Dibuka Kembali, Penutupan Pemerintah AS Terpanjang Akhirnya Berakhir
Amerika

Dibuka Kembali, Penutupan Pemerintah AS Terpanjang Akhirnya Berakhir

Presiden Trump berbicara di Kebun Mawar Gedung Putih pada Jumat (25/1), mengatakan bahwa ia akan mendukung kesepakatan anggaran jangka pendek untuk mengakhiri penutupan pemerintah. (Foto: AP/Evan Vucci)
Berita Internasional >> Dibuka Kembali, Penutupan Pemerintah AS Terpanjang Akhirnya Berakhir

Penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah akhirnya berakhir, setelah pada Jumat (25/1) malam, Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan anggaran sementara selama tiga minggu. Penutupan pemerintah itu telah menyebabkan berbagai lembaga ditutup sebagian selama 35 hari. Namun begitu, pertikaian soal tembok perbatasan AS-Meksiko masih berlanjut, karena langkah sementara ini tidak mencakup pendanaan untuk tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, seperti yang diminta Trump.

Oleh: Jessica Taylor (NPR)

“Saya sangat bangga mengumumkan hari ini bahwa kami telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan, dan membuka kembali pemerintah federal,” kata Trump sebelumnya pada Jumat (25/1) di Kebun Mawar Gedung Putih, mengumumkan terobosan bipartisan yang telah lama ditunggu-tunggu.

Menjelang Jumat (25/1) malam, DPR dan Senat dengan suara bulat mengesahkan RUU untuk mendanai pemerintah hingga tanggal 15 Februari. Anggota parlemen juga berwenang untuk memajukan RUU pendanaan dengan jangka waktu lebih lama untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk sisa tahun fiskal, di mana dana keamanan perbatasan dapat dinegosiasikan secara bipartisan.

Namun, pertanyaannya masih ada, apa tepatnya yang dicapai Trump dengan sikap tegasnya untuk mendapatkan dana untuk tembok perbatasan, jika pada akhirnya ia menyerah.

Langkah sementara ini tidak mencakup pendanaan untuk tembok di sepanjang perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko seperti yang diminta Trump. RUU Keamanan Dalam Negeri tidak mencakup uang yang dialokasikan untuk tembok juga, tetapi kelompok anggota parlemen bipartisan akan menuntaskan rinciannya selama beberapa minggu ke depan.

Pada akhirnya, ketika peringkat persetujuan presiden anjlok dan jajak pendapat menunjukkan bahwa masyarakat sebagian besar menyalahkan Partai Republik atas situasi yang semakin mengerikan ini—yang ditegaskan pada Jumat (25/1) oleh penundaan besar di bandara utama, dan peringatan baru-baru ini tentang ancaman terhadap keamanan nasional—Trump akhirnya tampaknya mundur dari tuntutannya. Setidaknya untuk saat ini.

Baca Juga: Sudah 30 Hari, Penutupan Pemerintah AS Masih Tersangkut Isu Perbatasan

Penutupan lain dalam tiga minggu?

Trump tampaknya menghidupkan kembali ancamannya ketika ia mengakhiri pidatonya, memperingatkan bahwa jika negosiasi selama tiga minggu ke depan tidak menghasilkan dana untuk “tembok kuat atau penghalang baja” yang dia tuntut, “pemerintah akan ditutup kembali” atau dia akan mengumumkan darurat nasional untuk membangun tembok.

“Saya punya alternatif yang sangat kuat, tetapi saya tidak ingin menggunakannya saat ini. Mudah-mudahan itu tidak perlu,” goda Trump di awal sambutannya tentang langkah-langkah ekstrem—yang kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum di pengadilan.

“Kami tidak membutuhkan 2.000 mil tembok beton dari laut ke laut yang berkilau,” tambah presiden itu, dan menunjukkan keterbukaan terhadap beberapa upaya teknologi yang menurut beberapa Demokrat mungkin akan mereka dukung. Namun, ia mengulangi proposal untuk membangun penghalang di area spesifik yang diidentifikasi oleh Patroli Perbatasan, memperkuat keamanan di pelabuhan masuk yang sah, dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang telah melintasi perbatasan.

“Tembok atau penghalang atau apa pun yang ingin Anda sebut, itu akan menjadi bagian penting dari solusi,” kata Trump, yang secara rutin bertentangan dengan dirinya sendiri tentang bagaimana ia menggambarkan tembok yang dijanjikan itu.

Trump bersikeras pada Jumat (25/1) malam di Twitter bahwa kesepakatan itu “sama sekali bukan konsesi.”

Nancy Pelosi berbicara dengan Wakil Presiden Mike Pence dan Trump ketika mereka bertemu dengannya dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, AS. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Demokrat menerima kemenangan

Trump dan Partai Republik telah lama mempertahankan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri penutupan harus mencakup dana untuk tembok perbatasan yang diinginkan presiden, yang merupakan janji kuncinya selama kampanye 2016. Tetapi Demokrat mengatakan bahwa mereka harus membuka kembali pemerintah dan kemudian melanjutkan pembicaraan, yang persis seperti kesepakatan pada Jumat (25/1).

Para pemimpin Demokrat berpendapat bahwa persatuan konferensi mereka adalah apa yang akhirnya menyebabkan Trump menyerah.

“Masyarakat Amerika tidak suka ketika Anda mengorbankan kehidupan para pegawai pemerintah atas perselisihan politik yang tidak berhubungan,” kata Pemimpin Senat Minoritas Chuck Schumer, D-N.Y., kepada para wartawan. “Mudah-mudahan sekarang presiden itu telah mendapatkan pelajaran.”

Tanda-tanda pertama Trump akan menyerah terlihat pada awal pekan ini. Setelah Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif., mengatakan bahwa Trump tidak bisa memberikan pidato kenegaraan sampai setelah penutupan pemerintah, Trump mengancam akan mengadakan pidato tahunan di tempat lain. Tetapi dia mundur beberapa jam kemudian, dan berkata bahwa dia akan menuruti Pelosi.

Tidak jelas kapan Pidato Kenegaraan tersebut—yang telah dijadwalkan pada Selasa (29/1)—akan dilaksanakan, setelah kesepakatan pada Jumat (25/1) untuk mengakhiri penutupan. Pelosi mengatakan kepada para wartawan bahwa itu “tidak direncanakan sekarang”, dan bahwa dia telah memberi tahu Trump “ketika pemerintah dibuka kita akan membahas tanggal yang disepakati bersama.”

Pelosi mengatakan bahwa dia berharap perundingan selama tiga minggu ini akan menghasilkan kesepakatan mengenai keamanan perbatasan, meskipun dia tidak menjawab pertanyaan tentang apakah itu mungkin mencakup pendanaan untuk tembok perbatasan. Dia telah berulang kali mengatakan bahwa dia menentang tembok itu dan menyebutnya “tidak bermoral.”

“Saya melihat setiap tantangan atau setiap krisis sebagai peluang,” kata Pelosi.

Berbicara di lantai Senat tak lama setelah Trump menyetujui kesepakatan itu, McConnell mengatakan bahwa dia juga optimis, tetapi dengan beberapa peringatan.

“Ke depannya, saya berharap Demokrat akan tetap setia pada komitmen yang telah mereka nyatakan terus-menerus selama beberapa minggu terakhir—bahwa setelah pemerintah dibuka kembali, mereka akan sangat bersedia untuk bernegosiasi dengan itikad baik mengenai pendanaan pemerintah setahun penuh, yang akan mencakup investasi yang signifikan dalam tindakan keamanan perbatasan yang sangat dibutuhkan, termasuk hambatan fisik,” kata McConnell.

Penutupan Pemerintah AS

Sebuah tanda menyatakan bahwa Arsip Nasional ditutup karena penutupan sebagian pemerintah federal di Washington, DC. (Foto: Reuters/Joshua Roberts)

Konsekuensi dari penutupan yang berkepanjangan

Para pegawai federal yang telah bekerja tanpa bayaran atau cuti, juga akan mendapat bayaran kembali sebagai bagian dari perjanjian tersebut, meskipun tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Federasi Pegawai Pemerintah Amerika mengatakan bahwa para pegawai bisa mendapatkan kembali pembayaran secepatnya Kamis depan, tetapi serikat itu mengatakan bahwa mungkin juga mereka tidak akan dibayar sampai tanggal pembayaran berikutnya yang dijadwalkan pada tanggal 4 Februari.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan bahwa “pemerintah sedang mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa mereka menerima bayaran sesegera mungkin.”

Para kontraktor federal yang juga terkena dampak penutupan tidak akan mendapatkan bayaran sebelumnya.

Terobosan ini terjadi seiring para pegawai federal melewatkan gaji kedua mereka berturut-turut, dan tidak mendapatkan gaji selama lebih dari sebulan. Trump berterima kasih kepada para pegawai itu, menyebut mereka “patriot” dan mengatakan bahwa mereka “menderita” jauh lebih besar daripada siapa pun, tetapi mereka dan keluarga mereka dapat memahaminya.

Kebuntuan yang berkepanjangan ini membuat keamanan dan infrastruktur negara berada di ujung tanduk, di mana penundaan penerbangan yang signifikan di bandara-bandara utama meningkat pada Jumat (25/1), karena ketidakhadiran Administrasi Penerbangan Federal dan Administrasi Keamanan Transportasi. FBI juga memperingatkan bahwa langkah-langkah kritis penanggulangan kejahatan telah dibatasi, karena agen-agennya terbatas dan bekerja tanpa bayaran.

Baca Juga: Mengapa Trump Belum Menyerah Soal Penutupan Pemerintahan Amerika

Bagaimana ini dimulai

Penutupan ini dimulai pada 22 Desember, ketika Partai Republik masih memiliki kendali atas Kongres, setelah kehilangan 40 kursi di DPR pada November 2018.

Setelah dua tahun kontrol terpadu, Presiden Partai Republik itu tidak dapat memenuhi janji kampanyenya—yang berulang kali ia katakan selama kampanye tahun 2016 bahwa Meksiko akan membayar—dan tampaknya ada urgensi untuk dorongan terakhirnya.

Schumer mengatakan bahwa pelajaran yang Trump harus ambil adalah bahwa Pelosi—yang mengklaim kembali jabatan Ketua DPR pada awal Januari—tidak boleh dianggap enteng.

“Tidak seorang pun boleh meremehkan Ketua DPR itu, seperti yang telah dipelajari Donald Trump,” kata Schumer.

Koresponden Kongres NPR Susan Davis dan Kelsey Snell, dan koresponden keamanan nasional NPR Greg Myre berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Presiden Trump berbicara di Kebun Mawar Gedung Putih pada Jumat (25/1), mengatakan bahwa ia akan mendukung kesepakatan anggaran jangka pendek untuk mengakhiri penutupan pemerintah. (Foto: AP/Evan Vucci)

Dibuka Kembali, Penutupan Pemerintah AS Terpanjang Akhirnya Berakhir

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top