ISIS
Timur Tengah

Mosul Irak: Tempat Iblis, Perempuan, dan ISIS Bertemu

Berita Internasional >> Mosul Irak: Tempat Iblis, Perempuan, dan ISIS Bertemu

Selama masa pendudukan ISIS di kota Mosul, Irak, sering dilangsungkan sesi-sesi pengusiran jin secara rahasia. Sesi ini, yang disebut ruqyah, dilakukan hanya pada wanita, dan diizinkan oleh ISIS. Aliran Salafi yang dipercaya ISIS mempercayain keberadaan jin, sehingga sesi ini tak dilarang di bawah kekuasan mereka.

Baca juga: Disebut Kalah, ISIS Bangkit Kembali dengan Taktik Gerilya

Oleh: DW

“Perempuan masih datang untuk meminta sesi pengusiran setan,” kata Othman, sang muazin yang, lima kali sehari, mengumandangkan adzan di Masjid Haiba Khatoon di pusat Mosul. Dia melakukan hal yang sama selama tiga tahun saat ISIS menduduki kota kedua di Irak, dan menceritakan bagaimana para wanita berduyun-duyun ke masjid untuk sesi yang diadakan khusus bagi mereka untuk mengusir jin, yang dikenal sebagai ruqyah dalam Islam.

Othman sedang duduk di taman masjid, tempat para lelaki sedang sholat. Masjid yang ramai di dekat Universitas Mosul ini banyak digunakan oleh para pedagang, mahasiswa, dan pelancong yang melewatkan salah satu dari waktu sholatnya.

Masjid itu tampak terlalu ramai untuk menjadi tempat di mana sesi pengusiran setan telah diadakan, yang hampir tidak ada yang tahu. Imam yang kembali ke masjid mereka setelah ISIS pergi membantah mengetahui adanya praktik itu di manapun selama pendudukan. “Kebanyakan orang di Mosul tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini,” kata Othman kepada DW. “Mungkin hanya mereka yang teratur datang ke masjid ini untuk berdoa.”

Sesi diadakan antara sesi doa tengah hari dan jam 3 sore, dan hanya di area wanita. “Dan para wanita hanya menggunakan pintu samping.”

Sesi rahasia dikatakan telah diadakan di Masjid Haiba Khatoon (Foto: DW/J. Neurink)

Sebagai muazin selama periode ISIS, dan takut akan akibat yang akan menimpanya, Othman enggan menyebutkan nama lengkapnya. Tetapi karena ia harus masuk ke dalam masjid lima kali sehari untuk mengumandangkan adzan, ia memiliki kunci ke masjid dan melihat lusinan wanita asing dan lokal yang datang secara teratur untuk sesi-sesi tersebut.

Salah satu kasus yang terdokumentasi adalah kasus seorang wanita muda Belanda yang tinggal bersama suaminya yang merupakan anggota ISIS, dan dua anaknya di rumah yang tidak jauh dari masjid. Keluarga ini hidup serumah dengan pasangan ISIS lainnya. Rumah itu masih berdiri sampai sekarang, dan pemilik aslinya telah kembali.

Mengusir setan

Laura H. (yang nama belakangnya dilindungi kerahasiaannya oleh hukum Belanda), berbicara kepada penulis Belanda Thomas Rueb tentang pengalaman itu. Rueb kemudian menulis buku tentang itu, yang diterbitkan tahun lalu. Dia mengikuti sesi itu, karena dia mengatakan suaminya telah menganiayanya, dan dia mencari penyebab mengenai perilaku suaminya itu dalam dirinya. Jin memblokir keyakinannya, itulah sebabnya dia membuat kesalahan, dia diberitahu.

Laura bercerita di sesi itu para wanita melepas sarung tangan mereka dan duduk di sebuah ruangan kecil dengan telapak tangan terbalik. Mereka semua menutup mata mereka dan pria yang memimpin sesi itu akan mulai melantunkan ayat-ayat dari Alquran dengan suara yang aneh dan bernada tinggi, yang semakin lama semakin keras. Pria itu lalu memukul telapak tangan mereka—aturan ISIS melarang semua kontak fisik antara pria dan wanita yang tidak menikah atau berhubungan darah.

Dia juga bercerita saat seorang wanita muda kesurupan dan melepas jilbabnya—pelanggaran aturan ISIS lain. Para wanita muntah dan jatuh ke lantai seolah-olah mereka kehilangan kendali atas otot-otot mereka. Mereka menjerit, menangis, dan tertawa. Ketika sesi berakhir setelah sekitar 20 menit, para wanita menata kembali pakaian mereka dan pergi keluar dengan diam.

Pria yang memimpin sesi itu adalah Abu Younis, seorang penjahit berusia 55 tahun yang tidak memiliki pendidikan Islam, kata Othman. Younis juga tidak punya hubungan dengan ISIS, tetapi karena kepopulerannya, kelompok teror itu mengizinkannya melakukan ruqyah di masjid.

Ini sangat tidak biasa, karena kelompok itu menganggap banyak praktik keagamaan lainnya sebagai syirik, atau penyembahan berhala. ISIS telah melarang penjualan jimat dengan ayat Alquran dan bahkan mengeksekusi mereka yang menawarkan layanan semacam ini karena menggunakan ilmu hitam.

Apakah ISIS menutup mata?

Sebelum ISIS, ini adalah praktik umum untuk penganut Islam Sunni di Mosul dan di daerah lain di Irak. Untuk wanita yang sangat menginginkan seorang putra, atau orang lain yang memiliki penyakit yang tidak akan sembuh, kunjungan ke seorang imam atau pria suci untuk meminta jimat dan doa sering dilakukan. Yang lain ada yang berdoa di kuburan orang-orang kudus.

Menurut saksi di Mosul, sesi pengusiran jin juga biasa terjadi, terutama di kalangan Muslim Sufi. Tapi Sufisme, cabang Islam Sunni yang lebih terbuka dengan hal-hal gaib, dilarang oleh ISIS, seperti halnya semua agama dan adat lain yang tidak sejalan dengan interpretasi Salafi ISIS terhadap Islam.

Namun pengusiran jin dibolehkan. Itu karena praktik itu bagian dari Alquran, kata Jamal Hussen, seorang ahli dan penulis tentang Islam Salafi dari Kurdistan Irak. “Menurut doktrin Salafi, perempuan lebih rentan terhadap jin yang jahat, karena kelemahan dan kurangnya kecerdasan adalah undangan bagi iblis.” Mungkin itu sebabnya sesi pengusiran sepertinya hanya dihadiri oleh perempuan; tidak disebutkan di mana pun sesi diadakan untuk pria selama pendudukan ISIS.

Dalam Alquran, jin adalah makhluk ketiga, bersama dengan manusia dan malaikat. Malaikat adalah utusan Tuhan dan diciptakan dari cahaya. Jin adalah roh yang diciptakan dari nyala api, kata Hussen, dan tidak bisa terlihat oleh indera manusia. Jin bisa baik dan jahat, dan berbagi beberapa kebiasaan dengan manusia, seperti menikah dan punya anak.

“Ada surat dalam Al Qur’an yang lengkap membahas tentang jin,” katanya, dan itulah sebabnya mereka adalah bagian dari keyakinan kelompok Salafi seperti ISIS. Selama perang di Suriah, kelompok teror itu berulang kali menyatakan bahwa mereka memiliki malaikat dan jin yang bertarung di pihak mereka melawan orang-orang kafir.

Makam Muslim yang dianggap suci di mana orang-orang sering berdoa meminta bantuan (Foto: DW/J. Neurink)

Metode Jin

Pengobatan konvensional mungkin akan mendiagnosis gejala seseorang yang dikatakan telah diambil alih oleh jin sebagai penyakit psikologis. Tetapi sebagai pengganti perawatan medis, para salafi meminta pasien menjalani sesi-sesi di mana ayat-ayat Alquran dibacakan dan jin diperintahkan untuk meninggalkan tubuh pasien. “Seringkali, pasien akan berhalusinasi atau mungkin menderita penyakit epilepsi yang kadang-kadang bahkan dapat menyebabkan kematian. Tetapi kemudian dikatakan bahwa ini dikarenakan jin menolak untuk meninggalkan tubuh pasien.”

Pengusiran setan harus dilakukan oleh seorang pria, diutamakan yang tua dan terkenal karena keyakinannya, kata Hussein, tetapi ia mengakui ini aneh, dalam masyarakat di mana dunia laki-laki dan perempuan benar-benar dipisah di bawah aturan ISIS, pria harus memimpin sesi ruqyah untuk wanita di Masjid Haiba Khatoon.

Baca juga: Masih Aktif, Begini Ancaman ISIS Sekarang

“Sudah diketahui bahwa di praktik ini pria telah menyalahgunakan situasi dan melecehkan para wanita,” katanya. Itulah sebabnya beberapa penatua Al-Azhar, universitas agama paling berpengaruh bagi Islam Sunni di Kairo, mengatakan “metode ini tidak lain hanyalah tipuan dan korup.”

Setelah ISIS pergi, Abu Younis dijemput oleh tentara Irak, kata Othman pada awalnya, tapi Othman kemudian mengoreksi dengan mengatakan bahwa pria itu tidak dapat dihubungi karena dia telah melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya.

Lebih dari setahun setelah militan ISIS diusir dari Mosul, masih ada permintaan dari para wanita untuk sesi pengusiran setan yang akan menyiratkan bahwa wanita Salafi masih hadir di kota itu. Tapi Masjid Haiba Khatoon tidak akan menyediakan apa yang mereka inginkan dalam waktu dekat.

Keterangan foto utama: Mosul adalah kota kedua terbesar di Irak yang pernah diduduki ISIS. (Foto: DW/J. Neurink)

 

Mosul Irak: Tempat Iblis, Perempuan, dan ISIS Bertemu

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top