Pemilu Paruh Waktu Amerika
Amerika

9 Hal yang Bisa Dipelajari dari Pemilu Paruh Waktu Amerika

Para pemilih memberikan suara mereka untuk Early Voting di Kantor Register Los Angeles County di Norwalk, California, pada 5 November 2018. (Foto: AFP)
9 Hal yang Bisa Dipelajari dari Pemilu Paruh Waktu Amerika

Pemilu paruh waktu Amerika telah berhasil dilaksanakan pada Selasa (6/11), di mana Partai Demokrat memenangkan DPR dan Republik memenangkan Senat. Pemilu paruh waktu tersebut juga terasa spesial karena banyaknya hal-hal bersejarah, mulai dari wanita Muslim pertama yang terpilih di Kongres hingga gubernur pertama yang secara terbuka gay. Berikut 9 hal yang bisa dipelajari dari pemilu paruh waktu Amerika.

Baca juga: Hasil Pemilu Paruh Waktu Amerika: Apa Artinya Bagi Trump

Oleh: Ryan Teague Beckwith (TIME)

Tidak ada satu pun pesan terobosan dari pemilu paruh waktu Amerika pada Selasa (6/11). Dalam keputusan terpisah di tingkat kongres, Partai Demokrat memenangkan DPR secara meyakinkan, sementara Partai Republik memenangkan Senat.

Tetapi melihat dengan saksama hasil-hasilnya, terdapat beberapa pelajaran menonjol mengenai ke mana politik Amerika akan mengarah berikutnya.

Berikut adalah sembilan hasil dari pemilu paruh waktu.

Kampanye 2020 dimulai hari ini, dan itu akan menjadi gila

Presiden Trump tidak menghadiri pemungutan suara pada Selasa (6/11) malam, tetapi dia mungkin seharusnya hadir. Dari distrik pinggiran kota di mana para pemilih memberontak, hingga ke negara-negara bagian ‘merah’ (negara pendukung Partai Republik) di mana mereka bersatu di belakangnya, Trump tetap menjadi pusat dari keadaan. Serangan-serangan mendadaknya terhadap karavan migran dan pertimbangan tentang hak kewarganegaraan lahir memastikan bahwa imigrasi adalah topik hangat bagi para pemilih Partai Republik.

Presiden itu sudah mengumpulkan lebih dari $100 juta untuk kampanye pemilihannya kembali, sementara pemilu paruh waktu menunjukkan kekuatan pendonor yang kecil untuk Partai Demokrat.

Toko Roti Panera membelot dari Partai Republik

Jalan menuju mayoritas Demokrat di DPR dilakukan melalui distrik-distrik kongres di mana Anda mungkin menemukan banyak orang mendapatkan kopi dan roti lapis di tempat seperti Panera Bread. Calon dari Demokrat mengalahkan calon petahana di pinggiran kota-kota besar Amerika Serikat (AS) di Virginia, New York, dan Minnesota. Itu sebagian karena perubahan di pinggiran kota Amerika, yang lebih beragam daripada sebelumnya, dan sebagian karena strategi Trump yang ditujukan untuk basisnya, yang bekerja lebih baik di daerah konservatif dan pedesaan.

Demokrat membangun kembali kursi mereka, tetapi mereka tidak memiliki bintang

Demokrat menyematkan negara bagian pada tiga kandidat: Beto O’Rourke di Texas, Andrew Gillum di Florida, dan Stacey Abrams di Georgia. O’Rourke dan Gillum kalah pada Selasa (6/11) dan Abrams menyusul, tetapi berjanji akan bertarung dalam pemilu putaran kedua.

Pada saat yang sama, para kandidat Demokrat pertama kali memenangkan pemungutan suara untuk legislatif negara dan Dewan Rakyat, bangkit kembali setelah bertahun-tahun menderita kekalahan selama pemerintahan Obama. Bagi beberapa kandidat itu, pemilu pada Selasa (6/11) hanyalah awal dari karier yang panjang dan beragam.

Peta elektoral berubah, tetapi belum sepenuhnya jelas bagaimana

Kemenangan mudah yang dimenangkan oleh Senator Demokrat Tim Kaine di Virginia, membuktikan bahwa sekarang ini sudah cukup banyak negara bagian ‘biru’ (negara pendukung Partai Demokrat), sementara kejar-kejaran suara total Partai Republik di Ohio menunjukkan bahwa itu mungkin berubah menjadi merah.

Sementara itu, di seluruh negara bagian dekat Arizona, Georgia, dan Texas, menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi negara yang berubah-ubah lebih cepat. Dan kemenangan Demokrat di Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania menimbulkan pertanyaan apakah Trump dapat mengulangi kemenangannya yang sempit di sana pada tahun 2020.

Risiko Kepresidenan Donald Trump dalam Pemilihan Paruh Waktu Amerika

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara saat kampanye di Bandara Internasional Bozeman Yellowstone hari Sabtu, 3 November 2018, di Beograd, Montana. (Foto: AP Photo/Janie Osborne)

Demografi kedua partai sangat berbeda

Pemilu paruh waktu tahun ini mencakup banyak hal yang pertama kali terjadi: Jared Polis menjadi gubernur pertama yang secara terbuka gay; Sharice Davids dan Debra Haal adalah perempuan penduduk asli Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres; dan Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, menjadi wanita Muslim pertama di Kongres. Semuanya Demokrat.

Sementara Partai Republik juga memiliki beberapa gubernur perempuan pertama di Dakota Selatan, senator perempuan pertama dari Tennessee—kemenangan Demokrat menunjukkan sebuah partai yang merangkul keberagaman, sangat berbeda dengan Partai Republik.

Pendekatan negara-negara bagian merah dan biru untuk memilih juga berbeda

Negara-negara bagian merah membuat pemungutan suara lebih sulit pada Selasa (6/11), karena para pemilih di North Carolina dan Arkansas menyetujui persyaratan ID pemilih. Pada saat yang sama, negara bagian biru mempermudah pemungutan suara, di mana Nevada menyetujui pendaftaran pemilih otomatis dan Maryland mendukung pendaftaran pemilih pada hari yang sama.

Baca juga: Menang Pemilu Paruh Waktu, Partai Demokrat Akan Selidiki Trump

Di Michigan, para pemilih menyetujui seperangkat ketentuan termasuk pendaftaran pemilih hari yang sama, pemungutan suara partai langsung, dan pemungutan suara no-excuse absentee (tidak hadir dalam pemungutan suara tanpa memberikan alasan). Sementara itu, di negara bagian Florida, para pemilih menyetujui untuk mengembalikan hak suara dari 1,4 juta mantan narapidana yang telah selesai menjalani hukuman mereka.

Pemilih tidak keberatan terhadap politisi yang dituduh melakukan kejahatan

Senator Demokrat Bob Menendez dari New Jersey menghadapi persidangan korupsi federal pada tahun 2017. Perwakilan Republik Chris Collins dari New York baru-baru ini didakwa atas tuduhan praktik insider trading. Perwakilan Partai Republik Duncan Hunter dari California baru-baru ini didakwa dengan tuduhan menyalahgunakan dana kampanye. Jaksa Agung Texas Ken Paxton menghadapi tuduhan kejahatan penipuan sekuritas dan gagal mendaftar sebagai penasihat investasi. Itu tidak masalah. Mereka semua memenangkan pemilu kembali.

Para pemilih senang ganja dan pembuat undang-undang senang pemasukan yang didapatkan

Michigan menjadi negara ke-10 di negara itu dan yang pertama di Midwest untuk melegalkan ganja rekreasi, dan Gubernur terpilih Gretchen Whitmer mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan penghapusan catatan kriminal bagi orang-orang yang dihukum karena kejahatan ganja di masa lalu.

Para pemilih di Missouri dan Utah, sementara itu, melegalkan ganja medis, sementara pendukung ganja legal Jared Polis memenangkan jabatan Gubernur Colorado. Satu-satunya pengecualian: North Dakota, di mana pemungutan suara ganja rekreasi gagal.

Anggota parlemen negara bagian merah tidak menyukai Medicaid, tetapi pemilih mereka menyukainya

Setelah anggota parlemen negara bagian menolak keras untuk memperluas Medicaid, para pemilih di negara bagian merah Idaho, Nebraska, dan Utah mengambil keputusan mereka sendiri, dan menyetujui pemungutan suara yang akan menawarkan program asuransi kesehatan negara bagian dan federal untuk orang dewasa berpenghasilan rendah.

Di Maine, para pemilih memilih calon gubernur Demokrat, Janet Mills, setelah Gubernur Republik yang akan turun Paul LePage memblokir ekspansi yang disetujui secara legislatif selama satu tahun.

Keterangan foto utama: Para pemilih memberikan suara mereka untuk Early Voting di Kantor Register Los Angeles County di Norwalk, California, pada 5 November 2018. (Foto: AFP)

9 Hal yang Bisa Dipelajari dari Pemilu Paruh Waktu Amerika

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top