerintah Korea Utara atas perubahan kebijakan luar negerinya sejauh ini cukup konsisten: Setelah berhasil membangun jebakan nuklir yang kredibel terhadap agresi AS, Kim menjangkau ke pemerintah Korea Selatan untuk bergandengan tangan dalam upaya “untuk Korea, oleh Korea” untuk mengamankan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, tanpa hambatan berupa campur tangan kekuatan asing.

Tidak diragukan lagi, gambar sang pemimpin tertinggi Korea Utara yang tersenyum dan berjabat tangan dengan Trump, yang wajahnya tidak pernah muncul di halaman depan surat kabar mereka sebelumnya, mengisyaratkan perubahan besar dan membingungkan bagi banyak warga Korea Utara. Namun, para pejabat telah memastikan mereka tidak punya banyak waktu untuk merenungkannya.

Rutinitas kerja dan belajar para warga tak lagi berjalan normal dan sementara ditangguhkan bagi sebagian besar penduduk yang telah dimobilisasi untuk proyek-proyek pembangunan. Puluhan ribu orang di Pyongyang, sementara itu, telah menghabiskan beberapa bulan terakhir dengan tergesa-gesa mempersiapkan aksi dan permainan massal untuk merayakan berdirinya Korea Utara.

___

Gunung Chilbo yang terdiri dari puncak-puncak berbatu dan hamparan pantai yang sebagian besar tak tersentuh di pinggiran timur laut Korea Utara merupakan salah satu keajaiban alam paling dikagumi di Korea Utara.

Hotel pertama bagi pengunjung non-Korea dibuka pada tahun 1980-an, diikuti dengan pembangunan tempat penginapan bergaya homestay di dekat pantai pada tahun 2004, kata So, pejabat Komite Rakyat Provinsi Hamgyong Utara. Seluruh bangunan tersebut memiliki kapasitas kurang dari 100 tamu dan hanya beroperasi selama bulan April hingga awal November. Banyak warga Korea Utara membawa tenda mereka sendiri dan memilih untuk berkemah di pantai.

Tetapi bahkan di sudut pedesaan yang masih alami ini, tekanan untuk berkontribusi pada skema pembangunan besar Kim sangatlah terasa. So mengatakan bahwa dirinya akan segera melakukan perjalanan ke China untuk mendiskusikan kemungkinan kerjasama.

Sebagai indikator keberhasilan Kim dengan pemerintah China, arus wisatawan dari China sudah mengalami peningkatan. Tujuan jangka panjang pemerintah Korea Utara, bagaimanapun juga, ialah untuk memasuki pasar Korea Selatan. Gagasannya ialah bahwa, jika ditangani dengan benar, pariwisata Korsel akan menghadirkan kesempatan untuk mempromosikan Korut dalam gambaran positif dan meningkatkan citranya di Korsel.

Tentu saja, idealisme semacam itu masih sekadar pertaruhan.

Baca juga: Korea Utara Tuduh Amerika Curang Setelah Kunjungan Mike Pompeo Batal

Pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an, warga Korea Selatan diizinkan untuk berkunjung secara teratur dan terkontrol. Investasi besar-besaran dari bisnis Korea Selatan membantu pendanaan proyek infrastruktur Utara di daerah Wonsan-Gunung Kumgang yang juga dipusatkan Kim sekarang. Namun, proyek tersebut berakhir buruk pada tahun 2008 ketika seorang wanita Korsel yang memasuki area terlarang ditembak mati oleh seorang tentara Korut.

So yakin bahwa dia percaya kawasan Chilbo, seperti proyek favorit Kim di Wonsan, bisa menjadi daya tarik besar bagi wisatawan. Namun, dia khawatir tentang sumber pendanaan dan risiko apa yang mungkin ditimbulkan.

“Apapun yang kami lakukan, kami perlu melindungi keindahan alam tempat ini,” katanya. “Saya pikir akan terdapat banyak perubahan di tahun-tahun mendatang. Berbagai rencana sedang dibahas, tapi belum ada keputusan yang diambil.”

Talmadge adalah kepala biro AP di Pyongyang dan telah bepergian ke Korea Utara secara rutin sejak tahun 2013.

Keterangan foto utama: 20 Agustus 2018, warga Korea Utara berkumpul di tepi pantai dekat Gunung Chilbo, Korea Utara, salah satu destinasi wisata alam favorit di seluruh penjuru negeri, yang tengah bersiap menghadapi masa depan yang penuh harapan akan pembangunan pesat di bidang ekonomi. Foto: Ng Han Guan/AP Photo.

Harapan dan Kekhawatiran di Tengah Pergeseran Ekonomi Korea Utara

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top