Istri Benjamin Netanyahu
Timur Tengah

Istri Benjamin Netanyahu Diadili karena Penipuan

Berita Internasional >> Istri Benjamin Netanyahu Diadili karena Penipuan

Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara, diadili karena tuduhan penipuan. Istri Benjamin Netanyahu tersebut dituduh telah melakukan penyelewengan dana negara senilai $100.000. Benjamin Netanyahu mengatakan, tuduhan itu absurd dan tak berdasar.

Baca juga: Gara-gara Makanan Penutup, Istri PM Israel Sara Netanyahu Hadapi Ancaman Penjara

Oleh: Maayan Lubell (Reuters)

Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara, hadir di pengadilan pada hari Minggu (7/10), untuk persidangan pertama atas tuduhan penipuan terhadapnya. Sara dituduh telah melakukan penyelewengan dana negara dalam pemesanan makanan katering.

Menurut tuntutan, Sara Netanyahu, bersama seorang pegawai pemerintah, telah menyelewengkan uang negara lebih dari $100.000 untuk ratusan makanan yang disediakan oleh berbagai restoran, melanggar regulasi yang melarang hal itu jika ada juru masuk yang dipekerjakan di rumah.

Istri Benjamin Netanyahu tersebut membantah telah melakukan kesalahan apapun.

Dia dikenai tuduhan pada bulan Juni atas penipuan dan melanggar kepercayaan dan penggelapan nota barang. Jika didakwa, Sara Netanyahu akan menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Terlihat tegang, Sara tidak memberikan komentar apapun kepada wartawan yang memunuhi ruang sidang. Di duduk di bangku di belakang pengacaranya.

“Bisakah kita meminta mereka untuk menjauhkan kamera?” tananya pada pengacara tertuduh lain, yang menjawab: “Kamu sudah terbiasa, kan.”

“Tidak seperti ini,” jawab Sara. Dia menggelengkan kepalasanya seiring jaksa menjabarkan daftar kesalahannya.

Namun sesi itu, sebagian besar membahas tentang masalah prosedural. Hakim menetapkan jadwal pertemuan dengan jaksa dan pengacara pada tanggal 13 November, di mana dia mengatakan dia berharap semua pihak yang terlibat bisa memperkecil perselisihan mereka “atau bahkan menyelesaikan kasus itu”.

Namun penyelesaian pada tahap ini terliha jauh, karena jaksa kemungkinan besar akan meminta Sara mengaku bersalah, sesuatu yang telah dikesampingkan oleh pengacaranya. Dia tidak diminta saat sidang, untuk memasukkan pengakuan.

Pengacara Sara mengatakan, tuduhan itu tidak akan bertahan karena peraturan pemesanan makanan tidaklah sah secara hukum, dan pegawai rumah tangga telah memesan kembali makanan itu mengenyampingkan protes Sara.

Sedangkan sang Perdana Menteri, yang sendirinya tengah terlibat dalam penyelidikan keterlibatan korupsi, mengatakan tuduhan terhadap istrinya absurd dan tak berdasar.

Sara Netanyahu, 59 tahun, telah muncul di berita di masa lalu atas apa yang disebut oleh juru bicara keluarga mereka sebagai reputasi keangkuhan yang tak layak didapatkannya.

Baca juga: Israel vs Iran: Netanyahu Kembali Layangkan Tuduhan Pelanggaran Nuklir Iran

Pada tahun 2017, Sara memenangkan gugatan pencemaran nama baik melawan seorang wartawan Israel yang mengatakan, Sara pernah menendang suaminya keluar mobil pada satu pertengkaran. Pada tahun 2016, seorang pekerja pengadilan Yerusalem mengtakan, dia telah menghina dan mencela staf rumah tangga di tempat tinggal resmi perdana menteri.

Sejauh ini, masalah hukum Sara belum mengganggu posisi politik suaminya. Benjamin Netanyahu kini tengah menjalani masa jabatan ke-4 sebagai pemimpin Israel dan mendapatkan polling persetujuan yang cukup tinggi, walaupun ada berbagai tuduhan terhadapnya.

Tuduhan yang telah perdana menteri itu buat terhadap media Israel, bahwa mereka telah mendalangi perburuan politik terhadap dia dan istrinya, tampaknya tepat sasaran di basis pendukung sayap kanannya, yang telah berbondong-bondong mendukung pemimpin berusia 68 tahun itu.

Ditulis oleh Maayan Lubell; Disunting oleh Jeffrey Heller dan Dale Hudson.

Keterangan foto utama: Sara, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di pengadilan, di gedung pengadilan Yerusalem, 7 Oktober 2018. (Foto: Reuters/Ammar Awad)

Istri Benjamin Netanyahu Diadili karena Penipuan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top