Jeff Sessions
Amerika

Jaksa Agung Jeff Sessions Mengundurkan Diri di Bawah Tekanan Trump

Berita Internasional >> Jaksa Agung Jeff Sessions Mengundurkan Diri di Bawah Tekanan Trump

Jaksa Agung Jeff Sessions mengundurkan diri segera setelah pemilu paruh waktu Amerika berakhir, yang memenangkan Partai Demokrat di bangku parlemen. Mundurnya Sessions, atas desakan Presiden Donald Trump, menempat penyelidikan Robert Mueller yang dilakukan atasnya, dalam risiko. Matthew Whitaker telah dipilih untuk menggantikan Sessions.

Baca Juga: Berkali-kali Dihina, Jeff Sessions Akhirnya Serang Balik Trump—dengan Telak

Oleh: Jacob Pramuk dan Dan Mangan (CNBC)

Jaksa Agung Jeff Sessions mengundurkan diri atas “permintaan” Presiden Donald Trump pada Rabu (7/11), setelah lebih dari satu tahun yang penuh kritik publik dari presiden tersebut.

Kepala staf Sessions, Matthew Whitaker, akan bertindak sebagai Plt Jaksa Agung, Trump mengumumkan.

Whitaker juga akan melakukan pengawasan atas penyelidikan yang sedang berlangsung oleh penasihat khusus Robert Mueller terhadap campur tangan Rusia dalam Pemilu Presiden 2016, dan kemungkinan kolusi oleh kampanye Trump dalam campur tangan itu, menurut Departemen Kehakiman.

Whitaker—yang secara terbuka mengkritik penyelidikan Mueller—secara hukum dapat bertindak sebagai Plt Jaksa Agung untuk maksimum 210 hari.

Dia akan memiliki kekuatan untuk memecat Mueller “dengan alasan” sebagaimana diuraikan di bawah aturan yang mengatur kantor penasihat khusus tersebut, jika alasan seperti itu ditemukan.

Sebuah unggahan Twitter yang menunjukkan Matthew Whitaker mengangkat besi. (Foto: Twitter/Matt Whitaker)

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein sampai sekarang telah melakukan pengawasan atas penyelidikan Mueller, sebagai dampak dari langkah Sessions untuk mengundurkan diri dari penyelidikan tersebut pada tahun 2017.

Sessions (71 tahun), telah berulang kali dikecam oleh Trump atas pengunduran dirinya (dari penyelidikan tersebut).

Trump telah mengatakan bahwa itu membuka pintu untuk pemeriksaan oleh penasihat khusus Mueller, yang berulang kali disebut oleh presiden sebagai “perburuan penyihir.”

Pengunduran diri Sessions diperkirakan akan terjadi beberapa saat setelah pemilu paruh waktu pada Selasa (6/11), terutama mengingat kritik keras presiden tersebut yang berulang-ulang terhadap jaksa agung itu.

Buku yang baru-baru ini diterbitkan oleh Bob Woodward tentang pemerintahan Trump, “Fear,” mengatakan bahwa presiden itu telah menyebut Sessions “keterbelakangan mental” dan “orang selatan yang bodoh.” Trump secara terbuka mengklaim, “Saya tidak mengatakan itu” tentang Sessions.

“Saya tidak punya jaksa agung,” kata Trump kepada The Hill dalam sebuah wawancara dengan situs berita itu pada bulan September.

Tapi tiba-tiba langkah itu—kurang dari 24 jam setelah penutupan pemungutan suara pada Selasa (6/11)—mengejutkan sekutu terdekat Trump di dalam maupun di luar Gedung Putih.

“Saya tidak tahu ini akan datang, terutama begitu cepat setelah pemilu paruh waktu,” kata salah satu sumber dalam kondisi anonimitas.

Beberapa jam sebelum pengunduran diri itu diumumkan, Trump ditanya tentang masa depan Sessions di pemerintahan.

“Saya lebih suka menjawabnya pada waktu yang sedikit berbeda,” jawab presiden itu.

Sekretaris pers Trump, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan bahwa Gedung Putih menerima surat pengunduran diri dari Sessions pada Rabu (7/11) pagi dan Trump menerimanya.

Baca Juga: Investigasi Rusia: Mueller Selidiki Maksud Trump Serang Jaksa Agung Jeff Sessions

Surat Sessions untuk Trump—yang tidak bertanggal—dimulai dengan mengatakan, “Atas permintaan Anda, saya mengajukan pengunduran diri saya.”

Seorang juru bicara untuk kantor Mueller menolak berkomentar ketika dihubungi oleh CNBC tentang pengunduran diri tersebut.

Tapi Perwakilan Nancy Pelosi, D-Calif.—yang memiliki peluang besar untuk menjadi ketua berikutnya di Dewan Perwakilan—menyebut “pemecatan” Sessions sebagai sebuah “upaya mencolok” oleh Trump untuk meruntuhkan Mueller.

Senator Chuck Schumer—seorang pemimpin minoritas dari Partai Demokrat dan Senat New York—mengatakan, “Melindungi Mueller dan investigasinya adalah yang terpenting.”

“Ini akan menciptakan krisis konstitusional jika ini adalah awal untuk mengakhiri atau sangat membatasi penyelidikan Mueller, dan saya berharap Presiden Trump dan orang-orang yang didengarnya akan menahan diri dari itu,” kata Schumer.

Perwakilan Jerry Nadler, D-N.Y.—calon Ketua Komite Kehakiman DPR—dalam sebuah tweet menulis: “Masyarakat Amerika harus segera mendapatkan jawaban” setelah Trump mengeluarkan Sessions dari Departemen Kehakiman.

“Mengapa Presiden membuat perubahan ini dan siapa yang memiliki wewenang atas penyelidikan Penasihat Khusus Mueller? Kami akan menahan orang-orang yang bertanggung jawab,” tulis Nadler.

Pelaporan tambahan oleh Kevin Breuninger dan Brian Schwartz dari CNBC.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaksa Jaksa Agung Jeff Sessions mengundurkan diri. (Foto: Getty Images)

Jaksa Agung Jeff Sessions Mengundurkan Diri di Bawah Tekanan Trump

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top