Proyek Infrastruktur
Berita Politik Indonesia

Indonesia Harapkan Investasi $60 M China untuk Proyek Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping, dalam upacara penyambutan untuk Belt and Road Forum, di Pusat Konferensi Internasional di Danau Yanqi, utara Beijing, pada tanggal 15 Mei 2017. (Foto: AFP/Roman Pilipey/Pool)
Berita Internasional >> Indonesia Harapkan Investasi $60 M China untuk Proyek Infrastruktur

Indonesia membuka serangkaian proyek infrastruktur baru bernilai hingga $60 miliar untuk investasi China, untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam program Sabuk dan Jalan (Belt and Road) China, menurut sebuah laporan di Straits Times. Namun ada tiga syarat untuk investasi China di Indonesia: mereka harus mempekerjakan pekerja Indonesia, mereka harus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, dan teknologi ini diizinkan untuk ditransfer.

Baca juga: Jokowi Terus Genjot Infrastruktur: Ke Mana Lagi Harus Cari Dana?

Oleh: Out-Law

Proyek-proyek infrastruktur baru akan mencakup pembangkit listrik dan taman industri, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya di provinsi Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, mengatakan bahwa Jakarta telah melakukan “komunikasi struktural” dengan China sejak tahun 2017 mengenai proyek-proyek infrastruktur yang mungkin bernilai total $50 miliar hingga $60 miliar.

Proyek Sabuk dan Jalan (Belt and Road) China yang paling terkenal di Indonesia adalah proyek kereta api cepat dari Jakarta ke Bandung senilai $6 miliar yang dimulai pada tahun 2016, dan seharusnya selesai pada tahun 2019.

Namun, Reuters telah melaporkan bahwa Indonesia mencari cara untuk mempercepat proyek ini untuk selesai pada bulan Mei 2019, sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan disebutkan mengatakan bahwa proyek tersebut dapat memakan waktu hingga tahun 2024 untuk selesai.

Ridwan mengatakan bahwa perjanjian pengamanan lebih lama dari yang direncanakan. Indonesia menegaskan bahwa semua kesepakatan akan mengikuti struktur bisnis-ke-bisnis daripada mengambil pinjaman pemerintah-ke-pemerintah.

“Negara-negara lain telah dipaksa untuk membayar kembali pinjaman dan beberapa telah melepaskan aset mereka. Kami tidak menginginkan itu,” kata Ridwan, seperti yang dilaporkan.

sabuk dan jalan

Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Manajer China Railway Corp Sheng Guangzu (tengah), memeriksa model kereta api berkecepatan tinggi pada upacara peletakan batu pertama untuk jalur kereta api Jakarta-Bandung pada tanggal 21 Januari 2016. (Foto: Reuters/Garry Lotulung)

Ada tiga syarat untuk investasi China di Indonesia: mereka harus mempekerjakan pekerja Indonesia, mereka harus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, dan teknologi ini diizinkan untuk ditransfer.

Pada bulan September, pemerintah Indonesia menawarkan proyek infrastruktur senilai $13,2 miliar kepada perusahaan-perusahaan China, dan pada bulan November China dan Indonesia sepakat untuk mempromosikan kerja sama bilateral di berbagai bidang dan mencapai konsensus tentang memperdalam hubungan.

Baca juga: Indonesia Segera Hentikan 14 Proyek Infrastruktur Senilai Rp264 Triliun

China telah meningkatkan investasi langsungnya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Layanan data investasi BKPM mengatakan bahwa investasi asing langsung China di Indonesia dalam enam bulan pertama tahun 2018 adalah $1,3 miliar, mencakup 1.202 proyek. Investasi dari China senilai $3,4 miliar pada tahun 2017 dan $2,7 miliar pada tahun 2016.

Keterangan foto utama: Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping, dalam upacara penyambutan untuk Belt and Road Forum, di Pusat Konferensi Internasional di Danau Yanqi, utara Beijing, pada tanggal 15 Mei 2017. (Foto: AFP/Roman Pilipey/Pool)

Indonesia Harapkan Investasi $60 M China untuk Proyek Infrastruktur

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top