Peringatan Holocaust
Eropa

Peringatan Holocaust 2019: Kebangkitan Hitler hingga Pengadilan Nuremberg

Berita Internasional >> Peringatan Holocaust 2019: Kebangkitan Hitler hingga Pengadilan Nuremberg

Tanggal 27 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peringatan Holocaust, ketika jutaan orang Yahudi di Eropa di bantai oleh Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Meskipun Holocaust merupakan salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia, jajak pendapat baru-baru ini menemukan bahwa di era modern, pengetahuan tentang genosida yang terjadi saat itu cukup rendah. Berikut lini waktu dari kebangkitan Hitler hingga persidangan di Nuremberg yang mengakhiri era Nazi Jerman.

Baca juga: Pandangan Hitler terhadap Perempuan, dari Kacamata Pelayannya

Oleh: Jenni Fink  (Newsweek)

Setiap tahun, dunia menghormati banyaknya nyawa yang hilang dan mengingat kekejaman Holocaust. Meskipun Holocaust merupakan salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia, jajak pendapat baru-baru ini menemukan bahwa di era modern, pengetahuan tentang genosida yang terjadi saat itu cukup rendah.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada bulan April 2018 oleh Jewish Material Claims Against Germany menemukan bahwa 22 persen generasi milenial belum pernah mendengar tentang Holocaust atau tidak yakin apakah mereka pernah mendengarnya. Dua pertiga dari milenial Amerika yang disurvei juga tidak dapat mengidentifikasi apa itu Auschwitz, menurut The Washington Post.

Jajak pendapat lain yang dilakukan di tujuh negara di Eropa menunjukkan hasil serupa. Di antara orang-orang yang disurvei, 20 persen di antaranya yang berusia antara 18 dan 34 tahun belum pernah mendengar tentang Holocaust.

Hari Peringatan Holocaust Internasional sangatlah penting untuk melihat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk menghormati para penyintas, mengingat mereka yang tiada, dan belajar dari kesalahan masa lalu.

Kebangkitan Hitler (1919-1933)

Setelah Perang Dunia I menghancurkan Eropa, banyak orang berjuang secara ekonomi dan sentimen anti-Semit dipicu oleh komentar bahwa orang-orang Yahudi menyebabkan Jerman kalah perang, menurut Yad Vashem. Terluka dalam Perang Dunia I sebagai seorang prajurit, Adolf Hitler bergabung dengan Partai Sosialis Nasional pada tahun 1919 dan dipenjara pada tahun 1923 setelah pemberontakan yang gagal di Munich, Jerman.

Ketika dipenjara, Hitler menulis buku terkenal Mein Kampf (Perjuangan Saya). Setelah dibebaskan dari tahanan, Hitler membantu Partai Nazi tumbuh di parlemen. Apa yang dimulai sebagai partai dengan tiga persen suara berubah menjadi fraksi terbesar di DPR dan Hitler menjadi kanselir Jerman pada tanggal 30 Januari 1933.

Orang-orang mengunjungi museum Holocaust Yad Vashem di Yerusalem pada tanggal 26 Januari 2014, sehari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Museum tersebut memperingati enam juta orang Yahudi yang terbunuh oleh Nazi selama Perang Dunia II. (Foto: Getty Images/AFP/Menahem Kahana)

Kurang dari sebulan setelah Hitler berkuasa, Presiden Republik Weimar Paul von Hindenburg mengeluarkan Dekrit Kebakaran Reichstag, yang menangguhkan perlindungan konstitusional di Jerman. Setelah Von Hindenburg meninggal pada tahun 1934, Hitler menjadi presiden Jerman, jabatan yang dihapuskannya sekitar dua minggu kemudian, menjadikannya diktator absolut.

Kamp Konsentrasi dan Pembatasan Yahudi (1933-1945)

Tak lama setelah mengambil alih kekuasaan, rezim Nazi, yang juga dikenal sebagai Reich Ketiga, mendirikan kamp konsentrasi. Di antara mereka yang dipenjara adalah orang-orang Yahudi, lawan politik, kaum homoseksual, Saksi-saksi Yehuwa, dan orang-orang yang diklasifikasikan sebagai “berbahaya,” menurut Museum Memorial Holocaust Amerika Serikat (USHMM).

Dachau adalah kamp konsentrasi pertama yang diciptakan, dengan lebih dari 188.000 orang yang dipenjara di kamp antara tahun 1933 dan 1945. Beberapa kamp konsentrasi paling terkenal adalah Bergen-Belsen, di mana Anne Frank meninggal; Auschwitz-Birkenau, salah satu kamp  terbesar; dan Ravensbrück, sebuah kamp yang semuanya perempuan di mana banyak perempuan digunakan sebagai “kelinci percobaan” medis. Namun, rezim Nazi membangun lebih dari 600 kamp di seluruh Eropa untuk membantu upaya pemusnahan Yahudi Eropa dan orang-orang yang tidak diinginkan lainnya.

Mereka yang tidak terbunuh segera setelah tiba di kamp, harta benda mereka akan diambil dari mereka, kepala mereka akan dicukur, kemudian mereka akan diberikan pakaian yang identik dan seringkali tidak pas serta tato dengan nomor di lengan mereka.

Seorang anggota asosiasi penyintas kamp konsentrasi Auschwitz berjalan melewati gerbang masuk “Arbeit Macht Frei” yang terkenal setelah meletakkan karangan bunga dengan anggota lain di dinding eksekusi di bekas kamp konsentrasi Auschwitz I pada tanggal 27 Januari 2015 di Oswiecim, Polandia. (Foto: Getty Images/Sean Gallup)

Selama masa pemerintahan Nazi, orang-orang Yahudi di Eropa menjadi sasaran lebih dari 400 dekrit dan peraturan yang membatasi aspek kehidupan mereka. Pembatasan tersebut termasuk larangan berada di tempat umum, memiliki profesi tertentu, dan memiliki lebih dari jumlah uang yang ditentukan sebelumnya. Orang-orang Yahudi yang berusia di atas enam tahun juga dipaksa untuk mengenakan Bintang Daud berwarna kuning pada pakaian mereka sehingga mereka dapat dengan mudah diidentifikasi.

Banyak orang Yahudi yang dipindahkan dari rumah mereka ke daerah lain di kota tempat mereka tinggal atau negara yang sama sekali baru untuk tinggal di perumahan terpisah yang dikenal sebagai ghetto. Mereka yang dipenjara di ghetto menjadi sasaran kondisi hidup yang keras dan sering kali mematikan. Banyak ghetto kemudian dilikuidasi dan penduduknya dikirim ke kamp konsentrasi di seluruh Eropa.

Olimpiade Jerman (1936)

Tanggal 1 Agustus 1936, Berlin menjadi tuan rumah Olimpiade, yang digambarkan USHMM sebagai “keberhasilan propaganda” bagi pemerintah Nazi. Tanda-tanda anti-Yahudi dihapus dari tampilan publik. Helen Mayer, yang merupakan keturunan Yahudi, dimasukkan dalam tim Olimpiade Jerman.

Delapan belas atlet kulit hitam, termasuk fenomena trek lari Jesse Owens, mewakili Amerika Serikat pada pertandingan itu dan memenangkan 14 medali.

Kristallnacht (1938)

Pada malam 9 November 1938, demonstrasi anti-Yahudi terjadi di seluruh Jerman, Austria, dan Sudetenland, yang berada di Cekoslowakia. Selama 48 jam, ratusan sinagoga dihancurkan dan artefak agama Yahudi dibakar atau menjadi korban vandalisme, menurut USHMM.

Tiga orang yang menyaksikan jendela toko Yahudi yang hancur di Berlin setelah kerusuhan malam 9 November 1938. (Foto: Getty Images/Hulton Archive)

Sekitar 7.500 bisnis, rumah, dan sekolah milik orang Yahudi dirampok, 91 orang Yahudi dibunuh, dan 30.000 orang Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi. Nazi menyebut peristiwa itu Kristallnacht, yang diterjemahkan menjadi “malam kaca pecah,” karena ribuan jendela hancur. Peristiwa tersebut mewakili pergeseran dari bahasa dan hukum anti-Semit menjadi kekerasan terhadap orang Yahudi.

Invasi Eropa (1939-1941)

Sebagai ganti untuk Sudetenland, Hitler menjanjikan banyak pemimpin dunia bahwa dia tidak akan menyerbu Eropa. Namun, kurang dari setahun kemudian, rezim Nazi menyerbu provinsi di Cekoslowakia, Bohemia dan Moravia, melanggar perjanjian. Hitler kemudian menyerbu negara-negara lain di Eropa, yang diidentifikasi dalam kerangka waktu oleh Scholastic sebagai:

  • 1 September 1939: Jerman menginvasi Polandia
  • 9 April 1940: Jerman menginvasi Norwegia dan Denmark
  • 10 Mei 1940: Jerman menginvasi Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Prancis
  • 22 Juni 1941: Jerman menginvasi Uni Soviet

Solusi Akhir (1942-1945)

“Solusi Akhir,” yang diselenggarakan sebagian besar oleh Adolf Eichmann pada sebuah konferensi pada bulan Januari 1942, adalah pembunuhan massal sistematis terhadap populasi Yahudi Eropa, menurut Yad Vashem. Meskipun sejumlah besar orang Yahudi terbunuh sebelum detil “Solusi Akhir” diselesaikan, proses pemusnahan sebagian besar terjadi melalui enam kamp kematian.

Di kamp-kamp kematian, sangat sedikit orang yang dipilih untuk tetap hidup dan membantu dengan proses pemusnahan, yang terutama termasuk memasukkan orang ke kamar gas. Pria, wanita, dan anak-anak di Belzec, Sobibor, Treblinka, dan Chelmno hampir semuanya dikirim segera ke kematian mereka begitu tiba ke kamp. Belzec, Sobibor, dan Treblinka bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.700.000 orang Yahudi.

Auschwitz-Birkenau adalah kamp konsentrasi dan pemusnahan terbesar di tanah Polandia. Sebagian kecil dari mereka yang tiba di Birkenau dipilih untuk bekerja atau berpartisipasi dalam eksperimen medis Dr. Josef Mengele.

Sepatu para tahanan dipamerkan di blok sel kamp pembantaian Auschwitz I pada tanggal 11 November 2014, di Oswiecim, Polandia. (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)

Lebih dari 1.100.000 orang Yahudi, 70.000 orang Polandia, 25.000 orang Sinti dan Gypsi Roma, dan 15.000 tahanan perang dibunuh di Auschwitz-Birkenau, menurut Yad Vashem.

Secara keseluruhan, enam juta orang Yahudi Eropa, sekitar dua pertiga orang Yahudi yang tinggal di Eropa pada saat itu, dibunuh selama Holocaust. Angka itu lebih dari jumlah gabungan orang yang tinggal di Chicago dan Houston, kota terpadat ketiga dan keempat di Amerika, menurut sensus 2017.

Pembebasan (1944-1945)

Pembebasan kamp konsentrasi dimulai pada bulan Juli 1944, ketika pasukan Uni Soviet mencapai Lublin-Majdanek di Lublin, Polandia, menurut USHMM. Menyusul penemuan Belzec, Sobibor, dan Treblinka, Uni Soviet membebaskan Auschwitz pada bulan Januari 1945, menemukan lebih dari 6.000 tahanan yang kurus karena kelaparan.

Ketika pasukan Soviet maju dari Timur, pasukan Amerika Serikat bergerak maju dari Barat, membebaskan kamp konsentrasi Buchenwald pada tanggal 11 April 1945. Pasukan sekutu juga bertanggung jawab untuk membebaskan kamp-kamp lain, termasuk Dachau, Mauthausen, dan Bergen-Belsen.

Hitler dan Para Pemimpin Nazi Bunuh Diri (1945)

Tanggal 29 April 1945, Hitler menikahi Eva Braun serta mengusir Herman Goering dan Heinrich Himmler, keduanya pemimpin partai Nazi, dari partai karena tidak loyal kepadanya, menurut Yad Vashem. Tanggal 30 April 1945, Braun mengonsumsi kapsul sianida dan Hitler menembak dirinya sendiri di mulut, bunuh diri di bunkernya di Berlin.

Diktator Jerman Adolf Hitler bersama kekasihnya Eva Braun, yang dinikahinya pada tanggal 29 April 1945, sehari sebelum mereka bunuh diri. (Foto: Getty Images/Hulton Archive)

Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan istrinya membunuh enam anak mereka dan juga diri mereka sendiri. Himmler juga melakukan bunuh diri sebelum Jerman menyerah.

Jerman menyerah (1945)

Seminggu setelah Hitler bunuh diri, angkatan bersenjata Jerman menyerah tanpa syarat di Barat pada tanggal 7 Mei 1945, dan di Timur dua hari kemudian. V-E Day, singkatan dari Victory in Europe Day, diproklamirkan pada tanggal 8 Mei 1945, memicu perayaan di ibu kota Amerika, Inggris, Rusia, dan Prancis.

Pengadilan Nuremberg (1945-1946)

Tahun 1945 dan 1946, 13 persidangan dilakukan di Nuremberg, Jerman, untuk menuntut pertanggungjawaban para pejabat Partai Nazi dan pihak-pihak lainnya atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Tiga kategori kejahatan, yakni kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, ditetapkan untuk persidangan.

Baca juga: PM Israel Netanyahu: Hitler Tak Ingin Musnahkan Yahudi

Jaksa dan pengacara pertahanan digunakan, sesuai dengan hukum Amerika dan Inggris, tetapi keputusan dan hukuman dijatuhkan oleh pengadilan. Masing-masing dari empat kekuatan Sekutu menyediakan dua hakim, satu hakim utama dan satu hakim pengganti.

Dua puluh empat orang didakwa dalam persidangan dan semuanya kecuali tiga dari mereka dinyatakan bersalah. Dua belas orang dijatuhi hukuman mati dan sisanya dijatuhi hukuman penjara mulai dari 10 tahun hingga seumur hidup.

Meskipun rangkaian peristiwa tersebut adalah beberapa peristiwa yang terjadi, itu masih jauh dari laporan lengkap tentang semua yang terjadi selama pemerintahan Hitler yang dipenuhi teror. Kehancurannya memengaruhi berbagai generasi di seluruh dunia dan subjeknya terus dipelajari hingga hari ini, 86 tahun setelah Hitler menjadi kanselir Jerman.

Peringatan Holocaust 2019: Kebangkitan Hitler hingga Pengadilan Nuremberg

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top