Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah, Setelah Ditekan Amerika dan Sekutunya
Berita Politik Indonesia

Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah, Setelah Ditekan Amerika dan Sekutunya

Dengan mengenakan syal Palestina, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (tengah), berbicara kepada media selama Forum Demokrasi Bali yang diadakan di Tangerang di pinggiran Jakarta, Indonesia, pada Kamis, 7 Desember 2017. Marsudi mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidatonya pada pembukaan forum tersebut. (Foto: AP)
Home » Berita Politik Indonesia » Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah, Setelah Ditekan Amerika dan Sekutunya

Utusan dari AS, Inggris dan Perancis meminta untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia dan meminta agar Indonesia memberikan suaranya dalam mengecam penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad, di Suriah. Tiga duta besar negara-negara Barat menyampaikan pandangan mereka tentang Suriah, sementara Menlu Indonesia Retno Marsudi menegaskan kembali sikap Indonesia.  

    Baca juga: Dokter dan Petugas Medis Suriah ‘Hadapi Ancaman Ekstrem’ Jika Bersaksi Soal Serangan Kimia Douma

Oleh: Ismira Lutfia Tisnadibrata (Arab News)

Indonesia “mengecam keras penggunaan senjata kimia oleh pihak-pihak di Suriah” dan meminta semua pihak untuk menahan diri dan mencegah eskalasi situasi yang semakin memburuk.

Indonesia mengatakan bahwa sikapnya tetap sama, setelah Amerika Serikat (AS), Inggris dan Perancis memintanya untuk bergabung dalam menekan rezim Assad Suriah tentang dugaan penggunaan senjata kimia.

Utusan dari tiga negara itu pada hari Kamis (19/4) diminta untuk bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan meminta agar Indonesia melakukan lebih banyak mengenai sikapnya terhadap rezim Assad.

Arrmanatha Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (20/4) bahwa Indonesia sangat prihatin tentang perkembangan di Suriah setelah AS dan serangan rudal aliansinya.

Nasir mengatakan selama pertemuan bahwa tiga duta besar negara-negara Barat menyampaikan pandangan mereka tentang Suriah, sementara Retno Marsudi menegaskan kembali sikap Indonesia yang diungkapkan minggu lalu setelah penyerangan itu, yang menggarisbawahi perlunya semua pihak untuk menghormati hukum dan norma internasional, khususnya piagam PBB tentang perdamaian dan keamanan internasional.

Indonesia juga “sangat mengecam penggunaan senjata kimia oleh pihak-pihak di Suriah” dan meminta semua pihak untuk menahan diri dan mencegah eskalasi situasi yang memburuk.

Indonesia menekankan pentingnya penyelesaian konflik yang komprehensif di Suriah melalui negosiasi dan cara-cara damai dan menyatakan keprihatinan tentang keamanan warga sipil, meminta semua pihak untuk memastikan bahwa keselamatan perempuan dan anak-anak selalu menjadi prioritas.

    Baca juga: Perang Suriah: Apa yang Kita Tahu Tentang Serangan Kimia Douma

Beginda Pakpahan, dosen hubungan internasional di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sikap Indonesia mengenai Suriah jelas dan mencerminkan kebijakan luar negeri bebas aktifnya.

“Mereka (para duta besar) harus mengetahui sikap Indonesia,” kata Pakpahan kepada Arab News.

Rene Pattiradjawane, mantan wartawan senior harian Kompas dan komentator kebijakan luar negeri, mengatakan bahwa wajar jika ketiga negara akan mencari dukungan dari Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Menurut Kementerian Luar Negeri, ada 2.000 warga negara Indonesia di Suriah.

Moazzam Malik, duta besar Inggris untuk Indonesia, mengatakan setelah pertemuan pada hari Kamis itu bahwa dia dan sesama duta besar untuk Indonesia, Joseph R. Donovan dari AS dan Jean-Charles Berthonne dari Prancis, menginginkan Indonesia agar bergabung dengan mereka dalam menekan rezim Assad untuk bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan senjata kimia terhadap warga mereka sendiri dan penyalahgunaan Konvensi Senjata Kimia.

Malik mengatakan demikian karena Indonesia akan segera menjadi anggota komite Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), mereka ingin Indonesia turut menekan Suriah dan Rusia untuk membuka akses penyelidikan di Douma.

Keterangan foto utama: Dengan mengenakan syal Palestina, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (tengah), berbicara kepada media selama Forum Demokrasi Bali yang diadakan di Tangerang di pinggiran Jakarta, Indonesia, pada Kamis, 7 Desember 2017. (Foto: AP)

Indonesia Kecam Penggunaan Senjata Kimia di Suriah, Setelah Ditekan Amerika dan Sekutunya

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top