ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas
Amerika

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas (Foto: Getty Images)
Home » Featured » Amerika » ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas

ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembantaian di Las Vegas yang terjadi pada Senin (2/10), melalui medianya, Amaq. ISIS pun mengatakan bahwa pelaku penyerangan tersebut telah memeluk Islam beberapa bulan yang lalu. Namun hal ini dibantah oleh FBI, dan mengatakan bahwa hingga saat ini, penyerangan tersebut tidak terhubungan dengan organisasi teroris internasional manapun.

Oleh: Yaron Steinbuch (New York Post)

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas

(Foto: Getty Images)

ISIS mengaku bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di Las Vegas pada Senin (2/10)—namun FBI kemudian membantah pernyataan tersebut.

“Serangan Las Vegas dilakukan oleh tentara ISIS dan ia melakukannya sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi,” ujar agensi berita milik ISIS, Amaq, yang merujuk pada koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dalam melawan ISIS di Timur Tengah.

“Pelaku penyerangan Las Vegas masuk Islam beberapa bulan yang lalu,” ujar Amaq dalam layanan pesan online Telegram, menurut Agence France-Presse.

Namun para pejabat AS mengatakan pada Senin (2/10), bahwa tidak ada bukti bila pelaku penyerangan tersebut memiliki hubungan dengan kelompok militan internasional manapun.

“Kami memutuskan pada saat ini bahwa tidak ada hubungan dengan organisasi teroris internasional manapun,” ujar seorang agen FBI dalam sebuah konferensi pers.

Pernyataan kelompok teroris tersebut—yang tidak menyebutkan nama pelaku—dikeluarkan setelah ISIS pada Jumat (29/9) merilis sebuah rekaman audio yang menurut mereka adalah pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang memanggil para jihadis di Suriah dan Iraq untuk “melawan” musuh-musuh mereka.

Hal ini nampak seperti usaha untuk mendorong semangat para pejuangnya yang berada di bawah tekanan di Suriah dan Irak, karena serangan oleh rezim Damaskus dan para sekutunya, termasuk Rusia dan pasukan yang didukung oleh AS di kedua negara tersebut.

Sejak pesan Baghdadi sebelumnya kepada para pengikutnya pada bulan November, wilayah kekhalifahan yang secara sepihak mereka akui pada tahun 2014, telah menyusut menjadi jauh lebih kecil.

Sheriff Joseph Lombardo mengatakan pada Senin (2/10) pagi, bahwa pihak otoritas percaya bila Stephen Paddock adalah pelaku yang bekerja sendiri.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan bahwa tidak ada “ancaman spesifik” terhadap lokasi lain di Amerika Serikat.

ISIS seringkali mengklaim bahwa serangan oleh individu-individu tertentu terinspirasi dari pesan mereka, namun tidak diketahui adanya hubungan dengan kelompok tersebut.

Namun begitu, ISIS diketahui tidak mengklaim serangan apapun bila kelompok tersebut tidak terhubung dengan sangat kuat.

ISIS masih terus aktif dalam melakukan penerimaan di media sosial, dan telah berulang kali menyerukan serangan terhadap negara-negara Barat.

 

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pembantaian Las Vegas
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top