Turki dan Venezuela: Bangkitnya Sekutu Baru?
Global

Turki dan Venezuela: Bangkitnya Sekutu Baru?

Berita Internasional >> Turki dan Venezuela: Bangkitnya Sekutu Baru?

Seiring krisis politik Venezuela semakin buruk, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memberikan dukungannya untuk Presiden Nicolas Maduro. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemimpin itu telah menemukan bahwa kepentingan mereka semakin sejalan. Apakah hal ini akan menjadi awal dari bangkitnya sekutu baru?

Oleh: Deutsche Welle

Ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pekan lalu, Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu dari sedikit pemimpin negara yang menghubungi Nicolas Maduro untuk menyatakan dukungannya yang tak tergoyahkan untuk pemimpin yang diperangi itu. Dalam arti tertentu, Presiden Turki tersebut memberikan penghormatan kepada Maduro, yang mendukung Erdogan setelah kudeta yang gagal di Turki pada Juli 2016.

Dalam panggilan telepon tersebut, Erdogan dilaporkan memberi tahu Maduro: “Saudaraku, berdirilah teguh.” Maduro, sementara itu, menerima banyak dukungan di media sosial dari seluruh dunia, dan terutama dari Turki, di mana tagar #WeAreMaduro segera mendapatkan popularitas.

Sebagai gantinya, baik mereka yang berada di kiri politik maupun para pendukung Erdogan menyetujui sesuatu, yaitu bahwa Maduro harus tetap berkuasa. Jadi tidak terlalu mengejutkan bahwa Maduro memberikan wawancara pertamanya setelah deklarasi Guaido ke stasiun televisi Turki.

Baca Juga: Catatan Bolton Picu Pertanyaan atas Rencana Militer Amerika di Venezuela

Kepentingan bersama

Serkan Bayram—anggota Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) yang berkuasa dan Ketua Kelompok Persahabatan Antar-Parlemen Turki dan Venezuela—mengatakan bahwa terdapat alasan politik dan ekonomi untuk hubungan yang semakin erat antara kedua negara.

“Turki bereaksi terhadap fakta bahwa seorang presiden yang dipilih oleh 68 persen dari populasi, sekarang sedang digulingkan melalui cara yang tidak demokratis,” kata Bayram, yang percaya bahwa Guaido—Pemimpin Venezuela yang dideklarasikan sendiri—sedang diinstrumentasi “oleh para aktor global.”

Turki, kata Bayram, berupaya meningkatkan perdagangan secara umum, dan dengan Venezuela pada khususnya. Menurut Institut Statistik Turki (TÜIK), pada tahun 2018 Turki mengimpor emas senilai $900 juta (€780 juta) dari negara Amerika Latin itu. Dan Venezuela mengumumkan pada tahun lalu bahwa mereka bermaksud untuk memurnikan logam mulia di Turki—bukan di Swiss—untuk menghindari batasan internasional.

Ada juga sejumlah kunjungan bersama antara Turki dan Venezuela sejak kunjungan pertama Nicolas Maduro ke Turki pada Oktober 2016. Kembali dari KTT G20 di Argentina pada akhir tahun 2018, Erdogan singgah di Caracas, tempat ia secara terbuka mengecam Amerika Serikat (AS) dan sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Venezuela.

Erdogan bertindak karena kepentingan pribadi

Jurnalis Metin Yegen percaya bahwa minat Erdogan dalam hubungan yang lebih dekat dengan Venezuela bukanlah murni ekonomi. “Erdogan telah berusaha bertindak sebagai musuh timur Amerika,” katanya. “Dia menumbuhkan citra itu sekarang. Dan Erdogan ingin menunjukkan kepada para pendukungnya bahwa dia ada di pihak yang tertindas.”

Ersa Akgemici—seorang ahli Amerika Latin di Universitas Selcuk Turki—percaya bahwa dukungan vokal Erdogan untuk Maduro hanyalah retorika. Erdogan, katanya, berharap untuk membangkitkan simpati sebagai “korban kudeta.” Akgemici yakin bahwa Presiden Turki itu bertindak atas dasar kepentingan pribadi: “Saya pikir Erdogan mendukung Maduro terutama untuk memperkuat posisinya sendiri. Jika keseimbangan politik bergeser besok, ini juga dapat berdampak pada sejauh mana Turki mendukung Venezuela.”

Terlepas dari perbedaan ideologis antara keduanya, Akgemici mengatakan bahwa mereka memiliki kesamaan dalam hal-hal tertentu. “Keduanya dipandang sebagai pemimpin negara yang otoriter. Dan mereka berdua adalah pejuang. Selain itu, kedua negara berjuang dengan masalah ekonomi yang sama, dan tidak ada yang menyukai AS.”

Baca Juga: Venezuela Larang Juan Guaido ke Luar Negeri, Bekukan Rekeningnya

Motif Maduro

Jurnalis dan pakar Amerika Latin Asli Pelit berpendapat bahwa Maduro condong ke Turki sejak krisis keuangan Venezuela menyebabkan situasi kemanusiaan yang mengerikan. Turki memberikan bantuan makanan yang sangat dibutuhkan Venezuela, misalnya. Dia percaya bahwa Maduro ingin menjalin hubungan dengan Erdogan yang mirip dengan pendahulunya yang populer, Hugo Chavez, dengan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Keterangan foto utama: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters/M. Quintero)

Turki dan Venezuela: Bangkitnya Sekutu Baru?

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top