Indonesia Usulkan ‘Mini-Interpol’ untuk Lawan Terorisme  di Asia Tenggara
Berita Politik Indonesia

Indonesia Usulkan ‘Mini-Interpol’ untuk Lawan Terorisme  di Asia Tenggara

Asosiasi Menteri Pertahanan ASEAN bergandengan tangan pada upacara pembukaan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-11 di Manila pada tanggal 23 Oktober 2017. (Foto: AFP)
Berita Internasional >> Indonesia Usulkan ‘Mini-Interpol’ untuk Lawan Terorisme  di Asia Tenggara

Semakin berkembangnya radikalisme di kawasan Asia Tenggara membuat negara-negara anggota ASEAN, yang dicetuskan oleh Indonesia, melakukan inisiatif membentuk Mini-Interpol yang bertujuan untuk melawan terorisme dan meningkatkan keamanan.

    Baca juga: Hubungan Indonesia-Vietnam Alami Pertumbuhan Kuat

Oleh: The Straits Times/The Jakarta Post

Asosiasi Menteri Pertahanan ASEAN

Asosiasi Menteri Pertahanan ASEAN bergandengan tangan pada upacara pembukaan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-11 di Manila pada tanggal 23 Oktober 2017. (Foto: AFP)

Dengan bangkitnya radikalisme dan terorisme di kawasan yang sekarang dilihat sebagai ancaman keamanan terbesar ASEAN, Indonesia telah mengusulkan pembentukan Mini-Interpol yang akan melibatkan intelijen enam negara pada wilayah tersebut melalui inisiatif Our Eyes (Mata Kita).

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu memperdebatkan rencana tersebut dalam pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-11 (ADMM) di kota Clark, Filipina utara, Senin (23/10).

Dia mengatakan bahwa walaupun dia menghargai keberhasilan yang dimiliki pemerintah Filipina dalam mengusir sebagian besar pejuang asing dari kota Marawi, dia melihat adanya potensi ancaman loyalis dari ISIS yang dapat membangun kembali jaringan di negara-negara tetangga. Koneksi multi-lateral diantara enam negara, katanya, akan membuat para teroris tetap berada di teluk.

“Tindakan pencegahan ini akan memberi kita informasi luas tentang keberadaan kelompok teroris di negara-negara Asean. Dengan demikian, kita bisa menghancurkannya sebelum mereka menjadi lebih besar,” kata Ryamizard kepada forum tersebut. Keenam negara yang diusulkan tersebut adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Filipina.

    Baca juga: Politik dan Data: Bagaimana Cambridge Analytica Asah Kemampuannya di ASEAN

Setelah berbulan-bulan bentrokan antara pejuang ISIS dan militer Filipina yang menghancurkan sebagian besar Marawi, Sekretaris Pertahanan Filipina pada hari Senin mengumumkan bahwa Filipina selatan telah dibebaskan dari terorisme.

Di bawah program Our Eyes, masing-masing negara peserta akan membuat unit baru untuk berbagi informasi di antara mereka, sementara orang yang bertanggung jawab dari masing-masing negara diharapkan dapat memelihara komunikasi secara teratur terhadap pengumpulan informasi.

Berbagi informasi intelijen multilateral tidak umum dilakukan di Asia Tenggara karena kebanyakan negara lebih memilih untuk menukar informasi semacam itu secara bilateral. Our Eyes adalah model untuk aliansi intelijen pasca-Perang Dunia Kedua “Five Eyes” yang melibatkan intelijen Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Australia dan Kanada yang didirikan untuk memantau Uni Soviet.

“Namun, Our Eyes tidak ada hubungannya dengan politik, ini murni sebuah inisiatif untuk melawan keberadaan kelompok teroris dan menjaga perdamaian di wilayah kita,” kata Ryamizard.

Beberapa negara telah menyatakan dukungannya atas Mini-Interpol tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat memainkan peran penting dalam menjaga keamanan negara-negara Asean.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan bahwa dia dapat melihat pentingnya Our Eyes dan akan mendukungnya ‘sepanjang jalan.’ “Tuan Ryamizard, kita sepenuhnya berada di balik inisiatif ini dan kita dapat melihat dan merasakan  argumen yang Anda kemukakan dalam forum ini. Anda memiliki dukungan total,” katanya.

Filipina, pemimpin ASEAN tahun ini, menjadi tuan rumah ADMM ke-11, serta Pertemuan Menteri Pertahanan Asean keempat—juga mengundang negara-negara delapan mitra dialog ASEAN: Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat. Pada hari Selasa, forum tersebut membahas isu-isu yang lebih luas, termasuk krisis Semenanjung Korea dan perselisihan Laut China Selatan.

Indonesia Usulkan ‘Mini-Interpol’ untuk Lawan Terorisme  di Asia Tenggara

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top