Biodiesel B20
Berita Politik Indonesia

Indonesia Wajibkan Penggunaan Biodiesel B20 Demi Kurangi Tagihan BBM

Berita Internasional >> Indonesia Wajibkan Penggunaan Biodiesel B20 Demi Kurangi Tagihan BBM

Sejak September 2018, pemerintah Indonesia mewajibkan penggunaan solar yang mengandung 20 persen biofuel (biodiesel). Penggunaan Biodiesel B20 dilakukan untuk mengurangi dampak krisis mata uang. Negara-negara berkembang utama Asia termasuk Indonesia telah terkena dampak kenaikan harga minyak mentah, yang meskipun menurun bulan ini tapi masih berada di sekitar 15 persen lebih mahal dari awal 2018, sementara rupiah telah mencapai titik terendahnya tahun ini sejak 20 tahun lalu.

Oleh: Jessica Jaganathan (Reuters)

Indonesia telah memberlakukan penggunaan wajib solar yang mengandung 20 persen biofuel (biodiesel) yang diproduksi secara lokal di tengah upaya untuk mengekang tagihan bahan bakar dan mengurangi dampak krisis mata uang dan harga minyak yang lebih tinggi, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada Reuters.

Berbicara di sela-sela konferensi International Energy Week Singapura, wakil menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa pemerintah Indonesia pada bulan September wajib menggunakan bahan bakar, yang dikenal sebagai B20, di semua mesin diesel di negara itu untuk mengekang impor minyak gas.

Negara-negara berkembang utama Asia termasuk Indonesia telah terkena dampak kenaikan harga minyak mentah, yang meskipun menurun bulan ini tapi masih berada di sekitar 15 persen lebih mahal dari awal 2018, sementara rupiah telah mencapai titik terendahnya tahun ini sejak 20 tahun lalu.

“Apakah nilai rupiah dan harga minyak akan mempengaruhi perekonomian kita? Ya … Apakah kita memiliki tindakan korektif? Ya,” kata Tahar.

Baca Juga: Jokowi Tiba-Tiba Ubah Kebijakan Kenaikan Harga BBM

Walaupun pengamat industri telah memperdebatkan kemungkinan Indonesia untuk memberlakukan kontrol harga bahan bakar, seperti yang dilakukan India bulan ini di tengah masalah serupa, pemerintah Indonesia masih belum mengumumkan langkah tersebut.

Meskipun Indonesia merupakan pengekspor minyak mentah juga, Indonesia mengimpor lebih banyak produk olahan, termasuk bensin dan solar. Hal itu memberi tekanan besar pada anggaran pemerintah dan Pertamina, perusahaan minyak milik negara, yang tertekan oleh kebijakan bahan bakar pemerintah, harga minyak yang lebih tinggi, dan penurunan rupiah.

Tahar mengatakan dia mengharapkan penggunaan bahan bakar Biodiesel B20 di sektor pertanian Indonesia akan meningkat menjadi 6 juta kiloliter tahun depan, dari 4 juta kiloliter yang digunakan saat ini.

Perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini juga mencoba untuk meningkatkan kandungan bahan bakar yang bersumber secara lokal di sektor minyak, gas dan pertambangan dengan memberi mereka potongan 2-4 persen dari pendapatan pajak kotor jika mereka menggunakan setidaknya 30 persen dari konten lokal, katanya.

“Jika Anda memiliki pendapatan kotor $10 miliar dan menggunakan 35 persen konten lokal, Anda akan mendapatkan insentif 2 persen atau sekitar $200 juta,” kata Tahar. “Itu jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan penghematan biaya yang mungkin Anda dapatkan jika Anda mengimpor dari negara lain.”

Bulan lalu, kementerian perdagangan Jakarta mengeluarkan persyaratan untuk menggunakan letter of credit dari bank-bank yang berafiliasi dengan bank-bank Indonesia untuk membantu menopang rupiah yang sedang menderita. Ini akan berlaku untuk sektor pertambangan, kata Tahar.

Seorang pejabat Pertamina mengatakan pekan lalu bahwa mereka ingin membeli minyak mentah dalam mata uang lainnya untuk mengurangi pengeluaran valuta asing dalam dolar AS.

Namun, Tahar mengatakan, itu akan sulit karena pasar minyak utama di Singapura berdagang dalam dolar AS.

Sementara itu, di sektor listrik, Indonesia mengalihkan sumber utama pembangkit listrik dari solar ke minyak sawit mentah, katanya, juga langkah untuk mengurangi eksposur negara terhadap harga minyak yang tinggi.

Baca Juga: Dirut Baru Pertamina di Tengah Kebijakan BBM Satu Harga

Dalam jangka panjang, ia mengatakan Indonesia berencana untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk melepaskan ketergantungannya pada impor minyak dan meningkatkan ketahanan energi.

Dia tidak memberikan contoh spesifik tentang bagaimana pemerintah akan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik.

Namun dia mengatakan pertumbuhan permintaan produk minyak untuk tahun depan akan tetap stabil pada 3-4 persen.

Keterangan foto utama: Pompa BBM biodiesel di stasiun pengisian bahan bakar di San Diego, California, 8 Januari 2015. (Foto: Reuters/Mike Blake)

Indonesia Wajibkan Penggunaan Biodiesel B20 Demi Kurangi Tagihan BBM

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top