Demokrasi Iran
Sejarah

Bagaimana CIA Menggulingkan Demokrasi Iran dalam 4 Hari

Berita Internasional >> Bagaimana CIA Menggulingkan Demokrasi Iran dalam 4 Hari

Pada tahun 1953, antek CIA menggulingkan perdana menteri Iran yang terpilih secara demokratis. Penggulingan demokrasi Iran itu dilakukan setelah Mohammad Mossadegh berusaha menasionalisasi perusahaan minyak Iran. Inggris yang tidak terima lalu meminta bantuan Amerika Serikat untuk menggulingkan Mossadegh.

Baca juga: Hassan Rouhani: Amerika Harus Bertobat Jika Ingin Hubungan dengan Iran

Oleh: Lawrence Wu dan Michelle Lanz (National Public Radio)

Tanggal 19 Agustus 2013, CIA untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam kudeta tahun 1953 melawan Perdana Menteri Iran yang terpilih, Mohammad Mossadegh.

Tahun 1952: Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh. (Foto: Keystone/Getty Images)

Dokumen tersebut memberikan rincian rencana CIA pada saat itu, yang dipimpin oleh perwira senior Kermit Roosevelt Jr., cucu Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt. Selama empat hari pada bulan Agustus 1953, Roosevelt mengatur bukan hanya satu, tetapi dua upaya untuk menggoyahkan pemerintah Iran, selamanya mengubah hubungan antara Iran dan AS.

Mohammad Mossadegh adalah sosok yang dicintai di Iran. Selama masa jabatannya, ia memperkenalkan serangkaian kebijakan sosial dan ekonomi, yang paling signifikan adalah nasionalisasi industri minyak Iran.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Jelajah Baru pada Peringatan 40 Tahun Revolusi

Inggris telah mengendalikan minyak Iran selama beberapa dekade melalui Anglo-Iranian Oil Co. Setelah perundingan selama berbulan-bulan, perdana menteri menghentikan perundingan dan menyerukan agar Inggris tidak terlibat lebih jauh dalam industri minyak Iran.

Inggris kemudian meminta bantuan Amerika Serikat, yang akhirnya mengarah pada upaya CIA untuk mengatur penggulingan Mossadegh dan mengembalikan kekuasaan kepada Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran.

Tanggal 19 Agustus 1953: Protes besar-besaran meletus di seluruh Iran, menewaskan hampir 300 orang dalam baku tembak di jalan-jalan Teheran. Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh segera digulingkan dalam sebuah kudeta yang dirancang oleh CIA dan intelijen Inggris. Shah kembali ditetapkan sebagai pemimpin Iran. (Foto: AFP/Getty Images)

Foto tahun 1950 Kermit Roosevelt Jr, cucu Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt dan mantan pejabat Central Intelligence Agency (CIA). (Foto: AP)

Menurut Stephen Kinzer, penulis buku “All the Shah’s Men,” Roosevelt dengan cepat mengambil kendali pers Iran dengan membelinya lewat suap dan menyebarkan propaganda anti-Mossadegh. Dia merekrut sekutu di kalangan ulama Islam dan meyakinkan Shah bahwa Mossadegh adalah ancaman. Langkah terakhir Roosevelt adalah upaya dramatis untuk menangkap Mossadegh di rumahnya di tengah malam. Akhirnya, kudeta tersebut gagal. Mossadegh belajar banyak darinya dan melawan. Pagi berikutnya, Mossadegh mengumumkan kemenangan melalui radio.

Baca juga: Rouhani: ‘Iran Hadapi Tantangan Ekonomi Terburuk Sejak Revolusi 1979’

Mossadegh berpikir dia berada di tempat yang aman, tetapi Roosevelt tidak menyerah. Roosevelt mengatur kudeta kedua, yang kemudian berhasil. Mossadegh diadili dan menghabiskan hidupnya di bawah tahanan rumah. Shah kembali berkuasa dan memerintah selama 25 tahun hingga Revolusi Iran 1979. Kudeta tahun 1953 kemudian dilancarkan oleh para pelajar dan kalangan politik di Iran sebagai pembenaran untuk menggulingkan Shah.

Keterangan foto utama: Tanggal 21 Agustus 1953: Seorang warga Teheran membersihkan tulisan “Yankee Go Home” dari sebuah tembok di ibu kota Iran. Perdana Menteri baru Fazlollah Zahedi telah meminta pembersihan setelah penggulingan pendahulunya. (Foto: AP)

Bagaimana CIA Menggulingkan Demokrasi Iran dalam 4 Hari

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top