Indonesia Bersiap Mengulang Kompetisi di Pilpres 2019
Berita Tentang Indonesia

Indonesia Bersiap Mengulang Kompetisi di Pilpres 2019

Kandidat presiden Indonesia yang tahun lalu kalah, Prabowo Subianto, saat menghadiri pelantikan presiden baru Indonesia Joko Widodo di Jakarta 20 Oktober 2014. (Foto: AP)
Home » Berita Tentang Indonesia » Indonesia Bersiap Mengulang Kompetisi di Pilpres 2019

Mantan jenderal Indonesia Prabowo Subianto telah menerima dukungan dari partai oposisi utama untuk maju sebagai kandidat dalam pemilu presiden tahun depan, mengatur panggung pertandingan ulang untuk kompetisi di Pilpres 2019 melawan Presiden Joko Widodo.

Oleh: Agustinus Beo Da Costa, Ed Davies (Reuters)

Prabowo Subianto, yang kalah tipis dalam pemilu tahun 2014 melawan Joko Widodo, merupakan ketua Partai nasionalis Gerindra yang membentuk oposisi utama bersama dengan dua partai Islam.

    Baca Juga : Pertahankan Elektabilitas di Pilpres 2019, Jokowi Kembalikan Subsidi BBM

“Kami telah menegaskan bahwa Prabowo siap menjadi calon presiden dan telah menerima mandat partai untuk melanjutkan sebagai calon presiden pada Pilpres 2019,” wakil ketua Gerindra Arief Poyuono mengatakan melalui telepon dari sebuah pertemuan partai.

Juru bicara Gerindra, Irawan Ronodipuro, mengatakan Prabowo telah menerima mandat partai pada Rabu (11/4) malam.

Seorang calon presiden membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang bersama-sama memenangkan 25 persen suara nasional dalam pemilihan legislatif sebelumnya atau memiliki 20 persen kursi di parlemen.

Joko Widodo, mantan penjual mebel, adalah presiden pertama Indonesia yang datang dari luar elit politik dan militer. Dia mendapat dukungan dari lima partai dan saat ini berada di barisan depan dalam sebagian besar jajak pendapat.

Survei Barometer Indo yang dilakukan pada akhir Januari memberikan dukungan pada Joko Widodo sebanyak 48,8 persen, Prabowo 22,3 persen, dan 28,9 persen belum memutuskan.

    Baca Juga : Kandidat ‘Mirip Trump’ Bersiap untuk Pilpres 2019

Sementara di kepresidenannya, Joko Widodo telah memimpin desakan untuk membangun infrastruktur meskipun pertumbuhan tahunan di ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu, sekitar 5 persen, belum mencapai 7 persen yang dia janjikan ketika berkampanye pada tahun 2014.

Prabowo muncul untuk meningkatkan prospek politiknya tahun lalu setelah mendukung tantangan suksesnya, yaitu mantan menteri pendidikan Anies Baswedan untuk memenangkan jabatan gubernur Jakarta yang kuat.

Namun kampanye sengit untuk menggulingkan gubernur etnis China beragama Kristen, Basuki Tjahaja Purnama, sekutu dekat Joko Widodo, memperlihatkan bahwa terdapat pembagian agama dan etnis yang mendalam di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu.

Ditulis oleh Fergus Jensen; Disunting oleh Nick Macfie, Robert Birsel.

Keterangan foto utama: Kandidat presiden Indonesia yang tahun lalu kalah, Prabowo Subianto, saat menghadiri pelantikan presiden baru Indonesia Joko Widodo di Jakarta 20 Oktober 2014. (Foto: AP)

Indonesia Bersiap Mengulang Kompetisi di Pilpres 2019
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top