Turki Tuduh Musisi Uighur Tewas di Tahanan, China Bantah Keras
Asia

Turki Tuduh Musisi Uighur Tewas di Tahanan, China Bantah Keras

Berita Internasional >> Turki Tuduh Musisi Uighur Tewas di Tahanan, China Bantah Keras

Turki telah mengecam China atas penindasan mereka terhadap minoritas Uighur, salah satunya adalah Abdurehim Heyit, yang oleh Turki dikatakan tewas di dalam tahanan. Klaim itu dibantah secara keras oleh China, yang menyiarkan video yang menunjukkan Heyit masih hidup. Namun, mengingat ketatnya pengawasan pemerintah China, klaim tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.  mengelak musisi ini telah tewas. 

Oleh: BBC

Baca Juga: Lagi, Mantan Tahanan Wanita Uighur Ceritakan Kondisi Mengerikan di Sel

China telah mengecam Turki yang mengklaim bahwa China menindas minoritas Uighur, setelah perselisihan tentang nasib seorang musisi terkemuka.

Turki mengutip laporan bahwa Abdurehim Heyit telah meninggal di kamp penahanan, dan menyebut perlakuan China terhadap Uighur sebagai “rasa malu yang besar bagi kemanusiaan”.

China kemudian merilis video yang diduga memperlihatkan Heyit hidup-hidup.

Uighur adalah minoritas Muslim di China barat laut, yang berbicara menggunakan bahasa yang berhubungan erat dengan Turki.

Mereka berada di bawah pengawasan ketat oleh pihak berwenang, dan hingga satu juta warga Uighur dilaporkan ditahan. Sejumlah besar warga Uighur telah melarikan diri ke Turki dari China dalam beberapa tahun terakhir.

China telah meminta Turki untuk mencabut klaim “palsu” tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa musisi itu “sangat sehat”.

“Kami berharap orang-orang Turki yang relevan dapat membedakan antara yang benar dan yang salah dan memperbaiki kesalahan mereka,” kata juru bicara Hua Chunying kepada para wartawan.

Apa yang ada di video tersebut?

Video ini dirilis oleh media China Radio International (CRI) yang berbahasa Turki, yang mengatakan bahwa kritik Turki terhadap China tidak berdasar.

Tanggal 10 Februari, video itu menunjukkan seorang pria yang disebut adalah Heyit, yang menyatakan bahwa dia dalam “kesehatan yang baik”.

Musisi itu tampaknya mengatakan bahwa dia “dalam proses penyelidikan karena diduga melanggar hukum nasional”.

Dia memberikan tanggal video dan mengatakan bahwa dia “tidak pernah ditindas.”

Pria itu mengenakan pakaian sipil, dan berbicara bahasa Uighur.

Baca Juga: Akhirnya Angkat Bicara, Turki Kutuk Perlakuan China terhadap Uighur

Apa yang dikatakan Turki?

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa warga Uighur yang ditahan menjadi sasaran “penyiksaan” di “kamp konsentrasi”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy, mengatakan bahwa laporan kematian Heyit “semakin memperkuat reaksi publik Turki terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Xinjiang”.

China menggambarkan komentar itu sebagai “sama sekali tidak dapat diterima”.

Sementara itu, Nury Turkel—Ketua Proyek Hak Asasi Manusia Uighur yang berbasis di Amerika Serikat (AS)—mengatakan kepada BBC bahwa beberapa aspek dari video itu “mencurigakan”.

Turkel mengatakan bahwa China memiliki teknologi untuk memalsukan rekaman itu dan mengatakan bahwa itu adalah “tanggung jawab mereka untuk membuktikan bahwa video itu asli”.

Sejauh ini, hanya sedikit negara mayoritas Muslim yang bergabung dalam kecaman internasional terhadap tuduhan tersebut.

Para analis mengatakan bahwa banyak yang takut akan pembalasan politik dan ekonomi dari China.

Kesalahan strategis Turki?

Oleh John Sudworth, BBC News, Beijing

Para kritikus telah lama melihat sikap diam Turki atas nasib orang-orang Uighur China sebagai kesalahan strategis, yang merusak klaim Presiden Recep Tayyip Erdogan atas kepemimpinan moral dunia Muslim.

Tapi dengan terlambat mengecam sistem kamp interniran China atas dasar klaim yang salah terkait kematian dalam tahanan, mungkin dilihat sebagai kesalahan yang lebih besar.

Itu tentu saja pandangan Menteri Luar Negeri China. “Klip video itu telah memberikan bukti yang sangat baik untuk kebenaran,” kata juru bicara Kementerian itu.

Pada kenyataannya, tidak mungkin memverifikasi apa pun tentang status Abdurehim Heyit. Sebelum klaim kematian musisi itu—dan bantahan cepat China—tidak ada kata resmi tentang penahanannya sama sekali.

Seperti ratusan ribu orang Uighur, dia menghilang begitu saja ke dalam lubang hitam hukum.

Dan video itu mengandung semua tanda-tanda pengakuan yang dipaksakan dan disiarkan televisi secara teratur, yang dihasilkan oleh upaya gabungan dari pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis China, penyelidik polisi, dan media yang dikelola pemerintah.

China dengan cepat mengklaim bahwa laporan kematian Heyit membuktikan bahwa banyak kritik terhadap situasi di Xinjiang didasarkan pada kepalsuan.

Tetapi para kritikus akan terus berpendapat bahwa kebingungan ini—yang berasal dari kurangnya pengawasan independen—menunjukkan dengan tepat mengapa ada kekhawatiran yang berkembang, bahkan, pada akhirnya, di Turki.

Apa yang kita ketahui tentang nasib Heyit?

Heyit adalah pemain dutar—instrumen dua senar yang terkenal sulit dikuasai. Pada suatu waktu, ia dihormati di seluruh China. Ia belajar musik di Beijing dan kemudian tampil bersama kelompok seni nasional.

Penahanan Heyit dilaporkan berasal dari lagu yang telah ia tampilkan, berjudul Fathers. Lirik lagu itu diambil dari puisi Uighur yang menyerukan generasi muda untuk menghormati pengorbanan orang-orang sebelum mereka.

Tetapi dua kata dalam lirik tersebut—”martir perang”—tampaknya membuat pemerintah China menyimpulkan bahwa Heyit menghadirkan ancaman teroris.

Baca Juga: Opini: China Berusaha Musnahkan Kaum Uighur dan Budaya Mereka

Siapakah Uighur?

Suku Uighur merupakan 45 persen dari populasi di Xinjiang.

Mereka melihat diri mereka secara budaya dan etnis dekat dengan negara-negara Asia Tengah.

Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah besar orang China Han (mayoritas etnis China) telah bermigrasi ke Xinjiang, dan orang-orang Uighur merasa budaya dan mata pencaharian mereka terancam.

Xinjiang secara resmi ditetapkan sebagai wilayah otonom di China, seperti Tibet di selatannya.

Keterangan foto utama: Tangkapan layar dari rekaman yang muncul, yang menunjukkan musisi Heyit. (Foto: CRI)

Turki Tuduh Musisi Uighur Tewas di Tahanan, China Bantah Keras

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top