wartawan
Amerika

‘Media Musuh Rakyat’: Pendukung Trump Serang Wartawan Saat Kampanye

Berita Internasional >> ‘Media Musuh Rakyat’: Pendukung Trump Serang Wartawan Saat Kampanye

Seorang pendukung Presiden Donald Trump menyerang wartawan yang sedang meliput kampanye Trump d Texas. Pria itu mendorong seorang wartawan foto dari BBC setelah Trump menyebut media di pidatonya. Insiden itu menimbulkan kemarahan luas pada Selasa (12/2), seiring kekhawatiran telah meningkat tentang potensi kekerasan terhadap media setelah Trump mulai memanggil mereka, “musuh rakyat.”

Baca Juga: Wartawan Amerika Terbunuh di Sudan Selatan

Oleh: Lindsey Bever dan Eli Rosenberg (The Washington Post)

Seorang pria pada kampanye Presiden Trump di perbatasan Texas menyerang kru berita yang hadir, mendorong dan memaki wartawan foto dari BBC, menurut laporan dan juru bicara media tersebut.

BBC mengatakan bahwa juru kamera Ron Skeans “didorong oleh anggota kerumunan dengan keras” saat meliput pawai umum pada Senin (11/2) malam di El Paso, sekitar satu mil dari perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko.

Juru bicara Charlotte Morgan mengatakan bahwa pria itu diamankan oleh petugas keamanan dan juru kamera itu baik-baik saja.

“Presiden Trump melihat insiden itu dan memeriksa apakah semuanya baik-baik saja,” katanya. “Jelas tidak dapat diterima jika ada staf kami diserang karena melakukan pekerjaan mereka.”

Tidak jelas apakah pria itu—yang belum diidentifikasi secara publik—akan dijatuhi tuntutan. Departemen Kepolisian El Paso merujuk penyelidikan ke Dinas Rahasia, yang merujuk penyelidikan kembali ke polisi.

Seperti yang dilaporkan Philip Rucker dari The Washington Post dan yang lainnya, Trump berbicara selama sekitar 75 menit pada Senin (11/2), berusaha “untuk menggambarkan kejahatan dan pelanggaran hukum di perbatasan, sementara mengklaim secara salah bahwa kejahatan dengan kekerasan turun di El Paso setelah tembok dibangun.”

Dan dia juga mengecam media berita pada berbagai titik selama pidatonya.

“Wow, lihatlah semua pers ini, bisakah Anda percaya itu?” katanya tak lama setelah dia memulai, menunjuk pada mereka untuk mengejek. “Mereka telah turun jauh sejak mereka mulai menyerang kita sedikit, kan? Mereka sudah jatuh. Itu adalah kejatuhan yang panjang, tetapi mereka tetap hadir.”

Ketika ditanya tentang insiden tersebut pada pawai Senin (11/2) malam, Michael Glassner—yang memimpin kampanye Trump—mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mengetahui bahwa seseorang telah dikeluarkan dari pawai tersebut setelah terlibat dalam perselisihan fisik dengan juru kamera itu.

Baca Juga: Tahan Wartawan Yahudi-Amerika Terkenal, Bandara Israel Tuai Protes

“Kami menghargai tindakan cepat dari petugas keamanan dan penegak hukum venue,” kata Glassner.

Namun BBC membantah pernyataan Glassner, mengatakan bahwa serangan itu dihentikan hanya oleh seorang blogger pendukung Trump.

“Tidak ada keamanan semalam,” tulis Jon Sopel, editor BBC Amerika Utara. “Para pengeak hukum lambat terlibat.”

Skeans, juru kamera tersebut, mengatakan kepada BBC News bahwa dia tidak melihat pria di kerumunan itu mendatanginya, tetapi dia merasakan “dorongan yang sangat keras” yang hampir menjatuhkannya.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi,” katanya.

Video yang tampaknya berasal dari kamera Skeans menunjukkan video itu jatuh ke tanah. Beberapa detik kemudian, ketika kamera itu stabil kembali, seorang pria bertopi Make America Great Again merah terlihat menahan diri ketika dia berteriak, “F— media!”

Koresponden BBC Washington Gary O’Donoghue menulis di Twitter, bahwa pria itu melompat ke kerumunan media, “mencoba menghancurkan kamera kami” dan mendorong Skeans.

Trump menunjuk ke arah kerumunan dan bertanya: “Anda baik-baik saja? Semuanya baik-baik saja?” dan mengacungkan jempol.

Insiden itu menimbulkan kemarahan luas pada Selasa (12/2), seiring kekhawatiran telah meningkat tentang potensi kekerasan terhadap media setelah Trump mulai memanggil mereka, “musuh rakyat.”

Asosiasi Koresponden Gedung Putih mengecam serangan itu dan meminta presiden “menjelaskan kepada para pendukungnya bahwa kekerasan terhadap wartawan tidak dapat diterima.”

“Kami lega bahwa, kali ini, tidak ada yang terluka parah,” kata Olivier Knox, presiden asosiasi itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders merilis pernyataan tak lama setelah itu, mengatakan bahwa Trump “mengecam semua tindakan kekerasan terhadap individu atau kelompok—termasuk anggota pers.”

Baca Juga: Kampanye Media Miliaran Dolar China, Ancaman Utama Demokrasi Dunia

“Kami meminta siapa pun yang menghadiri suatu acara, melakukannya dengan damai dan penuh hormat,” katanya.

Trump telah berulang kali menyerang media berita AS, menyebut wartawan sebagai “musuh rakyat Amerika” dan menyebut liputan yang tidak menarik “berita palsu.” Dalam satu tahun setelah ia terpilih, Trump menggunakan kata “palsu”—seperti dalam “berita palsu”, “cerita palsu”, “media palsu”, atau “jajak pendapat palsu”—lebih dari 400 kali, menurut analisis CNN tahun lalu.

Sopel, editor BBC, mengatakan bahwa dia tidak merasa bahwa respons Trump pada pawai umum itu sudah cukup jauh.

“Presiden Trump menyela pidatonya dan memeriksa apakah Ron baik-baik saja,” tulisnya. “Tapi tidak ada penghukuman. Tidak ada pernyataan bahwa ini tidak dapat diterima. Kampanye Trump mengeluarkan pernyataan dua baris tentang insiden itu, tetapi sama-sama tidak mengecam apa yang terjadi. Kesimpulan apa yang harus kita tarik dari itu? Pesan apa yang dikirimkannya kepada orang-orang yang merasa bermusuhan dengan media?”

Keterangan foto utama: Seorang pria ditahan selama pawai umum Presiden Trump pada Senin (11/2) malam di El Paso. (Foto: AP/Eric Gay)

‘Media Musuh Rakyat’: Pendukung Trump Serang Wartawan Saat Kampanye

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top