Pembunuhan Khashoggi
Global

Laporan Arab Saudi Berbeda dengan Temuan CIA atas Pembunuhan Khashoggi

Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri upacara di sebuah hotel di Riyadh pada akhir bulan Januari 2019. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images)
Berita Internasional >> Laporan Arab Saudi Berbeda dengan Temuan CIA atas Pembunuhan Khashoggi

Laporan Arab Saudi memberikan informasi berbeda dengan temuan CIA terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Laporan Arab Saudi mengatakan bahwa pertukaran pesan yang dikutip CIA antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan ajudannya, sama sekali tidak menyebutkan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. CIA sebelumnya mengeluarkan penilaian bahwa pangeran Mohammed secara pribadi menargetkan Khashoggi, mengizinkan operasi terhadap dirinya, dan mungkin memerintahkan pembunuhan terhadapnya.

Baca juga: ‘Tidak Cukup’: Reaksi PBB atas Pengadilan Saudi untuk Kasus Jamal Khashoggi

Oleh: Warren P. Strobel (The Wall Street Journal)

Pemerintah Arab Saudi menentang elemen penting dari penilaian CIA yang menyimpulkan Bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman kemungkinan memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, seiring pemerintah Arab Saudi berupaya memperbaiki reputasinya setelah kematian jurnalis dan aktivis politik Jamal Khashoggi.

Sebuah laporan rahasia yang disiapkan untuk jaksa penuntut umum Saudi menemukan bahwa tidak ada pesan WhatsApp antara pangeran Mohammed dan pembantu utamanya Saud al-Qahtani pada tanggal 2 Oktober 2018—hari ketika Khashoggi terbunuh—yang menyangkut wartawan tersebut maupun pembunuhannya. Draf laporan tersebut telah ditinjau oleh The Wall Street Journal.

Keberadaan pesan-pesan antara pangeran Arab Saudi itu dan Qahtani—yang mengawasi tim yang membunuh Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki—menurut orang-orang yang akrab dengan pekerjaannya, adalah salah satu bukti yang dikutip dalam penilaian CIA yang sangat rahasia. Para pejabat intelijen mengakui dalam laporan tersebut—yang selesai pada bulan November 2018—bahwa mereka mengetahui adanya komunikasi antara kedua orang itu, tetapi “kami tidak tahu isinya.”

Laporan oleh Kroll—sebuah perusahaan keamanan swasta besar—secara sempit berfokus pada pemeriksaan forensik terhadap sebuah ponsel milik Qahtani, yang sebagai penasihat media dan tangan kanan pangeran Mohammed melakukan kampanye agresif untuk mengendalikan para pembangkang Arab Saudi, menurut para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi.

Dua pejabat AS mengatakan minggu ini, bahwa CIA bersikeras dengan penilaian bahwa pangeran Mohammed secara pribadi menargetkan Khashoggi, mengizinkan operasi terhadap dirinya, dan mungkin memerintahkan pembunuhan terhadapnya.

Penilaian CIA itu merujuk pada sejumlah faktor, termasuk apa yang dikatakannya adalah fokus pribadi pangeran Mohammed pada Khashoggi, kontrol sang pangeran atas para operatif yang membunuh dan memutilasinya, serta bukti bahwa pangeran Mohammed sebelumnya telah memberikan wewenang pada beberapa operasi yang sama untuk secara kejam menargetkan lawan lain.

Pangeran Mohammed dan Qahtani juga menggunakan aplikasi pesan lain, selain WhatsApp, untuk berkomunikasi, menurut seseorang yang akrab dengan komunikasi tersebut. Tidak disebutkan saluran lain tersebut dalam penilaian CIA. CIA menolak untuk mengomentari penilaiannya sendiri atau tentang perkembangan terakhir.

Laporan ini secara sempit berfokus pada pesan WhatsApp antara dua orang yang melibatkan satu telepon pada hari kematian Khashoggi dan hari berikutnya. Laporan itu tidak membahas percakapan lain yang mungkin dilakukan pangeran Mohammed, melalui saluran apa pun, dengan Qahtani atau orang lain tentang jurnalis Arab Saudi tersebut.

Pemerintahan Arab Saudi telah berulang kali membantah bahwa pangeran Mohammed terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan telah memicu kemarahan para penguasa kerajaan Saudi dengan komentar-komentarnya yang blak-blakan di The Washington Post dan media lain. Arab Saudi mengatakan bahwa kematiannya adalah hasil dari “operasi jahat.” Jaksa penuntut umum Saudi—yang sedang menyelidiki kasus ini—telah menuntut 11 orang, termasuk Qahtani. Pemerintah Saudi telah menolak upaya penyelidikan internasional.

Bulan Maret 2017, penasihat senior Gedung Putih Kushner membantu mengantarkan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri makan siang formal dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: The New York Times/Stephen Crowley)

Walau Presiden Trump telah meremehkan temuan CIA dan berusaha melindungi hubungan Amerika-Arab Saudi, namun banyak anggota parlemen AS menginginkan penilaian kembali hubungan dengan pangeran Mohammed. Para senator AS dari kedua partai yang memberikan penjelasan tentang penilaian CIA, menyimpulkan bahwa pangeran itu memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Senat AS mengeluarkan resolusi pada bulan Desember 2018 yang mengecam dugaan perannya dalam pembunuhan.

Baca juga: Sidang 11 Tersangka Pembunuhan Khashoggi, 5 Dituntut Hukuman Mati

Jaksa penuntut umum Arab Saudi menyewa Kroll untuk memeriksa interaksi WhatsApp, setelah The Wall Street Journal pertama kali melaporkan rincian penilaian CIA pada tanggal 1 Desember 2018. Draf laporan perusahaan tersebut bertanggal 5 Januari 2019. Kroll hingga kini tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Pemeriksaan telepon Qahtani mengungkapkan 11 pesan yang dikirim oleh pangeran Mohammed ke Qahtani pada tanggal 2 Oktober 2018—yang disebutkan dalam penilaian CIA—serta 15 pesan yang dikirim Qahtani ke pangeran Mohammed pada tanggal itu. Tidak satu pun dari pesan itu “berisi referensi yang jelas atau dapat diidentifikasi merujuk pada Jamal Khashoggi,” kata Kroll dalam laporan itu.

“Kroll tidak mengidentifikasi indikasi manipulasi, penghapusan, atau perubahan dari data yang dianalisis,” katanya.

Laporan Kroll itu mengatakan telah menemukan bahwa satu pesan telah dihapus dari ponsel Qahtani. Perusahaan itu mengatakan bahwa menurut jaksa penuntut umum Arab Saudi, Qahtani telah mengirim pesan itu, menyadari bahwa pesan itu berisi kesalahan ketik, menghapusnya, kemudian mengirim pesan yang telah diperbaiki.

Sebelas pesan dari pangeran Mohammed ke Qahtani mencakup masalah-masalah yang relatif biasa, termasuk panggilan telepon yang dilakukan sang pangeran pada hari itu dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, menurut laporan Kroll, demikian bunyi laporan itu.

Sekumpulan pesan yang dikutip menunjukkan bahwa pemimpin Arab Saudi itu bisa bersikap kasar terhadap bawahannya.

Setelah mengetahui bahwa Saudi Press Agency yang dikendalikan oleh negara telah menerbitkan rincian tentang panggilannya dengan pemimpin Spanyol, pangeran Mohammed mengirim pesan kepada Qahtani pada pukul 3:54 pagi: “Berapa kali saya mengatakan berita ini tidak boleh disiarkan sebelum menerima izin saya?”

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi: Arab Saudi Akan Reformasi Badan-Badan Keamanan

Merujuk pada ayahnya, Raja Salman, dia menambahkan: “Saya lupa memberi tahu raja dan dia tidak senang (dengan hal ini).”

Dua menit kemudian, dia mengirim pesan lain: “Selidiki sekarang.”

Pesan-pesan dari Qahtani kepada pangeran Mohammed mencakup berbagai topik, menurut laporan itu, termasuk terjemahan yang tepat dari pidato oleh seorang pemimpin asing, dan siaran pers yang akan datang tentang komitmen Arab Saudi terhadap energi surya.

Keterangan foto utama: Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri upacara di sebuah hotel di Riyadh pada akhir bulan Januari 2019. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images)

Laporan Arab Saudi Berbeda dengan Temuan CIA atas Pembunuhan Khashoggi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top