Gunung Api
Berita Politik Indonesia

Hot Spot Gunung Api Indonesia: Ada di Mana Saja?

Letusan Anak Krakatau memicu tsunami yang mematikan pada 22 Desember 2018. (Foto: EPA-EFE)
Berita Internasional >> Hot Spot Gunung Api Indonesia: Ada di Mana Saja?

Gunung Agung di Bali kembali erupsi Kamis malam. Desember lalu, erupsi Gunung Anak Krakatau meletus, memicu tsunami yang mematikan. Kita juga masih ingat bagaimana erupsi Gunung Agung yang terakhir membuat industri pariwisata di Bali terganggu. Pertanyaannya, mengapa Indonesia rawan gempa dan erupsi? Ada berapa banyak gunung api di Indonesia, dan berapa yang masih aktif?

Baca juga: Erupsi Penyebab Tsunami Pangkas Dua Pertiga Tinggi Anak Krakatau

Oleh: The Straits Times

Indonesia pada hari Kamis, 27 Desember 2018 lalu sempat menaikkan tingkat siaga bahaya untuk gunung berapi Anak Krakatau di tengah tanda-tanda peningkatan aktivitas, setelah letusannya memicu tsunami yang mematikan. Penerbangan di sekitar gunung berapi tersebut, yang terletak di antara pulau Jawa dan Sumatra, juga dialihkan.

Berikut ini adalah tinjauan lebih dekat kepada hot spot vulkanik di Indonesia.

Mengapa Indonesia Rawan Gempa dan Erupsi?

Indonesia adalah negara kepulauan yang luas yang terletak di “Cincin Api” Pasifik (Ring of Fire). Cincin adalah busur 40.000 kilometer yang membentang dari Selandia Baru, hingga Papua Nugini, Indonesia, Filipina dan Jepang, menyeberang ke Alaska, Amerika Serikat, Meksiko ke ujung selatan Amerika Selatan. Di sinilah lempeng tektonik bertabrakan dan sebagian besar letusan gunung berapi dan gempa bumi terjadi.

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) mengatakan lebih dari setengah gunung berapi aktif dunia di atas permukaan laut mengelilingi Samudra Pasifik untuk membentuk Cincin Api, sementara sekitar 90 persen dari gempa bumi dunia terjadi di sepanjang cincin.

Berapa Jumlah Gunung Api di Indonesia, dan Berapa Banyak yang Masih Aktif?

Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, dengan tujuh di antaranya saat ini dalam ‘fase erupsi,’ Sydney Morning Herald melaporkan, mengutip ahli vulkanologi Janine Krippner di Universitas Concord, Virginia Barat.

Gunung berapi dianggap tidak lagi dalam fase erupsi ketika gunung itu tidak aktif selama tiga bulan.

Anak Krakatau adalah salah satu gunung berapi yang saat ini berada dalam “fase erupsi” dan terus terbatuk-batuk sejak Juli. Dr Krippner mengatakan itu adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.

Dibentuk dari letusan gunung berapi Krakatau yang legendaris, gunung berapi itu berada di antara 20 gunung berapi di Indonesia yang terdaftar oleh pemerintah sebagai zona peringatan bagi para pelancong pada hari Rabu lalu, lapor The Jakarta Post.

Saat ini berada pada level tertinggi kedua dalam skala empat level, yang bergerak dari normal (level 1) ke kehati-hatian (level 2), waspada (level 3) dan bahaya (level 4).

Gunung berapi lain dalam daftar termasuk Gunung Soputan di Sulawesi Utara, juga di level 3, dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang saat ini berada di level tertinggi.

Gunung Sinabung, yang telah terbatuk sejak 2010, menyaksikan letusan mematikan pada tahun 2014 dan 2016. Sebuah letusan pada bulan Februari tahun ini menyaksikannya memuntahkan awan besar asap dan abu, meninggalkan desa-desa setempat yang dilapisi puing-puing dan para pejabat berhamburan untuk membagikan masker wajah kepada penduduk.

Baca juga: Setelah Anak Krakatau, Gunung Agung Kembali Erupsi

Gunung berapi lain yang baru-baru ini aktif adalah Gunung Merapi, yang saat ini berada pada tingkat siaga level 2. Terletak di utara kota Yogyakarta, serangkaian letusan kecil pada bulan Mei mendorong evakuasi penduduk yang tinggal di sekitar gunung berapi dan penutupan bandara kota.

Sementara itu, Gunung Agung, gunung berapi di pulau Bali, telah meletus secara berkala sejak bergemuruh kembali hidup pada November lalu. Saat ini siaga tiga.

Sebuah letusan pada bulan Juni untuk sementara menutup bandara populer di pulau liburan dan membuat ratusan penerbangan. Letusan besar terakhir Gunung Agung pada tahun 1963 menewaskan sekitar 1.600 orang.

Bagaimana Volcano dan Gempa Bumi Terjadi?

Di sepanjang Cincin Api, sejumlah batas lempeng tektonik utama bertabrakan. Rangkaian garis sambung yang saling terhubung secara konstan berada di bawah tekanan dari batuan cair yang amat sangat panas di bawahnya.

Kadang-kadang retakan terdesak dan meledak, menciptakan letusan gunung berapi dan menyebabkan tanah di kedua sisi garis patahan bergeser dan melengkung dengan kuat, memicu gempa bumi.

Bagaimana Erupsi Gunung Api Memicu Tsunami?

Tsunami sering terpicu ketika sejumlah besar air dengan cepat dipindahkan oleh gempa bumi.

Tetapi ahli geologi Indonesia mengatakan tsunami Sabtu (22/12) lalu kemungkinan disebabkan oleh aktivitas gunung berapi ketika letusan menyebabkan bagian gunung berapi – di sisi selatan dan barat daya – runtuh dan meluncur ke laut, memicu tsunami.

Keterangan foto utama: Letusan Anak Krakatau memicu tsunami yang mematikan pada 22 Desember 2018. (Foto: EPA-EFE)

Hot Spot Gunung Api Indonesia: Ada di Mana Saja?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top