Sengketa Perdagangan
Berita Politik Indonesia

Indonesia Tak Jadi Berlakukan Kembali Pajak Impor Kedelai Amerika, Korbankan Petani Lokal?

Kedelai dipilah berdasarkan berat dan kerapatannya pada mesin penyortir gravitasi di fasilitas Peterson Farms Seed di Fargo, North Dakota, AS, 6 Desember 2017. (Foto: Reuters/Dan Koeck/File Photo)
Indonesia Tak Jadi Berlakukan Kembali Pajak Impor Kedelai Amerika, Korbankan Petani Lokal?

Indonesia mengimpor sekitar 2,4 juta ton kedelai pada tahun pemasaran 2016-2017, menurut Administrasi Perdagangan Internasional Amerika. Kini Indonesia membatalkan rencana untuk mengembalikan pajak impor kedelai, menjelang pertemuan untuk membujuk para pejabat Amerika Serikat, agar tetap berada dalam daftar negara-negara yang menerima persyaratan perdagangan preferensial. Namun Kementerian Pertanian telah meminta pemberlakuan kembali pajak untuk membantu menaikkan harga komoditas bagi petani lokal.

Baca juga: Indonesia Terlibat dalam Sengketa Perdagangan Amerika

Oleh: Reuters

Menteri Perdagangan Indonesia mengatakan, bahwa negara itu membatalkan rencana untuk mengembalikan pajak impor kedelai, menjelang pertemuan untuk membujuk para pejabat Amerika Serikat (AS) agar negara Asia Tenggara tersebut tetap berada dalam daftar negara-negara yang menerima persyaratan perdagangan preferensial.

FOTO: Kedelai jatuh ke sebuah keranjang, seiring sebuah trailer diisi di sebuah perkebunan di Buda, Illinois, AS, pada tanggal 6 Juli 2018. (Foto: Reuters/Daniel Acker)

Indonesia, yang membeli sebagian besar kedelai dari Amerika Serikat (AS) untuk menghasilkan makanan seperti tahu dan tempe, menghapus pajak impor pada tahun 2013 untuk mengatasi peningkatan inflasi makanan.

Namun Kementerian Pertanian telah dikutip oleh media dalam beberapa tahun terakhir, meminta pemberlakuan kembali pajak untuk membantu menaikkan harga komoditas bagi petani lokal.

“Tahu dan tempe menggunakan kacang kedelai dari mereka (Amerika Serikat) dan itu sulit untuk diganti, jadi kami tidak dapat menetapkan tarif sebagai hambatan perdagangan,” kata Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan Indonesia, kepada para wartawan.

Hal ini dilakukan seiring tim lobi Indonesia bulan ini akan bertemu dengan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR), setelah badan itu mengumumkan pada bulan April bahwa mereka sedang meninjau kelayakan Indonesia untuk Sistem Preferensi Umum (GSP)—sebuah program AS untuk mengurangi tarif impor untuk produk-produk yang dijual oleh negara miskin dan berkembang.

USTR mengatakan pada waktu itu, bahwa peninjauan tersebut karena Indonesia telah menerapkan berbagai sengketa perdagangan dan investasi yang telah merugikan perdagangan AS.

Baca juga: WTO Tolak Pembatasan Impor Indonesia, Amerika Menangkan Sengketa Perdagangan Pangan

Di bawah GSP, Indonesia mendapat pengurangan tarif atas ekspor senilai $2 miliar ke Amerika Serikat, termasuk beberapa produk pertanian, tekstil, dan kayu. Total ekspor Indonesia ke Amerika Serikat bernilai $17,8 miliar tahun lalu, data Kementerian Perdagangan menunjukkan.

Indonesia mengimpor sekitar 2,4 juta ton kedelai pada tahun pemasaran 2016-2017, menurut Administrasi Perdagangan Internasional AS.

Lukita mengatakan, USTR juga mengeluhkan tentang pembatasan Indonesia pada produk hortikultura AS seperti apel. Pemerintah akan menghapus sengketa perdagangan untuk impor tersebut, menyusul keputusan tahun 2017 oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), katanya.

Pada bulan November tahun lalu, Indonesia kalah dalam banding yang diajukan di WTO dalam perselisihan dengan Amerika Serikat dan Selandia Baru, terkait pembatasan Indonesia pada impor banyak produk makanan dan hewan, mulai dari apel hingga ayam dan daging sapi.

Pelaporan oleh Bernadette Christina Munthe; Penulisan oleh Gayatri Suroyo; Penyuntingan oleh Joseph Radford.

Keterangan foto utama: Kedelai dipilah berdasarkan berat dan kerapatannya pada mesin penyortir gravitasi di fasilitas Peterson Farms Seed di Fargo, North Dakota, AS, 6 Desember 2017. (Foto: Reuters/Dan Koeck/File Photo)

Indonesia Tak Jadi Berlakukan Kembali Pajak Impor Kedelai Amerika, Korbankan Petani Lokal?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top