Nuklir Iran
Timur Tengah

Iran Bela Program Nuklir Usai Pompeo Tuduh Iran Lakukan Uji Coba Rudal

Berita Internasional >> Iran Bela Program Nuklir Usai Pompeo Tuduh Iran Lakukan Uji Coba Rudal

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengutuk uji coba program rudal nuklir Iran. Amerika Serikat telah lama melihat program rudal balistik Iran sebagai ancaman bagi negara sekutunya, Israel. Iran balas mengejek Pompeo, mengingatkannya bahwa Amerika telah menarik diri dari kesepakatan yang melarang Iran untuk melakukan uji coba tersebut.

Baca Juga: Trump Pertahankan Kesepakatan Nuklir Iran, Namun Tambahkan Sanksi Baru

Oleh: Asa Fitch dan Aresu Eqbali (Wall Street Journal)

Hari Minggu (2/12), Iran membela program rudal balistik yang banyak ditentang setelah tuduhan Amerika Serikat bahwa rezim itu melanggar resolusi PBB dengan terus mengembangkan senjata yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menulis di Twitter pada hari Sabtu (1/12) bahwa Iran baru saja melakukan uji tembak rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa senjata nuklir. Dia mengutuk tindakan itu dan meminta Iran untuk menghentikan apa yang dia sebut sebagai kegiatan pengujian dan proliferasi rudal yang terus berlangsung di Iran.

AS telah lama melihat program rudal balistik Iran sebagai ancaman terhadap negara sekutunya, Israel, musuh bebuyutan Republik Islam Iran. Uji coba rudal seringkali menyebabkan gejolak politik. Administrasi Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran awal tahun 2018, sebagian karena pakta itu tidak mengutamakan program rudal balistik Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran membalas Pompeo pada hari Minggu (2/12), mengatakan bahwa program itu hanya membela diri, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Republik Islam. Pernyataan itu tidak mengonfirmasi atau menyangkal apakah sebuah uji coba telah dilakukan.

“Program rudal Iran bersifat defensif dan dirancang berdasarkan kebutuhan negara,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi.

Selanjutnya pada hari Minggu (2/12), seorang juru bicara pasukan bersenjata Iran mengatakan negara itu akan terus menguji dan mengembangkan rudal, menurut badan berita semi-resmi negara Tasnim.

Baca Juga: Hassan Rouhani: Amerika akan Bayar Mahal Jika Batalkan Kesepakatan Nuklir Iran

Meskipun memelopori kesepakatan nuklir pada tahun 2015 yang mengangkat sanksi kepada Iran, pemerintahan mantan Presiden AS Barack Obama menjatuhkan sanksi atas uji coba rudal Iran segera setelah implementasi kesepakatan. Administrasi Trump juga memberlakukan sanksi terkait rudal terhadap Iran awal tahun 2017.

Setelah tweet Pompeo tentang peluncuran baru, Ghasemi mengejek Menlu AS tersebut karena mengatakan hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang terkait dengan kesepakatan nuklir, kesepakatan di mana Presiden Trump telah menarik dari pada bulan Mei 2018.

“Ini menarik dan tentu saja lucu bahwa Anda mengutip sebuah resolusi yang Anda tidak hanya melanggar secara sepihak dan ilegal dengan keluar [dari kesepakatan nuklir], tetapi yang Anda juga mendorong orang lain untuk keluar,” kata Ghasemi.

Setelah penarikan, AS pada bulan Agustus dan November 2018 memberlakukan kembali sanksi keras terhadap industri utama Iran, bank sentral, dan ekspor minyak penting.

Resolusi Dewan Keamanan PBB, yang diadopsi pada tahun 2015, mengatakan Iran “diminta” untuk tidak menguji rudal balistik yang dirancang untuk mampu membawa hulu ledak nuklir. Meskipun resolusi itu tidak secara eksplisit melarang tes semacam itu, pejabat AS mengatakan bahwa uji tembak sebelumnya tidak konsisten dengan perjanjian tersebut.

Kesepakatan nuklir, di mana Iran setuju untuk mengurangi pengayaan nuklir dan tunduk pada inspeksi internasional, sekarang berada di ujung tanduk ketika Iran bernegosiasi dengan pihak penandatangan lain untuk menjaga manfaatnya tetap hidup setelah keluarnya AS.

Pompeo pada bulan Mei 2018 menetapkan tuntutan administrasi Trump untuk kesepakatan baru, termasuk mengakhiri semua pengembangan rudal balistik yang mampu membawa nuklir dan menghentikan semua program pengayaan nuklir. Tuntutan itu secara luas dipandang gagal dilakukan Iran setelah negara itu dengan susah-payah menegosiasikan kesepakatan yang memungkinkannya mempertahankan program nuklirnya untuk penelitian dan pembangkitan listrik, meski dalam skala yang lebih terbatas.

Keterangan foto utama: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berbicara pada saat KTT United Against Nuclear Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, tanggal 25 September 2018. (Foto: Reuters/Darren Ornitz)

Iran Bela Program Nuklir Usai Pompeo Tuduh Iran Lakukan Uji Coba Rudal

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top