Pemandangan Jakarta dengan menara kantor modern dan hotel di sepanjang Jalan Sudirman di kawasan bisnis ibu kota Indonesia. (Foto: Shutterstock)
Berita Politik Indonesia

Indonesia Menangkan Peningkatan Peringkat dari Moody, Beberapa Bulan Setelah Fitch

Pemandangan Jakarta dengan menara kantor modern dan hotel di sepanjang Jalan Sudirman di kawasan bisnis ibu kota Indonesia. (Foto: Shutterstock)
Home » Berita Politik Indonesia » Indonesia Menangkan Peningkatan Peringkat dari Moody, Beberapa Bulan Setelah Fitch

Moody menilai obligasi negara masuk di Baa2 dengan prospek stabil. Kemampuan Indonesia untuk merespon guncangan ekonomi telah meningkat. Kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah tumbuh sekitar lima persen dan diperkirakan akan meningkat tahun ini, tetapi masih jauh dari tujuh persen yang ditargetkan Jokowi. Oleh karenanya, Indonesia menangkan peningkatan peringkat dari Moody.

    Baca Juga : Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Akan Mampu Bertahan Hadapi Guncangan Kenaikan Fed

Oleh: Rieka Rahadiana, Karlis Salna (Bloomberg)

Indonesia menangkan peningkatan peringkat negara dari Moody’s Investors Service, perusahaan jasa analisis keuangan dan analisis atas lembaga usaha dan lembaga pemerintah, berbulan-bulan setelah Fitch Rating meningkatkan yang mereka berikan, karena negara ini meningkatkan ketahanannya terhadap guncangan global.

Peringkat atas utang jangka panjang, mata uang asing dalam mata uang asing dinaikkan satu tingkat ke Baa2 dengan prospek stabil, kata Moody dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (13/4). Peningkatan ini membawa Moody sejalan dengan penilaian Fitch dan menempatkan Indonesia setara dengan Filipina dan India.

Ketahanan dan kapasitas Indonesia yang meningkat untuk menanggapi guncangan adalah salah satu penggerak rating utama, kata Moody. Peningkatan ini akan mendorong upaya Presiden Joko Widodo untuk membiayai ratusan miliar dolar infrastruktur untuk menghidupkan ekonomi menjelang pemilihan presiden tahun depan.

“Ini adalah hasil positif jangka pendek untuk pasar dan validasi kuat untuk fundamental Indonesia yang membaik, menempatkannya dalam posisi yang baik untuk menghadapi badai eksternal baru-baru ini,” kata Euben Paracuelles, seorang ekonom di Nomura Holdings Inc. di Singapura.

Patokan imbal hasil obligasi 10-tahun turun tiga basis poin. Rupiah naik 0,1 persen menjadi 13.758 per dolar pada 09:19 pagi pada hari Jumat sementara indeks ekuitas Indonesia sedikit berubah setelah mendapatkan sebanyak 0,4 persen.

Kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah tumbuh sekitar lima persen dan diperkirakan akan meningkat tahun ini, tetapi masih jauh dari tujuh persen yang ditargetkan oleh Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi.

Defisit Terkendali

Kepatuhan pemerintah terhadap batasan anggaran yang dimandatkan secara hukum pada tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rekam jejak bank sentral memprioritaskan stabilitas ekonomi makro mempromosikan pertumbuhan jangka pendek adalah salah satu penggerak rating, kata Moody.

Pemerintah berencana untuk mempersempit defisit fiskal menjadi di bawah dua persen dari PDB tahun depan dari 2,19 persen yang ditargetkan dalam anggaran 2018.

    Baca Juga : Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia Dapat Tumbuh Melampaui Harapan

“Pengakuan itu merupakan pencapaian besar di balik ketidakpastian ekonomi global yang sedang berlangsung yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan itu,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam sebuah pernyataan.

Bank sentral akan terus memantau risiko global dan mengoptimalkan bauran kebijakannya, katanya. Bank Indonesia telah berhasil menurunkan inflasi hingga kurang dari empat persen, memberikan ruang bagi para pembuat kebijakan untuk mempertahankan suku bunga sejak Oktober.

Cadangan devisa berada pada $126 miliar pada bulan Maret, setelah mencapai rekor $132 miliar pada bulan Januari.

“Sementara peningkatan membantu mendukung rupiah dan aset lainnya, itu tidak akan cukup untuk mengubah tren secara drastis karena negara telah memenangkan nilai investasi dari tiga lembaga utama”, kata Teppei Ino, analis di MUFG Bank Ltd di Singapura.

Dampaknya akan lebih besar jika Indonesia dinaikkan ke grade A, sementara saldo akun saat ini adalah faktor yang lebih signifikan untuk mata uang, katanya.

Dengan bantuan pelaporan dari Yumi Teso.

Keterangan foto utama: Pemandangan Jakarta dengan menara kantor modern dan hotel di sepanjang Jalan Sudirman di kawasan bisnis ibu kota Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Indonesia Menangkan Peningkatan Peringkat dari Moody, Beberapa Bulan Setelah Fitch

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top