agen rusia
Amerika

Hindari Penutupan Pemerintahan, Trump Batalkan Permintaan $5 M untuk Tembok Meksiko

Berita Internasional >> Hindari Penutupan Pemerintahan, Trump Batalkan Permintaan $5 M untuk Tembok Meksiko

Donald Trump akhirnya membatalkan permintaan biaya sebesar $5 milyar untuk membangun tembok perbatasan Meksiko. Sebelumnya, Trump mengancam dia akan membiarkan penutupan pemerintahan jika Kongres tidak menyediakan dana yang dimintanya. Namun konsesi Trump tidak menghilangkan kebuntuan yang ada di Capitol Hill di hari-hari terakhir terpadunya kontrol Partai Republik di pemerintahan.

Baca Juga: Trump Minta $5 Miliar untuk Tembok Perbatasan atau Ancam Tutup Pemerintah

Oleh: Erica Werner, Damian Paletta, Seung Min Kim (The Washington Post)

Presiden Donald Trump pada hari Selasa (18/12) membatalkan tuntutannya agar Kongres memberinya $5 miliar untuk pembangunan tembok perbatasannya dengan Meksiko, tunduk pada realitas politik ketika Partai Republik berupaya untuk menghindari penutupan sebagian besar pemerintahan akhir pekan ini.

Ini adalah perubahan yang signifikan dari satu minggu yang lalu, ketika Trump mengatakan kepada para pemimpin kongres Partai Demokrat bahwa dia akan “senang” untuk menutup pemerintah demi mendapatkan uang untuk biaya temboknya. Sebaliknya, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Selasa (18/12), Trump tidak ingin menutup pemerintahan dan akan mencari “cara lain” untuk mendanai tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Tetapi konsesi oleh presiden, yang dibuat setelah para pembuat undang-undang dari kedua partai berpendapat bahwa rencana temboknya yang bernilai $5 miliar itu tidak akan disahkan Kongres, tidak menghilangkan kebuntuan yang ada di Capitol Hill di hari-hari terakhir terpadunya kontrol Partai Republik di pemerintahan.

Partai Demokrat menolak tawaran anggaran Partai Republik yang dibuat tak lama setelah Trump membatalkan tuntutan temboknya, dan Kongres tampak menuju solusi common-denominator terendah: perpanjangan pendanaan jangka pendek yang akan membuat pemerintahan tetap terbuka selama beberapa minggu dan kemudian menyerahkan tanggung jawab kepada Partai Demokrat untuk mengesahkan perbaikan dengan jangka yang lebih lama setelah mereka memegang mayoritas DPR pada bulan Januari.

“Itu mungkin jalur yang paling mungkin pada titik ini. Ini mengecewakan,” kata Senator Marco Rubio (R-Fla.). “Kami hampir menyelesaikan proses anggaran, proses alokasi di sini.”

Perpanjangan pendanaan jangka pendek, yang disebut “resolusi berkelanjutan,” akan menjadi satu-satunya pilihan untuk menjaga pemerintahan terbuka setelah batas waktu, Jumat malam (21/12), jika anggota parlemen dan Trump tidak setuju pada kesepakatan yang lebih luas. Pada Selasa malam (18/12), Komite Alokasi Senat mulai menyusun RUU jangka pendek yang akan melanjutkan pendanaan pemerintah sampai Februari, kata ketua panel, Senator Richard C. Shelby (R-Ala.).

Ultimatum tembok Trump telah menahan pengeluaran RUU untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan sejumlah badan lain yang membentuk sekitar 25 persen dari pemerintah federal, yang semuanya akan mulai ditutup dan mengirim ratusan ribu pekerja cuti tanpa bayaran jika Kongres dan Trump tidak bertindak sebelum tenggat waktu.

Itu adalah skenario yang kongres Partai Republik hindari sebagai tindakan terakhir mereka setelah dua tahun kontrol terpadu di pemerintahan. Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell (R-Ky.) dengan tegas mengatakan kepada wartawan Selasa (18/12) bahwa tidak akan ada penutupan.

“Orang-orang Amerika tidak menyukainya,” kata McConnell. “Anda ingat peribahasa favorit saya: Tidak ada pelajaran yang bisa diambil setelah teguran kedua. Kami sudah melewati jalan ini sebelumnya, dan saya tidak yakin kami akan kembali ke jalur ini lagi.”

Sebuah penutupan pemerintah parsial akan menjadi yang ketiga tahun ini, setelah disfungsi anggaran terminal Kongres memaksa dua penutupan singkat pada bulan Januari dan Februari sebelum anggota parlemen berhasil mendapatkan rancangan anggaran mereka kembali ke jalurnya. Namun upaya itu tergelincir lagi dalam perselisihan baru-baru ini di perbatasan, ketika Trump menuntut dana pembayar pajak untuk tembok yang telah lama dia klaim bahwa Meksiko akan membiayainya.

Pendekatan jangka pendek itu muncul sebagai alternatif yang paling mungkin pada Selasa sore (18/12), dimulai dengan penampilan Sanders di Fox News. Sanders mengatakan Gedung Putih ingin menghindari penutupan dan sedang mencari cara lain untuk mendapatkan $5 miliar untuk membangun tembok, setelah tidak berhasil mendapatkannya dari Kongres.

Tidak lama kemudian, para pemimpin Senat Republik memanggil rekan-rekan Partai Demokrat mereka untuk menghadiri pertemuan di kantor McConnell, di mana mereka mengajukan penawaran: $1,6 miliar untuk keamanan perbatasan—angka yang sudah disepakati pada basis bipartisan di Senat—dan tambahan $1 miliar yang tidak terpakai dan mengalokasikan kembali uang yang bisa digunakan untuk mendanai prioritas imigrasi Trump lainnya, tetapi bukan tembok.

Pemimpin Minoritas Senat Charles E. Schumer (DN.Y.) menerima tawaran itu kepada Pemimpin Minoritas DPR Nancy Pelosi (D-Calif.). Partai Demokrat langsung menolaknya, menyebut $1 miliar itu sebagai “dana gelap” yang akan digunakan untuk kebijakan imigrasi yang mereka lawan.

Baca Juga: Ancaman Thanksgiving Trump: Penutupan Perbatasan AS-Meksiko

“Pemimpin Schumer dan saya telah mengatakan bahwa kami tidak dapat mendukung tawaran yang mereka buat dari dana gelap untuk menerapkan kebijakan imigrasinya,” Pelosi mengatakan kepada wartawan. “Jadi, itu tidak mungkin terjadi.”

Selain itu, $1,6 miliar yang disepakati Senat awal tahun ini terlalu tinggi untuk Demokrat, terutama kaum liberal yang akan menjadi bagian dari mayoritas di DPR dan akan menerima tidak lebih dari $1,3 miliar untuk pemagaran.

Hal itu mengirim anggota parlemen dan Gedung Putih “kembali ke titik awal,” kata Shelby.

“Saya kecewa dengan tanggapan itu,” kata Shelby, menyebut proposal GOP sebagai tawaran yang masuk akal. Dan sekarang, dia berkata, “Saya yakin akan ada proposal, tetapi Anda tahu, tenggat waktunya tidak lama lagi.”

Di Gedung Putih, tidak lama setelah itu, Trump ditanya di suatu acara keamanan sekolah tentang pencegahan penutupan.

“Kita akan lihat apa yang terjadi. Masih terlalu dini untuk mengatakan,” katanya. Dia mengesampingkan pertanyaan tentang apakah dia masih bersedia untuk menutup pemerintah demi mendapatkan $5 miliar untuk tembok, hanya mengatakan, “Kami membutuhkan keamanan perbatasan.”

Tapi anggota parlemen Republik yang mulai takut bahwa tuntutan tembok Trump dapat memicu penutupan pemerintah—sesuatu yang mereka ingin hindari—jelas lega melihat presiden membatalkan tuntutannya dan menyambut fleksibilitas pemerintah.

“Ini membuat saya merasa hebat, karena pertama-tama, pengakuan atau setidaknya niat untuk tidak menutup pemerintahan sangatlah membantu, terutama setelah minggu lalu,” kata Senator Shelley Moore Capito (RW.Va.). “Saya pikir pengertian umumnya adalah bahwa ini mungkin akan melonggarkan sikap kerasnya.”

Pada saat yang sama, anggota parlemen Republik masih tidak pasti tentang apa yang akan disetujui oleh Trump. Gedung Putih telah mengisyaratkan oposisi terhadap rancangan anggaran jangka pendek, dan senator mengatakan bahwa walaupun mereka berharap Trump akan menandatanganinya, mereka tidak bisa mengatakan dengan pasti.

Tapi Gedung Putih telah menempatkan tanggung jawab pada Senat.

“Anda tahu, pada titik ini, Senat telah membuang banyak ide. Kami kecewa pada kenyataan bahwa mereka belum benar-benar memilih sesuatu dan menghasilkan sesuatu,” kata Sanders di Gedung Putih. “Jadi ketika mereka telah melakukan itu semua, kami akan menentukan apakah kami akan menandatanganinya atau tidak.”

Perkembangan hari Selasa (18/12) terjadi setelah upaya gagal Gedung Putih dan Partai Republik dalam beberapa hari terakhir untuk mencoba membuat Demokrat menandatangani anggaran $5 miliar untuk biaya pembangunan tembok Trump yang sudah lama direncanakan.

Dengan Partai Demokrat menentang permintaan $5 miliar Trump, Partai Republik tidak memiliki kesempatan untuk mengesahkan pendanaan karena mereka tidak bisa mengumpulkan 60 suara Senat yang diperlukan untuk memajukan RUU anggaran keamanan dalam negeri.

DPR dan Senat Republik telah membicarakan ini dengan Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir, mencari cara lain untuk mencoba mengamankan pendanaan di luar proses alokasi yang biasanya. Mereka telah mempertimbangkan untuk mengalihkan uang yang sudah disetujui, antara lain, menurut seseorang yang mendapat penjelasan tentang pembicaraan itu.

Trump mengancam akan menutup seluruh perbatasan jika Partai Demokrat tidak setuju untuk memberinya $5 miliar, ancaman yang tampaknya tidak memaksakan kapitulasi mereka.

Baca Juga: Migran Memaksa Masuk Perbatasan, Pasukan Amerika Tembakkan Gas Air Mata

Senin malam (17/12), Shelby mengatakan dia mengharapkan proposal dari Gedung Putih, mungkin pukul 5 sore, yang tidak pernah terwujud. Namun Gedung Putih tidak pernah menjanjikan proposal jam 5 sore, dan kemudian Senat Republik memberi isyarat bahwa mereka berencana untuk bergerak maju dengan perbaikan sistem peradilan pidana minggu ini, memberi mereka sedikit waktu untuk merundingkan rancangan anggaran.

Sementara itu, pasar saham telah jatuh drastis dalam beberapa pekan terakhir, menciptakan kecemasan ekonomi atas agenda Trump. Presiden telah menyerang bank sentral Federal Reserve, antara lain, karena jatuhnya pasar saham, tetapi saham yang tergelincir telah mengejutkannya, menurut orang-orang yang telah berbicara dengannya di dalam maupun di luar Gedung Putih.

Orang-orang ini tidak ingin disebutkan namanya saat mengungkapkan sentimen internal Gedung Putih.

Beberapa bulan lalu, Partai Republik Kongres menjanjikan Trump bahwa jika dia menunda tuntutan tembok perbatasan sampai setelah pemilu paruh waktu, mereka akan membantunya mendapatkan uang pada bulan Desember. Namun upaya-upaya itu tidak pernah terwujud, dan presiden berada di bawah tekanan berat untuk menghindari penutupan sebagian pemerintahan hanya beberapa hari sebelum Natal.

“Saran yang dia peroleh adalah: jangan melakukan ini, tapi tanda tangani rancangan, selesaikan masalah ini, dan masuk ke tahun 2019 lalu bertarunglah,” kata Steve Moore, yang menjadi penasihat Trump selama kampanye 2016.

Keterangan foto utama: Presiden Donald trump membatalkan permintaan biaya pembangunan tembok perbatasan Meksiko senilai $5 milyar kepada Kongres. (Foto: AP/Carolyn Kaster)

Hindari Penutupan Pemerintahan, Trump Batalkan Permintaan $5 M untuk Tembok Meksiko

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top