Jamaika dan Indonesia Buka Kesempatan untuk Perluas Kerjasama
Berita Tentang Indonesia

Jamaika dan Indonesia Buka Kesempatan untuk Perluas Kerjasama

Menteri Permanen di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Asing, Duta Besar Marcia Gilbert-Roberts (kiri), berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Urusan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anshor (kanan). (Foto: Jamaica Observer)
Home » Berita Tentang Indonesia » Jamaika dan Indonesia Buka Kesempatan untuk Perluas Kerjasama

Indonesia dan Jamaika telah membicarakan untuk memperluas kerjasama bilateralnya. Kedua negara berupaya untuk memulai kerjasama di bidang keamanan dan imigrasi, pembangunan pariwisata dan kerajinan, olah raga dan budaya, serta penelitian ilmiah dan nutraseutikal.

Oleh: Jamaica Observer

Menteri Permanen di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Asing, Duta Besar Marcia Gilbert-Roberts (kiri), berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Urusan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anshor (kanan).

Menteri Permanen di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Asing, Duta Besar Marcia Gilbert-Roberts (kiri), berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Urusan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anshor (kanan). (Foto: Jamaica Observer)

Delegasi dari Indonesia berada di Jamaika dalam rangka mencari kesempatan untuk proyek bersama dalam sejumlah aspek.

Kelompok tersebut, yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Urusan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anshor, bertemu dengan pejabat pemerintah Jamaika pada Senin (25/9), di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Asing, 21 Dominica Drive di Kingston.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut adalah pertemuan yang ketiga kalinya antara pihak-pihak di bawah Komisi Gabungan Jamaika-Indonesia untuk Kerjasama Ekonomi, Sains, dan Teknik, yang dibentuk pada Oktober 1996.

Pada tahun 2003, Jamaika menggelar pertemuan perdana Komisi Gabungan tersebut di Kingston, dimana pertemuan kedua diadakan di Jakarta pada tahun 2007.

Menteri Permanen di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Asing, Duta Besar Marcia Gilbert-Roberts, mengatakan bahwa pertemuan tersebut memberikan kesempatan “untuk memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi, serta mewujudkan proyek dan program bersama, yang akan mendukung pembangunan sosial dan ekonomi bagi masyarakat kedua negara.”

Ia mengatakan bahwa kedua negara berusaha untuk memulai kerjasama di bidang keamanan dan imigrasi, pembangunan pariwisata dan kerajinan, olah raga dan budaya, serta penelitian ilmiah dan nutraseutikal.

Sehubungan dengan kerjasama di bidang keamanan, Duta Besar Gilbert-Roberts memberitahukan bahwa Pasukan Kepolisian Jamaika (JCF) dan Kepolisian Nasional Indonesia akan mencari area kerja sama di bidang anti-terorisme, melawan perdagangan orang dan penyelundupan narkoba, dan pembangunan kapasitas. Ia mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan ditandatangani dengan kolaborasi kerjasama di bidang olah raga.

“Kami mulai mewujudkan kerjasama di area ini melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan memfasilitasi ketentuan untuk Indonesia oleh Jamaika untuk jalur lari dan lapangan, sedangkan ketentuan dari Indonesia untuk pelatih Badminton Jamaica,” ujarnya menekankan.

Untuk saat ini, Kementerian Perindustrian Indonesia mengajukan penawaran untuk memberikan pendampingan teknis kepada Jamaika, khususnya untuk produksi ikat celup (tie-dye), batik, dan produksi peralatan bahan baku untuk membuat batik.

“Kami bersemangat terhadap kemungkinan kerja sama di aspek-aspek seperti pengolahan makanan dan pengolahan tanaman tropis, bersama Dewan Peneliti Ilmiah (SRC) dan Pusat Pengembangan ILTEK Pertanian dan Pangan Asia Tenggara,” ujar Duta Besar Gilbert-Roberts.

Anshor mengatakan bahwa pertemuan tersebut berusaha untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara. “Kami harus memelihara dan menemukan cara-cara baru untuk memperkuat kerja sama kami,” ujarnya menambahkan.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Jamaika dibentuk pada tahun 1981.

 

Jamaika dan Indonesia Buka Kesempatan untuk Perluas Kerjasama
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top