Indonesia Menangkan Kursi Dewan Keamanan PBB Bersama Jerman, Belgia
Berita Tentang Indonesia

Indonesia Menangkan Kursi Dewan Keamanan PBB Bersama Jerman, Belgia

Delegasi Indonesia bereaksi setelah terpilih selama pemilihan lima anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Jumat, 8 Juni 2018 di markas besar PBB. (Foto: Associated Press/Mary Altaffer)
Home » Berita Tentang Indonesia » Indonesia Menangkan Kursi Dewan Keamanan PBB Bersama Jerman, Belgia

Negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia, terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB setelah mengalahkan Maladewa di regional Asia-Pasifik. Sementara itu, Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika juga terpilih sebagai anggota tidak tetap mewakili regionnya masing-masing.

Oleh: Edith M. Lederer (The Associated Press/Washington Post)

Indonesia mengalahkan Maladewa pada hari Jumat (8/6) dalam satu-satunya pemilihan yang diperebutkan untuk kursi di Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari 2019, dan akan bergabung dengan badan paling kuat di PBB tersebut bersama dengan Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.

    Baca Juga: Jared Kushner ‘Kesal’ dengan Prakarsa Kuwait bagi Rakyat Palestina di PBB

Presiden Majelis Umum Miroslav Lajcak mengumumkan hasil pemungutan suara rahasia di badan dunia yang beranggotakan 193 negara tersebut dengan tepuk tangan meriah.

Keempat negara mencalonkan diri tanpa oposisi, semuanya menerima lebih dari 180 suara.

Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia dan telah berada di dewan keamanan ini tiga kali sebelumnya. Negara tersebut mengalahkan Maladewa, sebuah negara pulau kecil di Samudera Hindia yang belum pernah melayani di dewan, dengan suara 144-46.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya akan bekerja di dewan untuk mempromosikan pemeliharaan perdamaian dan pembangunan perdamaian, pencegahan konflik, dan tujuan pembangunan dan perlindungan lingkungan PBB untuk tahun 2030.

Indonesia juga akan “memerangi terorisme dan radikalisasi melalui pengembangan pendekatan komprehensif global yang membahas akar permasalahan mereka” sebagai prioritas, katanya.

Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap—Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis—dan 10 anggota dipilih oleh Majelis Umum untuk masa jabatan dua tahun. Lima negara dipilih setiap tahun.

Memenangkan kursi di Dewan Keamanan PBB adalah puncak pencapaian bagi banyak negara karena memberi mereka suara yang kuat dalam hal-hal yang berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional mulai dari konflik di Suriah, Yaman dan Sudan Selatan hingga ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Korea Utara dan serangan oleh kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIS dan al-Qaida.

Calon kursi non-permanen dipilih oleh kelompok-kelompok regional, dan Indonesia dan Maladewa berada dalam persaingan untuk kursi kelompok Asia-Pasifik.

    Baca Juga : Kalah Suara, Resolusi Amerika untuk Jatuhkan Hamas Ditolak Dewan Keamanan PBB

Belgia dan Jerman, yang masing-masing pernah bertugas di dewan lima kali sebelumnya, dipilih dari kelompok negara-negara Eropa Barat dan Lainnya yang dikenal sebagai WEOG. Israel, yang menghadapi perjuangan berat dalam persaingan tiga arah untuk dua kursi WEOG, keluar bulan lalu dan mengatakan “memutuskan untuk menunda pencalonannya.”

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan kepada wartawan Jumat hasilnya adalah “hasil fantastis” yang menunjukkan “tingkat kepercayaan yang tinggi” dari negara lain. “Kami sekarang ingin menghidupkan kepercayaan ini,” katanya.

“Kami ingin menjadi suara yang kuat untuk perdamaian di Dewan Keamanan, tetapi di atas semua itu, kami menginginkan tatanan dunia multilateral untuk masa depan,” kata Maas. “Kami tidak akan menghindar, tetapi berdiri teguh dalam menghadapi keputusan yang sulit. Kami ingin berkontribusi pada resolusi konflik dan pencegahan krisis.”

Afrika Selatan, yang telah berada di dewan dua kali, dipilih dari kelompok Afrika.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Lindiwe Sisulu mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya merasa “dihormati dan rendah hati” karena memperoleh dukungan, dan mengumumkan bahwa dua tahun di dewan akan didedikasikan “untuk perjuangan warisan Nelson Mandela, ikon kami, dan komitmennya untuk perdamaian.”

Dia mengatakan bahwa untuk menandai peringatan 100 tahun kelahiran Mandela tahun ini, Majelis Umum PBB akan mengadakan “pertemuan perdamaian” pada bulan September, di mana Afrika Selatan akan mengungkap sebuah patung yang akan tetap berada di PBB untuk menghormatinya.

Sisulu, putri aktivis anti-apartheid Walter Sisulu yang dipenjara di Pulau Robben bersama Mandela, mengatakan Afrika Selatan akan menggunakan posisinya di Dewan Keamanan untuk mengadvokasi penyelesaian perselisihan secara damai dan memastikan “bahwa kita mengatasi akar masalah,” khususnya di Afrika.

“Kami percaya perdamaian tidak dapat dicapai tanpa partisipasi perempuan,” katanya, menekankan bahwa Afrika Selatan akan bersikeras bahwa “perspektif gender” dimasukkan dalam semua resolusi Dewan Keamanan PBB.

Republik Dominika dipilih dari Amerika Latin dan kelompok Karibia, dan Menteri Luar Negeri negara itu, Miguel Vargas Maldonado, berterima kasih kepada wilayah itu karena mengizinkan negara Karibia itu “untuk mencapai aspirasi kami menjadi anggota Dewan Keamanan” untuk pertama kalinya.

“Kami berharap untuk mempromosikan agenda yang berpusat pada perdamaian, keamanan dan pembangunan negara-negara kami,” kata Maldonado. “Kami menerima tanggung jawab yang lebih besar dengan pemilihan ini untuk mempromosikan pembelaan hak asasi manusia.”

Keterangan foto utama: Delegasi Indonesia bereaksi setelah terpilih selama pemilihan lima anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Jumat, 8 Juni 2018 di markas besar PBB. (Foto: Associated Press/Mary Altaffer)

Indonesia Menangkan Kursi Dewan Keamanan PBB Bersama Jerman, Belgia
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top