Industri Pertahanan Indonesia
Berita Politik Indonesia

Indonesia Fokus Hadapi Tantangan Industri Pertahanan

Tentara Indonesia menaiki sebuah tank. (Foto: AFP/Getty Images)
Home » Berita Politik Indonesia » Indonesia Fokus Hadapi Tantangan Industri Pertahanan

Indonesia sedang berfokus untuk menghadapi tantangan di sektor pertahanan yang masih tetap ada. Pertemuan para pemangku kepentingan pada tanggal 26 Juli lalu pun menyoroti upaya pemerintah Jokowi untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia.

Baca juga: Ada Apa dengan Pakta Pembiayaan Industri Pertahanan Indonesia yang Baru?

Oleh: Prashanth Parameswaran (The Diplomat)

Pada tanggal 26 Juli, pertemuan pemangku kepentingan diadakan, yang melibatkan berbagai aktor yang bekerja pada upaya berkelanjutan Indonesia untuk memperkuat industri pertahanannya. Pertemuan ini sekali lagi menempatkan fokus pada kemajuan target-target selama pemerintah Joko “Jokowi” Widodo, meskipun terdapat tantangan signifikan yang masih dihadapi oleh negara Asia Tenggara ini.

Seperti yang telah saya kemukakan sebelumnya di halaman-halaman ini, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengisyaratkan tekadnya untuk membangun industri pertahanan dalam negeri negara itu untuk berbagai alasan, dimulai dari meningkatkan swasembada untuk berkontribusi pada kemakmuran ekonomi negara. Upaya itu mulai dilakukan di bawah masa jabatan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan terus berlanjut di bawah Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo.

Jokowi telah mengisyaratkan pendekatan multi-cabang untuk mencapai hal ini sejak mengambil alih jabatan pada tahun 2014, dari transfer teknologi hingga peningkatan manajemen perusahaan pertahanan milik negara. Tetapi meskipun beberapa terobosan telah dibuat, namun tantangan yang signifikan masih tetap ada.

Pada akhir bulan lalu, kemajuan sehubungan dengan kerja sama industri pertahanan Indonesia menjadi sorotan lagi dalam pertemuan tentang masalah ini. Pertemuan para pemangku kepentingan yang melibatkan berbagai aktor dalam kebijakan pertahanan Indonesia, diadakan pada tanggal 26 Juli di markas militer Indonesia di Jakarta.

Walau pertemuan tersebut menampilkan diskusi yang lebih luas, namun terdapat pula komentar yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Hadiyan Sumintaatmadja. Menurut Kementerian Pertahanan, dalam sambutannya, Sumintaatmadja membahas mengenai tantangan internal dan eksternal yang signifikan yang masih dihadapi oleh industri tersebut. Ini termasuk beberapa masalah yang sudah disinggung oleh para pejabat Indonesia sebelumnya, termasuk tidak hanya masalah internal seperti tersendat dan kurangnya kesadaran publik pada beberapa aspek, tetapi juga masalah eksternal seperti harga pasar dan persaingan dari negara lain.

Sumintaatmadja juga menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai aktor yang terlibat supaya penguatan industri pertahanan bekerja lebih efektif. Ini termasuk bukan hanya pemerintah—yang keterlibatannya sangat penting—tetapi juga para pengguna, seperti militer Indonesia yang peralatannya sedang dibangun. Penekanannya di sini adalah pada masalah struktural yang lebih luas untuk memastikan koordinasi antara persyaratan-persyaratan utama, dan apa yang sedang dibangun dalam fokus area.

Baca juga: Indonesia Soroti Tantangan Industri Pertahanan di Bawah Pemerintahan Jokowi

Tujuan Indonesia untuk memperkuat industri pertahanannya adalah proses yang berkelanjutan, di mana tidak adanya pengurangan tantangan, bahkan ketika peluang baru terus diupayakan. Pertemuan pada akhir bulan lalu merupakan indikasi lain tentang bagaimana proses yang sedang berlangsung itu berkembang, dan apa yang dibuat oleh para pembuat kebijakan sebagai langkah kunci berikutnya bagi negara tersebut dalam hal ini.

Keterangan foto utama: Tentara Indonesia menaiki sebuah tank. (Foto: AFP/Getty Images)

Indonesia Fokus Hadapi Tantangan Industri Pertahanan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top