Tahun 2018
Asia

Orang-Orang yang ‘Dihilangkan’ China Tahun 2018

Presiden China Xi Jinping dalam KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. (Foto: AP Photo/Themba Hadebe)
Berita Internasional >> Orang-Orang yang ‘Dihilangkan’ China Tahun 2018

Mulai dari bintang film hingga mahasiswa, tidak ada yang kebal dari ‘penghilangan orang’ oleh pemerintah China. Jumlah yang terus bertambah dan ruang lingkup yang meluas menunjukkan sejauh mana pemerintahan Xi bersedia mempertahankan kontrol dan otoritasnya. Berikut orang-orang yang ‘dihilangkan’ China pada tahun 2018.

Baca juga: Tahun 2019, Ekonomi Asia Terombang-ambing akibat Melemahnya China

Oleh: Yanan Wang (The Diplomat)

Tidak jarang orang yang berbicara menentang pemerintah kemudian orang itu menghilang di China, tetapi ruang lingkup “orang hilang” telah berkembang sejak Presiden Xi Jinping berkuasa pada tahun 2013.

Tidak hanya para pembangkang dan aktivis, tetapi juga para pejabat tinggi, Marxis, orang asing, dan bahkan bintang film—orang-orang yang tidak pernah secara terbuka menentang Partai Komunis China yang berkuasa—telah dibawa pergi oleh polisi ke tujuan yang tidak diketahui.

Upaya pencarian orang hilang yang jumlahnya makin membengkak memberikan pandangan mengenai sejauh mana pemerintahan Xi bersedia mempertahankan kontrol dan otoritasnya.

Di bawah ini, terdapat daftar beberapa orang yang hilang pada tahun 2018 di tangan pemerintah China.

1. Pion Asing

China mengancam akan memberikan “konsekuensi serius” jika Kanada tidak melepaskan eksekutif perusahaan teknologi Meng Wanzhou, tak lama setelah kepala keuangan Huawei tersebut ditahan di Vancouver pada bulan Desember, untuk kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat.

Konsekuensi nyata terwujud dalam beberapa hari, ketika dua pria Kanada hilang di China. Keduanya ternyata ditangkap oleh petugas keamanan negara, dengan dugaan membahayakan keamanan nasional—kategori kejahatan yang tidak jelas yang telah dikenakan terhadap orang asing dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan diplomat Kanada Michael Kovrig—yang saat ini menjadi penasihat senior di Asia Timur Laut untuk Kelompok Krisis Internasional—diculik oleh pihak berwenang dari jalan Beijing pada larut malam, kata seseorang yang dekat dengan kasusnya. Dia diizinkan satu kali melakukan kunjungan konsuler dalam sebulan dan belum diberikan akses mendapatkan pengacara, seperti standar untuk kasus keamanan negara.

Yang juga ditahan adalah Michael Spavor, yang mengadakan kunjungan ke Korea Utara dari kota perbatasan Dandong. China belum mengatakan apakah penahanan mereka terkait dengan Meng, tetapi skenario serupa terjadi di masa lalu.

Pasangan Kanada ditahan pada tahun 2014 dengan alasan membahayakan keamanan nasional, tidak lama setelah Kanada menangkap Su Bin, seorang pria China yang dicari karena spionase industri di Amerika Serikat.

Seperti Spavor, Kevin dan Julia Garratt tinggal di Dandong, di mana mereka mengelola sebuah kedai kopi populer selama hampir satu dekade. Mereka juga bekerja dengan badan amal Kristen yang menyediakan makanan bagi para pengungsi Korea Utara.

Walau Julia Garratt dibebaskan dengan jaminan, namun suaminya ditahan selama lebih dari dua tahun sebelum dia dideportasi pada September 2016—sekitar dua bulan setelah Su mengaku bersalah di AS.

Hilangnya Fan Bingbing Tunjukkan Tak Ada Siapa pun yang Aman di China

Fan Bingbing. (Foto: AFP/Anne-Christine Poujoulat)

2. Aktris Penghindar Pajak

Fan Bingbing telah mewujudkan impiannya. Sejak mendapatkan peran yang penting pada salah satu cerita fiksi pada usia 17 tahun, Fan telah menjadi bintang di puluhan film dan serial televisi, dan memperluas kesuksesannya dengan menjadi model, usaha desain busana, dan usaha lain yang menjadikannya salah satu selebritas dengan bayaran tertinggi di dunia.

Semua ini membuatnya menjadi ikon kuat kesuksesan ekonomi China, sampai pihak berwenang mengingatkan Fan—dan banyak pengagumnya—bahwa dia pun tak bisa terbebas.

Selama sekitar empat bulan, Fan menghilang dari pandangan publik. Akun media sosial Weibo-nya—yang memiliki lebih dari 63 juta pengikut—tak ada suara. Kantor manajemennya di Beijing dikosongkan. Ulang tahunnya pada 16 September 2018 berlalu hanya dengan beberapa salam dari tokoh-tokoh dunia hiburan.

Ketika dia akhirnya muncul kembali, dia meminta maaf.

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada masyarakat, kepada teman-teman yang mencintai dan peduli pada saya, kepada masyarakat, dan kepada biro pajak negara,” kata Fan dalam surat yang diunggah di Weibo pada 3 Oktober 2018.

Dia mengaku telah menghindari pajak. Kantor berita milik pemerintah Xinhua melaporkan bahwa Fan dan perusahaan-perusahaan yang diwakilinya telah diperintahkan untuk membayar pajak dan denda sejumlah 900 juta yuan ($130 juta).

“Tanpa partai dan kebijakan hebat negara, tanpa perhatian penuh kasih dari orang-orang, tidak akan ada Fan Bingbing,” tulisnya—sebuah kisah peringatan bagi selebriti China lainnya.

Xinhua menyetujui dalam komentarnya tentang kasus ini: “Semua orang sama di depan hukum, tidak ada ‘superstar‘ atau ‘tokoh besar.’ Tidak ada yang bisa membenci hukum dan berharap beruntung.”

3. Petinggi Keamanan

Tidak seperti kebanyakan orang yang ‘ditelan’ oleh aparat keamanan China yang serba tertutup, Meng Hongwei tahu persis apa yang diharapkan.

Meng—yang tidak ada hubungannya dengan eksekutif Huawei tersebut—adalah Wakil Menteri Keamanan Publik yang juga Kepala Interpol, organisasi yang berpusat di Prancis yang memfasilitasi kerja sama polisi lintas batas.

Ketika ia menduduki jabatan puncak, kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan kekhawatiran bahwa China akan menggunakan Interpol sebagai alat untuk mengendalikan musuh-musuh politik di seluruh dunia.

Sebaliknya, Meng ditangkap oleh pasukan keamanan yang sama yang diwakilinya.

Pada bulan September 2018, Meng menjadi pejabat tinggi terakhir yang tertangkap dalam kampanye anti-korupsi Xi. Inisiatif ini merupakan alasan utama popularitas pemimpin China itu, tetapi ia dituduh menggunakannya untuk menyingkirkan saingan politiknya.

Xi berjanji untuk menghadapi “harimau” tingkat tinggi dan “lalat” tingkat rendah dalam tindakan kerasnya terhadap korupsi—sebuah janji yang ia penuhi dengan menjerat para pejabat terkemuka.

Meng hilang selama berminggu-minggu sebelum otoritas China mengatakan bahwa dia sedang diselidiki karena menerima suap dan kejahatan lainnya. Delegasi China mengirimkan surat pengunduran diri dari Meng ke markas Interpol.

Istrinya, Grace Meng, mengatakan kepada AP bahwa ia tidak percaya tuduhan terhadap suaminya. Pesan terakhir yang dia kirimkan adalah emoji pisau.

Sidang Umum Interpol

Mantan Presiden Interpol Meng Hongwei ketika dipilih pada tahun 2016. China menuduhnya telah menerima suap dan melakukan kejahatan lainnya. (Foto: Associated Press/Orion Yu/Xinhua)

4. Fotografer yang Berani

Lu Guang menjadi dikenal karena memotret kehidupan sehari-hari pasien HIV di China tengah. Mereka adalah penduduk desa miskin yang terjangkit virus setelah menjual darah mereka sendiri untuk mencari nafkah—dengan tarif $7 per liter—kata mereka pada Lu.

Sebagai seorang mantan pekerja pabrik, Lu melintasi wilayah China yang luas untuk mengabadikan kenyataan yang terjadi. Ia menjelajahi lingkungan yang buruk, polusi industri, dan pemandangan tak sedap lainnya yang umumnya dihindari oleh para wartawan China, yang berisiko dihukum jika mereka meliput cerita yang dianggap sensitif atau terlalu kritis.

Karyanya membuatnya mendapatkan banyak penghargaan utama seperti penghargaan World Press Photo, tetapi kemenangannya juga membuatnya berada di bawah radar pemerintah.

Baca juga: Alasan Negara Muslim Diam saat Uighur Ditindas: Takut pada China?

November ini, Lu bepergian melalui Xinjiang—wilayah paling barat yang telah mengerahkan sistem keamanan yang luas atas nama memerangi terorisme. Dia berpartisipasi dalam pertukaran dengan fotografer lain, setelah itu dia akan bertemu seorang teman di Provinsi Sichuan yang terletak tak jauh. Dia tidak pernah muncul.

Lebih dari sebulan setelah dia menghilang, keluarganya diberitahu bahwa dia telah ditangkap di Xinjiang, menurut istrinya Xu Xiaoli. Dia menolak untuk menjelaskan sifat dari tuduhan itu.

5. Mahasiswi Marxis

Di masa lalu, para aktivis politik yang dipenjara di China terutama adalah mereka yang memperjuangkan demokrasi dan mengakhiri pemerintahan satu partai. Mereka menimbulkan ancaman ideologis langsung kepada Partai Komunis China.

Tahun ini, partai itu mengunci target baru yang mengejutkan: kaum Marxis muda.

Sekitar 50 siswa dan lulusan baru dari universitas paling bergengsi di negara itu bertemu pada bulan Agustus di Shenzhen—pusat manufaktur elektronik—untuk menggalang dukungan bagi para pekerja pabrik yang berupaya membentuk serikat pekerja.

Di antara mereka adalah Yue Xin, pemudi berusia 20-an yang baru lulus dari Universitas Peking. Awal tahun ini, dia menjadi berita utama karena menyerukan sekolah elit untuk merilis hasil investigasinya terhadap kasus pemerkosaan yang sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Kali ini, dia adalah salah satu pemimpin yang paling vokal dari kelompok hak-hak buruh, muncul dalam foto-foto dengan kepalan tangannya dalam penghormatan Marxis, dan mengenakan T-shirt yang bertuliskan “Unity is strength“—judul lagu patriotik komunis China.

Yue—seorang ‘murid’ yang bersemangat dari Marx dan Mao Zedong—menganut nilai-nilai yang sama dengan partai itu. Dia menulis surat terbuka kepada Xi dan pimpinan pusat partai, dan mengatakan bahwa semua yang diinginkan para siswa adalah keadilan bagi para pekerja Jasic Technology.

Suratnya mengutip pernyataan Xi sendiri: “Kita harus mematuhi tuntunan Marxisme.” Yue menyebut Marx “mentor kami” dan menyamakan gagasan dia dan Mao dengan asupan spiritual.

Meskipun demikian, ia berakhir di antara mereka yang ditangkap dalam penggerebekan di apartemen tempat para aktivis menginap di Shenzhen. Walau sebagian besar telah dibebaskan, namun Yue tetap tidak terlihat. Dia telah hilang selama empat bulan.

Oleh Yanan Wang untuk Associated Press. Penulis Associated Press Rob Gillies di Toronto berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Presiden China Xi Jinping dalam KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. (Foto: AP Photo/Themba Hadebe)

Orang-Orang yang ‘Dihilangkan’ China Tahun 2018

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top