Berita Politik Indonesia

Indonesia melanjutkan beberapa pengiriman batubara ke Filipina tengah khawatir pembajakan

Sebuah kapal tunda menarik tongkang batu bara di sepanjang Sungai Mahakam di Samarinda, Indonesia, 2 Maret 2016. REUTERS/Beawiharta/File Photo
Berita Internasional >> Indonesia melanjutkan beberapa pengiriman batubara ke Filipina tengah khawatir pembajakan

Indonesia akan melanjutkan beberapa pengiriman batubara ke Filipina, ucap seorang pejabat pemerintah, hari Minggu, setelah terhenti selama berbulan-bulan karena kekhawatiran tentang pembajakan di laut antara kedua kepulauan.

Baca juga: Pilpres 2019: Mungkin Hanya Akan Ada Satu Calon di Pemilu Presiden Indonesia

Indonesia awal tahun ini memberhentikan moratorium pengiriman batubara ke negara tetangga setelah serangkaian pembajakan oleh militan yang berbasis di Filipina selatan, di mana beberapa pelaut Indonesia disandera.

Hanya kapal dengan kapasitas lebih dari 500 ton akan diizinkan untuk melanjutkan berlayar sementara kapal-kapal kecil dan kapal tunda masih dilarang.

“Untuk alasan keselamatan dan keamanan … semua kapal harus berlayar di koridor yang direkomendasikan dan menghindari daerah konflik atau perairan (sekitar) Filipina selatan dan timur Malaysia,” kata Kementerian Perhubungan, Tonny Budiono.

Dalam sebuah pernyataan, Budiono menambahkan bahwa keputusan untuk melanjutkan beberapa pengiriman telah diambil karena moratorium telah dianggap “merusak kepentingan Indonesia”.

Indonesia memasok 70 persen dari impor batubara Filipina namun pengiriman diberhentikan karena kekhawatiran akan pembajakan di wilayah Laut Sulu bisa mencapai tingkat sebelumnya yang terlihat di Somalia.

Baca juga: Jokowi Berupaya Raih Kepercayaan Umat Muslim Selama Tur Asia Selatan

Beberapa pelaut Indonesia yang disandera awal tahun ini dilakukan oleh tersangka anggota kelompok militan Abu Sayyaf, kelompok yang dikenal untuk pembajakan dan penculikan.

Banyak orang Indonesia telah dibebaskan namun kelompok ini masih memegang warga negara asing lainnya untuk tebusan.

Pada bulan Juni, Abu Sayyaf memenggal kepada warga negara Kanada setelah tenggat waktu tebusan lewat.

Indonesia, Filipina dan Malaysia telah sepakat untuk melakukan patroli terkoordinasi di Laut Sulu, tetapi ini belum dimulai.

(Kisah refile dengan JAKARTA dateline; cerita teks tidak berubah.)

(Laporan oleh Agustinus Beo Da Costa; ditulis oleh Kanupriya Kapoor; editing oleh Mark Heinrich)

Indonesia melanjutkan beberapa pengiriman batubara ke Filipina tengah khawatir pembajakan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top