Lini Masa Sengketa Maritim Singapura-Malaysia
Asia

Lini Masa Sengketa Maritim Malaysia-Singapura

Pemandangan udara yang diambil dari helikopter menunjukkan Singapura (kiri) berbatasan dengan negara bagian selatan Johor (kanan), pada 2 Februari 2016. (Foto: AFP/Roslan Rahman)
Berita Internasional >> Lini Masa Sengketa Maritim Malaysia-Singapura

Malaysia dan Singapura tengah menghadapi sengketa maritim, setelah Malaysia memperluas batas pelabuhannya dan disebut-sebut menerobos masuk ke perairan Singapura. Singapura pun pada gilirannya mengatakan akan memperpanjang batas pelabuhannya juga. Berikut lini masa sengketa maritim Singapura-Malaysia, dimulai sejak tahun 1979.

Oleh: Channel NewsAsia

Baca Juga: 3 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Kunjungan Mahathir ke Singapura

Singapura dan negara tetangganya di utara Malaysia terlibat dalam sengketa maritim setelah Malaysia memperpanjang batas pelabuhan Johor Bahru dengan cara yang menurut pemerintah Singapura, “merambah ke perairan teritorial Singapura di lepas pantai Tuas.”

Ada juga 14 gangguan oleh kapal pemerintah Malaysia yang menerobos masuk ke dalam wilayah Singapura dalam beberapa pekan terakhir, yang digambarkan sebagai “tindakan agresif” oleh Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan pada Kamis (6/12).

Dia mengumumkan bahwa Singapura akan memperpanjang batas pelabuhan sebagai dampak dari “perkembangan provokatif baru-baru ini”. Berikut adalah lini masa sengketa maritim Singapura Malaysia:

Lini Masa Sengketa Maritim Singapura-Malaysia

1979: Malaysia menerbitkan peta yang menggambarkan wilayah perairan yang diklaimnya. Ini termasuk klaimnya atas Pedra Branca, serta di daerah-daerah yang dekat dengan timur dan barat Singapura. Garis batas yang diklaim Malaysia di wilayah barat menembus batas-batas pelabuhan Singapura. Singapura tidak diajak berkonsultasi dalam pembuatan peta ini.

1980: Singapura mengajukan protes diplomatik dengan Malaysia atas peta tahun 1979, dan menegaskan bahwa garis batas yang ditunjukkan dalam peta tersebut melanggar kedaulatan Singapura dan Pedra Branca milik Singapura.

1987: Malaysia menerbitkan batas pelabuhan Johor Bahru, yang melacak batas laut teritorial yang diklaim dalam peta tahun 1979-nya.

1995: Singapura dan Malaysia mengakhiri Kesepakatan 1995 antara Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Republik Singapura untuk Menentutan Batasan Tepat untuk Perairan Teritorial Sesuai dengan Pemukiman Selat dan Perjanjian Perairan Wilayah Johore 1927.

1997: Batas pelabuhan Singapura di sebelah barat Raffles Lighthouse diperpanjang sedikit untuk pengaturan lalu lintas pengiriman yang lebih baik di sekitarnya. Hingga tahun 2018, ini adalah kali terakhir Singapura mengubah batas gerbangnya.

1999: Malaysia menerbitkan batas pelabuhan Johor Bahru yang telah diperbarui, yang masih melacak batas laut teritorial yang diklaim dalam peta tahun 1979. Selama 20 tahun ke depan, batas ini tetap utuh. Singapura terus menjalankan yurisdiksinya di perairan yang sekarang ditutupi oleh perpanjangan batas pelabuhan, tanpa protes dari Malaysia.

Ilustrasi menunjukkan penyesuaian batas pelabuhan Singapura dan Malaysia. (Grafis: via ChannelNews Asia)

25 Oktober 2018: Perubahan batas pelabuhan Johor Bahru diumumkan melalui Federal Government Gazette oleh Malaysia, dalam dokumen yang diterbitkan oleh Kamar Jaksa Agung. Batas pelabuhan yang berubah, meluas secara signifikan ke arah timur melampaui klaim laut teritorial di area yang dibuat pada peta Malaysia tahun 1979.

30 November 2018: Otoritas Maritim dan Otoritas Pelabuhan Singapura merilis pengumuman untuk memberi instruksi kepada pemilik kapal dan pemilik kapal selam agar mengabaikan pemberitahuan di Malaysia.

4 Desember 2018: Singapura mengajukan “protes keras” terhadap pemerintah Malaysia, meminta Malaysia menahan diri dari mengambil tindakan sepihak lebih lanjut, dan untuk mengubah pemberitahuan pengumuman “untuk mencerminkan kedaulatan Singapura atas perairan yang dipermasalahkan.”

Kementerian Transportasi Singapura juga mengatakan bahwa kapal dari Badan Penindakan Maritim Malaysia dan Departemen Kelautan Malaysia, telah berulang kali menyusup ke perairan teritorial Singapura dari Tuas dalam dua minggu terakhir.

5 Desember 2018: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan berbicara kepada rekannya dari Malaysia Saifuddin Abdullah di telepon, dan menekankan “kebutuhan mendesak” bagi Malaysia untuk menghentikan gangguan untuk menghindari meningkatnya ketegangan di lapangan.

Dia juga membahas masalah terpisah antara Singapura dan Malaysia, setelah Menteri Transportasi Malaysia Anthony mengatakan di Parlemen bahwa Malaysia bermaksud untuk merebut kembali wilayah udara Johor selatan.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia belum menyentuh perbatasan Singapura. “Kita bisa mengukur untuk melihat apakah itu benar atau tidak, tetapi kami belum menyentuh perbatasan mereka. Kami masih berada di perairan kami sendiri.”

Kementerian Perhubungan Singapura membantah pernyataan itu.

6 Desember 2018: Singapura memperpanjang batas pelabuhannya dari Tuas. Menteri Khaw mengatakan bahwa Singapura “tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas” terhadap intrusi untuk melindungi wilayah dan kedaulatannya.

Kata Khaw: “Di luar dugaan, Malaysia mengklaim perairan teritorial milik Singapura. Tanpa konsultasi sebelumnya, Malaysia berusaha mengubah secara sepihak status quo lama di daerah tersebut. Ini adalah provokasi yang mencolok dan pelanggaran serius kedaulatan dan hukum internasional kami.”

Dia mendesak warga Singapura untuk tetap bersatu dan “dengan tenang tetapi teguh berdiri di tanah kita.” Menteri itu menambahkan: “Kami masih mengejar hubungan bilateral yang baik, dan berharap kami dapat bekerja sama untuk menemukan solusi damai untuk masalah ini.

Baca Juga: Singapura: Contoh Negara Berkembang yang Tumbuh Sukses

Video konferensi utuh Khaw Boon Wan:

Kementerian Pertahanan Singapura merilis video yang menunjukkan Angkatan Laut Republik Singapura dan Polisi Pantai Singapura merilis peringatan kepada kapal pemerintah Malaysia di perairan Singapura.

Keterangan foto utama: Pemandangan udara yang diambil dari helikopter menunjukkan Singapura (kiri) berbatasan dengan negara bagian selatan Johor (kanan), pada 2 Februari 2016. (Foto: AFP/Roslan Rahman)

Lini Masa Sengketa Maritim Malaysia-Singapura

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top