harun yahya
Timur Tengah

Harun Yahya Ditangkap atas Sejumlah Tuduhan Serius—Mulai dari Pelecehan, Organisasi Kriminal hingga Penipuan

Para petugas polisi Turki mengawal penceramah televisi dan diduga pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah), pada tanggal 11 Juli 2018, di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan. (Foto: AFP)
Home » Featured » Timur Tengah » Harun Yahya Ditangkap atas Sejumlah Tuduhan Serius—Mulai dari Pelecehan, Organisasi Kriminal hingga Penipuan

Ketika ditangkap, Harun Yahya mengatakan kepada para wartawan bahwa tuduhan itu adalah konspirasi oleh negara bagian dalam Inggris. Polisi menargetkan lebih dari 230 para pengikut pemimpin itu, yang dituduh melakukan serangkaian kejahatan. Harun Yahya alias Adnan Oktar berada dalam daftar divisi kejahatan keuangan polisi yang paling dicari, sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah. Pria berusia 62 tahun tersebut telah menghadapi dakwaan dan penyelidikan selama 30 tahun terakhir, dan pertama kali dipenjara pada tahun 1987.

    Baca Juga: Konflik Suriah: Memadamkan Api Revolusi Melalui Perang Sipil

Oleh: Middle East Eye

Penceramah televisi Muslim terkenal Adnan Oktar alias Harun Yahya—yang dikenal karena diduga memimpin kelompok sesat—ditangkap oleh polisi Turki di Istanbul pada Jumat (6/7) atas sejumlah tuduhan serius, termasuk membentuk organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak-anak, dan kekerasan seksual.

Polisi mengatakan bahwa mereka melakukan operasi besar-besaran yang dipimpin oleh Departemen Jasa Keuangan yang mencakup lima provinsi Turki. Pihak berwenang sedang melakukan pencarian untuk menahan 235 pengikut Oktar, dan polisi mengatakan bahwa mereka telah menahan sekitar 150 pengikut sejauh ini.

Oktar ditangkap saat dia berusaha melarikan diri dari para petugas, menurut kantor kepala kejaksaan Istanbul.

Ketika sedang dibawa pergi oleh polisi, dia mengatakan kepada para wartawan bahwa tuduhan itu adalah konspirasi oleh negara bagian dalam Inggris.

Oktar berada dalam daftar divisi kejahatan keuangan polisi yang paling dicari, sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah.

Pengadilan Istanbul memerintahkan penyitaan terhadap seluruh 235 harta tersangka, dan menunjuk seorang wali untuk mengendalikan perusahaan, organisasi, dan asosiasi mereka.

Anak kucing dan singa

Oktar dikenal secara internasional untuk acara bincang-bincang yang ia pandu di saluran TV A9 miliknya sendiri. Pada acara flamboyannya, Oktar sering terlihat berdiskusi tentang Islam sesaat, lalu selanjutnya menari dengan para tamu perempuan dan para hadirin.

Sejak pertama kali menarik perhatian dengan membandingkan penciptaan Islam dengan teori evolusi Charles Darwin di universitas-universitas pada tahun 1980-an, Oktar telah menarik para pengikut sekte.

    Baca Juga: Sistem Presidensial Dimulai: Menantu Erdogan Jadi Menteri Keuangan Turki

Dia menyebut para pengikut perempuannya “anak kucing” dan yang laki-laki sebagai “singa”. Beberapa pengikut perempuan—banyak dari mereka dituduh melakukan operasi plastik untuk membuat diri mereka terlihat mirip—juga memandu acara televisi di A9, di mana mereka mendiskusikan masalah-masalah sosial.

Oktar juga dikenal karena mengatur pesta di kamar hotel dan kapal pesiarnya, yang dihadiri oleh puluhan wanita. Pengikutnya biasanya disamakan dengan sebuah sekte seks.

Dia juga memiliki acara televisi dalam bahasa Inggris, dan telah menulis artikel dalam bahasa Inggris untuk publikasi di luar negeri dengan nama Harun Yahya. Buku-bukunya dipenuhi dengan teori konspirasi tentang kreasionisme dan menurut situs webnya, buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam 73 bahasa.

Buku Oktar yang paling terkenal adalah Atlas Penciptaan, yang berpendapat bahwa teori evolusi Darwin adalah akar dari terorisme global.

Perlawanan pada Rabu (11/7) terhadap undang-undang bukanlah yang pertama baginya. Pria berusia 62 tahun tersebut telah menghadapi dakwaan dan penyelidikan selama 30 tahun terakhir, dan pertama kali dipenjara pada tahun 1987.

Pada tanggal 19 Januari, pengadilan menjatuhkan perintah penahanan selama enam bulan terhadap Oktar, dan memerintahkannya untuk menjauhkan diri dari dua pengikut wanitanya.

Adnan Oktar alias Harun Yahya bersama para 'kitties.' (Foto: Hurriyet Daily News)

Adnan Oktar alias Harun Yahya bersama para ‘kitties.’ (Foto: Hurriyet Daily News)

Setelah putusan pengadilan tersebut, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, mengkritik acara televisinya.

“Terdapat referensi agama tertentu (di acara televisi-nya) dan terdapat penari perut. Apakah hal semacam itu mungkin? Dia kemungkinan besar kehilangan keseimbangan mentalnya. Dia sekarang mengatakan bahwa dia adalah seorang freemason, tapi dia dihukum sebelumnya karena pernyataannya tentang freemason,” kata Erbas.

“Dia juga dipenjara karena menghina (pendiri Turki modern Mustafa Kamal) Ataturk pada tahun 1980-an dan 1990-an, tapi sekarang dia berbicara tentang dirinya sebagai Kemalis terbesar. Dia orang yang korup.”

“Tidak tepat untuk menonton saluran televisi seperti miliknya,” tambah Erbas.

‘Saya Cinta Erdogan’

Tidak terbatas pada pesta yang buruk, diskusi teologis, dan Darwin, Oktar dan kelompoknya kadang-kadang melancarkan taktik politik.

Pada tahun 1990-an, kelompoknya menyatakan dukungannya untuk Necmettin Erbakan, seorang politikus konservatif, mantan Perdana Menteri, dan mantan Kepala Partai Kesejahteraan, yang merupakan pendahulu dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.

Baru-baru ini, Oktar telah menyatakan dukungannya untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Saya cinta Erdogan dengan hati dan jiwa saya. Dia orang yang jujur. Saya telah menyatakan dukungan saya yang tak tergoyahkan untuknya sejak awal. Dan saya tidak akan pernah berbicara atau membiarkan siapa pun berbicara menentangnya. Saya akan membelanya dengan nyawa saya sendiri,” katanya di acara televisinya pada bulan Januari.

Menurut media Turki, setelah Oktar ditahan pada Rabu (11/7), dia mengatakan bahwa dia terkejut dia ditangkap karena dia mendukung Erdogan dalam pemilu bulan Juni. Dia mengatakan bahwa dia yakin presiden itu tidak mengetahui operasi yang dilakukan terhadapnya.

Tuduhan lain yang dihadapi Oktar adalah hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan anak-anak, pelecehan seksual, pemerasan, menjadikan orang-orang sebagai tawanan, mengancam, spionase politik dan militer, penipuan dengan mengeksploitasi perasaan dan keyakinan agama, pencucian uang, pelanggaran privasi, pemalsuan dokumen resmi, bertentangan dengan undang-undang anti-teror, pemaksaan, fitnah, mengasingkan warga dari wajib militer, menghina, tuduhan palsu, sumpah palsu, penipuan besar, pertentangan terhadap hukum penyelundupan, pertentangan terhadap peraturan peraturan pajak, penyuapan, mencegah hak seseorang atas pendidikan dan hak-hak sipil, penyiksaan, pencatatan ilegal terhadap data pribadi, dan melanggar hukum tentang perlindungan keluarga dan wanita.

Keterangan foto utama: Para petugas polisi Turki mengawal penceramah televisi dan diduga pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah), pada tanggal 11 Juli 2018, di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan. (Foto: AFP)

Harun Yahya Ditangkap atas Sejumlah Tuduhan Serius—Mulai dari Pelecehan, Organisasi Kriminal hingga Penipuan
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top