Abu Bakar Baasyir
Berita Politik Indonesia

Indonesia Tinjau Pembebasan Abu Bakar Baasyir Setelah Permintaan PM Australia

Berita Internasional >> Indonesia Tinjau Pembebasan Abu Bakar Baasyir Setelah Permintaan PM Australia

Perdana Menteri Australia desak Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan rasa hormat kepada Australia atas rencana pembebasan tersangka dalang Bom Bali, Abu Bakar Baasyir. Dari 200 korban yang tewas akibat aksi teroris di tahun 2002 itu, 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia. Menteri Wiranto mengatakan, pemerintah sedang meninjau kembali keputusan mereka untuk membebaskan Baasyir.

Baca juga: Pembebasan Baasyir Berbau Pencitraan dan Bermotif Politik

Oleh: Australian Associated Press/The Guardian

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Wiranto, mengatakan keputusan untuk membebaskan dalang Bom Bali Abu Bakar Baasyir sedang ditinjau, beberapa jam setelah Scott Morrison mendesak presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menunjukkan rasa hormat kepada Australia.

Wiranto, mengatakan saat konferensi pers pada Senin malam (21/1) bahwa Presiden Jokowi telah memintanya untuk mengoordinasikan peninjauan terhadap semua aspek dari rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Abu Bakar Baasyir sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat karena penolakannya untuk melepaskan keyakinan radikalnya. Keluarganya telah meminta pembebasannya sejak tahun 2017 karena usianya dan kesehatannya yang memburuk.

“Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, presiden sangat memahami permintaan keluarga tersebut,” kata Wiranto. “Namun, aspek-aspek lain masih perlu dipertimbangkan.”

Abu Bakar Baasyir, 81 tahun, dianggap sebagai pemimpin spiritual kelompok Islam Jemaah Islamiah, yang terlibat dalam Bom Bali tahun 2002.

Ulama Muslim radikal itu dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme pada tahun 2010 karena terkait dengan kamp pelatihan militan di provinsi Aceh dan dipenjara selama 15 tahun.

Namun Jokowi mengatakan pada hari Jumat (18/1) bahwa Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan lebih awal dari penjara atas alasan kemanusiaan.

Morrison dan anggota pemerintah Australia lainnya telah melakukan kontak langsung dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia atas rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir tersebut.

“Warga negara Australia meninggal dengan cara yang mengerikan pada malam itu, dan saya pikir seluruh warga negara Australia di manapun pasti berharap masalah ini ditangani dengan sangat serius oleh pemerintah kami,” kata perdana menteri kepada wartawan, Senin (21/1).

“Tetapi pemerintah Indonesia juga harus menghormati Australia dalam cara mereka menangani masalah ini.”

Delapan puluh delapan dari lebih dari 200 orang yang tewas dalam pengeboman klub malam di Bali tahun 2002 adalah warga Australia, dan pemerintah Australia sebelumnya telah menentang keringanan hukuman bagi Abu Bakar Baasyir.

Baca juga: ‘Tamparan di Wajah’: Korban Bom Bali Kecam Pembebasan Abu Bakar Baasyir

“Kami selalu konsisten—pemerintah dari kedua negara, selama periode waktu yang lama—tentang keprihatinan kami tentang Abu Bakar Baasyir,” kata Morrison.

“Dia harus menjalankan apa yang telah ditetapkan oleh sistem peradilan Indonesia sebagai hukumannya.”

Morrison mengatakan bahwa tidak biasa bagi tahanan yang telah menjalani dua pertiga dari hukuman penjara Indonesia untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

“Tetapi kami telah menekankan tentang perlunya untuk memastikan bahwa sebagai bagian dari upaya kontra-terorisme bersama kami—kami memiliki kemitraan kontra-terorisme yang sangat baik dengan Indonesia—bahwa Abu Bakar Baasyir tidak akan berada dalam posisi apa pun atau dengan cara apa pun yang dapat mempengaruhi atau menghasut apa pun, ”katanya.

“Jangan lupa bahwa bom Bali juga membunuh warga Indonesia.”

 

Keterangan foto utama: Ulama radikal Abu Bakar Baasyir (tengah), yang diduga merupakan dalang bom Bali tahun 2002, tiba di rumah sakit di Jakarta pada Maret 2018. Scott Morrison meminta Joko Widodo untuk meninjau ulang rencana pembebasan ulama itu dari penjara. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Indonesia Tinjau Pembebasan Abu Bakar Baasyir Setelah Permintaan PM Australia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top