ISIS di Suriah
Timur Tengah

ISIS di Suriah Berada pada Titik-Titik Penghabisan

Berita Internasional >> ISIS di Suriah Berada pada Titik-Titik Penghabisan

ISIS di Suriah tengah berada di titik-titik terakhirnya. Kekalahan para jihadis di daerah kantong akan menghapus pijakan teritorial ISIS di tepi timur Sungai Eufrat. Seorang juru bicara untuk koalisi yang dipimpin Amerika Serikat mengatakan Pasukan Demokratik Suriah (SDF/Syrian Democratic Forces) membuat “kemajuan besar, tetapi perjuangan terus berlanjut.”

Baca juga: Turki Bohong Soal Melawan ISIS di Suriah

Oleh: Rodi Said dan Tom Perry (Reuters)

Militan ISIS di Suriah tengah “menjalani saat-saat terakhir mereka” di daerah kantong terakhir yang mereka kuasai di dekat perbatasan Irak, tempat Pasukan Demokratik Suriah (SDF/Syrian Democratic Forces) yang didukung Amerika Serikat menyerang mereka, menurut seorang pejabat SDF pada hari Minggu (13/1).

Kekalahan para jihadis di daerah kantong akan menghapus pijakan teritorial ISIS di tepi timur Sungai Eufrat. Seorang juru bicara untuk koalisi yang dipimpin Amerika Serikat mengatakan SDF membuat “kemajuan besar, tetapi perjuangan terus berlanjut.”

Pasukan Demokrat Suriah, sebuah koalisi milisi yang dipimpin oleh Kurdi YPG, telah mengusir ISIS dari wilayah Suriah utara dan timur dengan bantuan koalisi pimpinan AS selama empat tahun terakhir.

Mustafa Bali, kepala kantor media SDF, mengatakan bahwa SDF telah meningkatkan serangan dalam dua hari terakhir dan mengambil kendali atas wilayah antara kantong ISIS dan perbatasan Irak, memotong jalan keluar.

“Mereka menjalani saat-saat terakhir dan menyadari bahwa pertempuran ini adalah pertempuran untuk melenyapkan mereka,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump bulan Desember 2018 mengumumkan ia akan menarik pasukan AS dari Suriah, menyatakan bahwa mereka telah berhasil dalam misi mereka untuk mengalahkan ISIS dan kini tidak lagi diperlukan.

Sejak itu, para pejabat AS telah memberikan pesan yang beragam. Hari Jumat (11/1), koalisi yang dipimpin AS mengatakan pihaknya telah memulai penarikan pasukan, tetapi para pejabat kemudian mengatakan hanya peralatan, bukan pasukan, yang ditarik.

Kolonel Sean Ryan, juru bicara koalisi, mengatakan, “SDF membuat kemajuan besar dan terus membebaskan lebih banyak wilayah yang pernah dipegang ISIS, tetapi pertempuran terus berlanjut. Kekalahan abadi ISIS masih merupakan misi dan mereka masih menghadirkan ancaman yang sangat nyata bagi stabilitas jangka panjang di wilayah ini, sehingga ini semua belum berakhir.”

Baca juga: Irak Serang Ruang Operasi ISIS di Suriah

Keputusan AS telah menyuntikkan ketidakpastian baru ke dalam perang Suriah yang berusia delapan tahun dan memacu banyak kontak mengenai bagaimana kekosongan keamanan akan diisi di Suriah utara dan timur tempat pasukan AS kini ditempatkan. Sementara Turki bertujuan untuk mengejar pasukan Kurdi yang bersekutu dengan Amerika Serikat, pemerintah Suriah yang didukung Rusia dan Iran melihat peluang untuk memulihkan wilayah yang luas.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyarankan pekan lalu bahwa perlindungan bagi sekutu Amerika, Kurdi, akan menjadi prasyarat penarikan pasukan AS. Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut komentar Bolton sebagai “kesalahan serius.”

Bali mengatakan bahwa orang-orang Suriah utara dan koalisi harus membahas rencana untuk “setelah pemusnahan Daesh, dan untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah Daesh mengatur ulang dirinya sendiri dan kembali bangkit.”

ISIS masih memegang wilayah di tepi barat Sungai Eufrat, di antara daerah yang dikuasai pemerintah Suriah serta sekutu yang didukung Rusia dan Iran.

Ditulis oleh Tom Perry dan diedit oleh Kevin Liffey

Keterangan foto utama: Para pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah mempersiapkan diri mereka sebelum apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap militan ISIS untuk mengambil kendali bendungan Tishrin, di selatan Kobani, Suriah, tanggal 26 Desember 2015. (Foto: Reuters/Rodi Said)

ISIS di Suriah Berada pada Titik-Titik Penghabisan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top