Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara
Timur Tengah

Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara

Asma al-Assad, mantan bankir investasi yang menjadikan dirinya sebagai advokat hak progresif, dilihat sebagai sisi modern dari dinasti Assad. (Foto: Getty Images
Berita Internasional >> Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara

Istri Bashar Al-Assad, Asma al-Assad, dirawat di rumah sakit karena kanker payudara. Hal tersebut diunggah di Facebook oleh akun Kepresidenan Suriah, melalui foto dan keterangan singkat. Kantor berita milik pemerintah SANA mengatakan bahwa istri Bashar al-Assad menjalani perawatan di sebuah rumah sakit militer di ibu kota Suriah Damaskus.

Baca Juga: Sekjen PBB Serukan Investigasi Serangan Koalisi Saudi di Yaman

Oleh: NZ Herald

Ibu Negara Suriah Asma al-Assad, telah memulai perawatan untuk kanker payudara tahap awal.

Foto resmi yang diunggah ke Facebook menunjukkan Presiden Suriah Bashar al-Assad tersenyum di samping istrinya yang berkelahiran Inggris di rumah sakit, sementara dia duduk dengan infus di lengan kirinya.

Sebuah pernyataan singkat yang diunggah bersama foto istri Bashar al-Assad itu mengatakan, ‘tumor ganas’ ditemukan pada tahap awal. Kepresidenan Suriah berharap agar pemulihannya cepat, dalam keterangan foto tersebut.

Kemudian, Kepresidenan mengunggah foto lain dari ibu negara yang bangun, membawa laptop di satu tangan dan cangkir di tangan lainnya. Pergelangan tangan kirinya dibalut.

“Saya bersama rakyat (Suriah) yang mengajarkan ketabahan, kekuatan, dan cara menghadapi kesulitan di dunia,” tertulis di keterangan foto dalam bahasa Arab. “Tekad saya berasal dari tekad dan kekuatan Anda selama beberapa tahun terakhir.”

Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara

Foto ini diunggah di halaman resmi Facebook Kepresidenan Suriah, yang menunjukkan Presiden Suriah Bashar al-Assad duduk di sebelah istrinya Asma al-Assad dengan infus di lengan kiri Asma. (Foto: via NZ Herald)

Tidak disebutkan di mana istri presiden Suriah dirawat, tetapi kata ‘militer’ dicetak di atas selimut yang terlihat di gambar. Kantor berita milik pemerintah SANA mengatakan kemudian, bahwa istri Bashar al-Assad menjalani perawatan di sebuah rumah sakit militer di ibu kota Suriah Damaskus. Tidak ada rincian lebih lanjut.

Pengumuman kesehatan masyarakat semacam itu jarang terjadi di negara-negara Arab, di mana kanker dianggap tabu.

Asma al-Assad—seorang ahli jantung dan seorang diplomat—berasal dari provinsi pusat Homs, tetapi ia lahir dan dibesarkan di London sebelum pindah kembali ke Suriah setelah bertemu dengan Presiden Assad.

Keduanya telah menikah selama 18 tahun dan memiliki tiga anak, Hafez, Zein, dan Karim.

Pernikahan pasangan itu diumumkan oleh media pemerintah enam bulan setelah dia menjadi presiden pada bulan Juli 2000, setelah kematian ayahnya, Hafez.

Mantan bankir investasi itu menjadikan dirinya sebagai advokat hak progresif dan dilihat sebagai sisi modern dari dinasti Bashar Al-Assad.

Sejak perang sipil Suriah pecah pada tahun 2011, Nyonya Assad sering terlihat di depan umum menerima keluarga tentara yang gugur, atau menampung orang-orang yang terluka dalam konflik Suriah—yang saat ini berada di tahun kedelapan—yang telah menewaskan lebih dari 400 ribu orang.

Sebelum krisis dimulai pada Maret 2011, dia menjadi subjek profil yang bagus di Vogue dan majalah mode lainnya.

Ketika konflik Suriah memburuk, ibu negara itu menjadi sasaran penghinaan bagi banyak pendukung oposisi yang melihatnya sebagai kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: Setelah Lebih dari 24 Jam Bertempur, Israel dan Hamas Capai Gencatan Senjata

Ketika suaminya menghadapi seruan untuk diadili sebagai penjahat perang, Nyonya Assad secara luas dikritik karena mengatakan tuduhan terhadapnya adalah ‘propaganda’ terhadap rezim.

Dia bahkan menggunakan akun Instagram-nya—di mana dia secara teratur mengunggah gambar propaganda suaminya dengan pasukan pemerintah—untuk menuduh Barat berbohong bahwa Assad menggunakan gas racun Sarin dalam serangan terhadap rakyatnya sendiri.

Di akun Instagram-nya, ia menulis dalam bahasa Arab: “Kepresidenan Republik Arab Suriah menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan Amerika adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab, yang hanya mencerminkan kepicikan, pandangan yang sempit, kebutaan politik dan militer terhadap realitas, dan pengejaran naif terhadap kampanye propaganda palsu penuh hiruk pikuk yang memicu arogansi rezim.”

Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara

Ratu Elizabeth II menyapa Asma Al-Assad dan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, di Istana Buckingham pada tahun 2002. (Foto: Getty Images)

Orang tua Nyonya Assad—keduanya Muslim Sunni—pindah dari Suriah ke London pada tahun 50-an, sehingga ayahnya—yang sekarang berbasis di Rumah Sakit Cromwell dan di Harley Street—bisa mendapatkan pendidikan dan pelatihan medis yang terbaik.

Meskipun seorang Muslim, Nyonya Assad dididik di sekolah Church of England di Ealing sebelum menghadiri sekolah anak perempuan swasta—Queen’s College, Harley Street.

Setelah mempelajari Ilmu Komputer dan Sastra Prancis di King’s College London, Nyonya Assad bekerja sebagai bankir di JP Morgan pada tahun 90-an ketika dia bertemu calon suaminya.

Pada saat itu, Assad sedang berlatih di sebuah rumah sakit di London untuk menjadi ahli bedah mata.

Mereka yang mengenalnya mengatakan bahwa—mengingat ia menghabiskan 25 tahun pertama hidupnya di London—Nyonya Assad memiliki nilai-nilai Barat liberal.

Pada tahun 2012, dia dilarang bepergian ke Eropa, dan anggota parlemen tahun lalu menyerukan agar kewarganegaraan Inggrisnya dicabut.

Nadhim Zahawi—seorang anggota parlemen Konservatif di komite urusan luar negeri Dewan Rakyat Inggris—mengatakan: “Waktunya telah tiba saat kita harus melemahkan (Presiden) Assad dalam segala hal, termasuk orang-orang seperti Nyonya Assad, yang mengambil banyak bagian dalam mesin propaganda yang melakukan kejahatan perang.”

Perang Sipil di Wilayah Bashar Al-Assad

Perang adalah konflik bersenjata multi-pihak yang sedang berlangsung di Suriah antara Republik Arab Suriah yang dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad, dan berbagai kekuatan yang menentang pemerintah dan satu sama lain dalam berbagai kombinasi.

Itu dimulai ketika Assad dengan keras menekan protes Kebangkitan Arab tahun 2011.

Diperkirakan total korban tewas sejauh ini sekitar 500 ribu orang.

Assad—didukung oleh Rusia dan Iran, dan ditentang oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS)—telah dituduh oleh Barat telah melancarkan pengeboman atas rumah-rumah, dan menggunakan gas ilegal Sarin terhadap rakyatnya sendiri, yang dia bantah.

Assad mengatakan dalam sebuah wawancara pada bulan Juni dengan saluran televisi NTV yang dikendalikan pemerintah Rusia, bahwa pemerintahnya telah menyingkirkan semua senjata kimia pada tahun 2013, dan bahwa tuduhan penggunaan senjata kimia adalah dalih untuk invasi oleh negara lain.

Sebuah badan investigasi PBB memutuskan bahwa pemerintah Suriah menggunakan agen saraf sarin dalam serangan udara di kota Khan Sheikhoun yang dikuasai pemberontak pada April 2017, yang menewaskan sekitar 100 orang dan mempengaruhi sekitar 200 orang lainnya.

AS dan sekutunya juga menyalahkan pasukan pemerintah atas serangan gas sarin di pinggiran Damaskus pada tahun 2013 yang menewaskan sekitar 1.000 orang.

Keterangan foto utama: Asma al-Assad, mantan bankir investasi yang menjadikan dirinya sebagai advokat hak progresif, dilihat sebagai sisi modern dari dinasti Assad. (Foto: Getty Images)

Istri Bashar Al-Assad Dirawat karena Kanker Payudara

BERLANGGANAN

1 Comment

1 Comment

  1. Bagdhadi

    August 12, 2018 at 10:01 am

    At an early stage? According to the picture, you would think that in the last.

Beri Tanggapan!

To Top